Angin Puting Beliung Terjang Desa Tutung Bungkuk Kerinci, Sejumlah Rumah dan Kendaraan Rusak

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak salah satu rumah warga di desa Tutung Bungkuk Kerinci yang rusak diterjang angin puting beliung

Tampak salah satu rumah warga di desa Tutung Bungkuk Kerinci yang rusak diterjang angin puting beliung

Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba menerjang kawasan permukiman warga di Desa Tutung Bungkuk, Kecamatan Siulak, pada Senin (27/7/2026).

Peristiwa tersebut membuat warga panik karena kekuatan angin meningkat hanya dalam hitungan detik. Beberapa rumah mengalami kerusakan cukup serius, sementara kendaraan yang berada di sekitar lokasi ikut terdampak akibat terpaan angin yang sangat kuat.

Berdasarkan informasi yang dterima, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama dibagian atap.

Angin Datang Mendadak, Warga Tidak Sempat Menyelamatkan Barang

Warga mengaku tidak memiliki banyak waktu untuk mengamankan barang-barang berharga. Kondisi cuaca berubah sangat cepat sebelum angin berputar menerjang kawasan permukiman.

Selain merusak rumah, angin juga menyeret berbagai material bangunan hingga beterbangan ke jalan raya. Seng, kayu, dan pecahan atap memenuhi badan jalan sehingga arus kendaraan sempat terganggu.

Situasi tersebut membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan demi menghindari puing yang berserakan.

Dampak angin puting beliung tidak hanya merusak bangunan. Dua unit mobil yang berada di sekitar lokasi ikut terseret oleh embusan angin hingga akhirnya saling berbenturan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga karena kendaraan yang semula terparkir tiba-tiba bergeser akibat dorongan angin yang sangat kuat.

Baca Juga :  Tinjau Jalan Selampaung–Masgo, Bupati Kerinci Pastikan Perbaikan Jalan Strategis Berjalan Sesuai Target

Motor Yamaha NMAX Terlempar ke Tengah Jalan

Selain mobil, satu unit sepeda motor Yamaha NMAX juga tidak luput dari terjangan angin.

Motor tersebut terlempar hingga ke tengah jalan sehingga mengundang perhatian warga yang berada di sekitar lokasi.

Material Bangunan Sempat Tutup Sebagian Badan Jalan

Material bangunan yang beterbangan menyebabkan akses jalan di sekitar Desa Tutung Bungkuk sempat terganggu.

Puing-puing berupa seng, kayu, genteng, hingga pecahan bangunan menutupi sebagian badan jalan. Warga bersama aparat setempat langsung bergerak membersihkan lokasi agar lalu lintas kembali normal.

Gotong royong berlangsung sejak beberapa saat setelah bencana terjadi. Sejumlah warga menggunakan alat sederhana untuk memindahkan material bangunan ke tempat yang lebih aman.

Saksi Mata Ceritakan Detik-Detik Kejadian

Salah seorang warga, Heri, menyaksikan langsung peristiwa tersebut saat melintas di kawasan Jembatan Pelangi, Desa Tutung Bungkuk.

Menurutnya, angin datang tanpa tanda yang jelas dan langsung menerjang permukiman warga.

“Kejadiannya sangat cepat saat saya sedang melintas di dekat Jembatan Pelangi. Angin langsung menerjang rumah warga. Mobil sempat terhempas hingga saling berbenturan, sementara motor NMAX terlempar ke tengah jalan. Sekarang warga bersama petugas masih bergotong royong membersihkan lokasi,” kata Heri, Senin (27/7/2026).

Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Hingga berita ini ditulis, aparat desa bersama pihak terkait belum menerima laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Meski demikian, petugas masih melakukan pendataan terhadap seluruh rumah yang terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang mengalami luka maupun membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Pendataan juga bertujuan mengetahui besarnya kerugian material akibat bencana tersebut.

Warga Bergotong Royong Membersihkan Lokasi

Setelah kondisi cuaca membaik, warga langsung bergotong royong membersihkan puing-puing yang berserakan.

Mereka mengangkat seng, kayu, serta material bangunan lain agar akses jalan kembali terbuka. Petugas ikut membantu mengatur arus lalu lintas sehingga kendaraan dapat melintas dengan aman.

Semangat gotong royong terlihat kuat di lokasi bencana. Warga saling membantu memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan ringan sambil menunggu proses pendataan selesai.

Cuaca Ekstrem Masih Perlu Diwaspadai

Fenomena puting beliung sering muncul saat terjadi pertumbuhan awan konvektif yang berkembang sangat cepat.

Pada musim pancaroba maupun ketika cuaca berubah secara drastis, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya angin kencang yang disertai hujan lebat.

Masyarakat juga sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan yang tidak kokoh ketika angin mulai bertiup kencang.

Selain itu, pemilik kendaraan disarankan memarkir kendaraan di lokasi yang aman untuk mengurangi risiko kerusakan saat cuaca ekstrem terjadi.

Baca Juga :  RSUD Kerinci Siapkan 30 Tempat Tidur, Kasus ISPA hingga Muntaber Meningkat Saat Cuaca Berubah

Kerugian Masih Didata

Pemerintah desa bersama instansi terkait terus mengumpulkan data mengenai jumlah rumah terdampak, kondisi bangunan, serta nilai kerugian akibat bencana.

Pendataan tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk kemungkinan pemberian bantuan bagi warga yang terdampak.

Masyarakat berharap proses pemulihan dapat berlangsung cepat sehingga aktivitas sehari-hari kembali normal.

Kondisi Terbaru di Lokasi

Hingga Senin sore, proses pembersihan masih berlangsung. Sebagian besar material yang menutup badan jalan berhasil dipindahkan sehingga kendaraan kembali dapat melintas.

Petugas tetap mengimbau warga agar berhati-hati mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Pemerintah desa juga mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan kerusakan lain yang memerlukan penanganan.(*)

Berita Terkait

Jelang MTQH ke-55 Provinsi Jambi, Kerinci Matangkan Persiapan 38 Peserta
28 Pemuda Daki Gunung Kerinci, Bawa Semangat Sumpah Pemuda 2026
BPK Periksa Dana BOSP Merangin 2025–2026, Pemkab Diminta Buka Data Pengelolaan Anggaran
Operasi Patuh Siginjai 2026 Dimulai Hari Ini, Polresta Jambi Bidik 7 Pelanggaran Lalu Lintas
Pemkot Sungai Penuh Wajibkan ASN Pakai Baju Melayu Jambi 2–6 November 2026, Ini Aturan Lengkapnya
Muaro Jambi Siapkan 23 Rumah Oksigen Gratis, Cek Layanan Puskesmas dan Jam Operasionalnya
Alfin dan Azhar Pimpin Goro Akbar, Ini Pesan Penting untuk Warga Sungai Penuh
Gaji 3.426 PPPK Kota Jambi Tembus Rp250 Miliar, Pemkot Berharap Pusat Ambil Alih
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Jelang MTQH ke-55 Provinsi Jambi, Kerinci Matangkan Persiapan 38 Peserta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:31 WIB

28 Pemuda Daki Gunung Kerinci, Bawa Semangat Sumpah Pemuda 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:01 WIB

BPK Periksa Dana BOSP Merangin 2025–2026, Pemkab Diminta Buka Data Pengelolaan Anggaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Operasi Patuh Siginjai 2026 Dimulai Hari Ini, Polresta Jambi Bidik 7 Pelanggaran Lalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Pemkot Sungai Penuh Wajibkan ASN Pakai Baju Melayu Jambi 2–6 November 2026, Ini Aturan Lengkapnya

Berita Terbaru