Wako Alfin Salurkan 219 Ribu Bibit Kopi ke 11 Kelompok Tani Renah Kayu Embun, Dorong Ekonomi Petani Sungai Penuh

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mendorong pengembangan sektor perkebunan melalui program bantuan bibit dan pemanfaatan pupuk organik. Kali ini, pemerintah daerah menyalurkan 219.000 batang bibit kopi Arabika Gayo 3 dan Robusta kepada 11 kelompok tani di Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani pada Jumat, 11 September 2026. Penyerahan berlangsung setelah pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Nurul Haq, Desa Renah Kayu Embun.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk memperkuat produktivitas perkebunan sekaligus membuka peluang pengembangan agribisnis kopi, peningkatan pendapatan petani, dan penguatan rantai nilai komoditas kopi di daerah.

Dalam kegiatan itu, Alfin hadir bersama Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Sekretaris Daerah Alpian, serta sejumlah kepala dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

219.000 Bibit Kopi untuk 11 Kelompok Tani

Sebanyak 219.000 batang bibit kopi menjadi bantuan utama yang pemerintah salurkan kepada masyarakat Desa Renah Kayu Embun.

Pemerintah memberikan dua jenis bibit, yakni Kopi Arabika Gayo 3 dan Kopi Robusta. Kedua varietas tersebut memiliki karakteristik dan peluang pengembangan yang berbeda sehingga petani dapat menyesuaikannya dengan kondisi lahan dan pola budidaya.

Bagi masyarakat petani, bantuan bibit tidak hanya memberikan akses terhadap tanaman produktif. Lebih jauh, program tersebut dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan kebun kopi secara berkelanjutan.

Apabila petani mampu menjaga kualitas tanaman sejak masa awal pertumbuhan, hasil panen ke depan berpotensi memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.

Karena itu, keberhasilan program tidak berhenti pada proses penyerahan bibit. Petani perlu memastikan proses penanaman, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian hama, hingga pemanenan berjalan dengan baik.

Kopi Jadi Komoditas Strategis Sungai Penuh

Wali Kota Alfin menilai kopi memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan Kota Sungai Penuh.

Menurutnya, permintaan terhadap kopi terus membuka peluang ekonomi bagi petani. Karena itu, pemerintah perlu memberikan dukungan yang mendorong masyarakat meningkatkan produksi sekaligus menjaga kualitas hasil perkebunan.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Siapkan Penilaian 360 Derajat untuk PNS dan PPPK, Kinerja ASN Dipantau Lebih Transparan

Alfin meminta seluruh kelompok tani memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal.

“Bibit kopi ini harus dimanfaatkan dan dirawat sebaik mungkin. Pemerintah berharap seluruh kelompok tani dapat menanam, memelihara, hingga mengembangkan tanaman kopi ini sehingga ke depan mampu meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan petani,” ujar Alfin.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin membangun program perkebunan dalam jangka panjang.

Dengan demikian, bantuan bibit tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Pemerintah berharap masyarakat mampu mengubah bantuan tersebut menjadi kebun produktif yang menghasilkan pendapatan.

Dorong Peningkatan Pendapatan Petani

Pengembangan perkebunan kopi memiliki peluang untuk menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Petani dapat memperoleh manfaat ekonomi melalui hasil panen. Selain itu, perkembangan sentra kopi juga dapat membuka aktivitas ekonomi lain, mulai dari pengolahan biji kopi, perdagangan, jasa transportasi, hingga usaha produk olahan.

Karena itu, pengembangan kopi dapat memberikan dampak yang lebih luas apabila pemerintah dan kelompok tani membangun ekosistem perkebunan secara bersama-sama.

Pemerintah daerah juga perlu mendorong peningkatan keterampilan petani. Pengetahuan mengenai pemilihan bibit, teknik budidaya, pemangkasan, pemupukan, pengendalian penyakit, hingga pengolahan pascapanen akan menentukan kualitas produksi.

Semakin baik kualitas biji kopi yang petani hasilkan, semakin besar pula peluang produk tersebut memasuki pasar yang lebih luas.

Hilirisasi Kopi Jadi Perhatian Pemerintah

Selain meningkatkan produksi, Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menempatkan hilirisasi komoditas kopi sebagai bagian penting dari pengembangan perkebunan.

Hilirisasi berarti masyarakat tidak hanya menjual hasil dalam bentuk bahan mentah. Petani dan pelaku usaha dapat mengembangkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Dalam industri kopi, misalnya, proses tersebut dapat mencakup pengolahan buah kopi menjadi green bean, roasting, pengemasan, hingga pemasaran produk siap konsumsi.

Langkah tersebut dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Namun, pengembangan hilirisasi membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah, kelompok tani, pelaku UMKM, koperasi, dan sektor swasta dapat membangun kerja sama agar produk kopi lokal memiliki kualitas dan pemasaran yang lebih kuat.

Dengan strategi tersebut, kopi dari Sungai Penuh berpeluang memiliki identitas produk yang semakin dikenal konsumen.

Petani Diminta Merawat Bibit Secara Serius

Setelah menerima bantuan, kelompok tani memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bibit tumbuh dengan baik.

Petani perlu memilih lokasi tanam yang sesuai dan melakukan persiapan lahan secara tepat. Setelah itu, perawatan tanaman harus berjalan secara rutin.

Pemupukan, pembersihan gulma, pemangkasan, serta pengawasan terhadap gangguan hama dan penyakit menjadi bagian penting dalam proses budidaya.

Karena itu, pendampingan kepada kelompok tani juga memiliki peran penting. Pemerintah dapat membantu petani melalui penyuluhan dan peningkatan kapasitas agar bantuan bibit menghasilkan tanaman produktif.

Program seperti ini membutuhkan konsistensi karena tanaman kopi memerlukan waktu sebelum menghasilkan panen.

Dengan perawatan yang baik sejak awal, petani dapat membangun kebun yang lebih sehat dan produktif untuk jangka panjang.

Baca Juga :  Karhutla Jadi Perhatian Nasional, Wali Kota Alfin dan Wawako Azhar Perkuat Kesiapsiagaan Sungai Penuh

Pemkot Sungai Penuh Salurkan Pupuk Kompos

Selain bibit kopi, Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menyalurkan pupuk kompos hasil pengolahan TPST Renah Kayu Embun.

Program tersebut menghubungkan dua kepentingan sekaligus, yaitu pengelolaan lingkungan dan pengembangan sektor pertanian.

Pemerintah memberikan dua karung pupuk kompos kepada setiap warga yang tinggal di sekitar TPST. Sementara itu, masyarakat yang memiliki lahan perladangan di Desa Renah Kayu Embun memperoleh satu karung.

Pemanfaatan kompos dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian tertentu sekaligus memanfaatkan sampah organik menjadi produk yang berguna.(TIM)

Berita Terkait

Kekeringan Jambi 2026: Padi di Kerinci dan Sungai Penuh Ikut Terdampak, Puluhan Hektare Terancam Puso
Puntung Rokok Diduga Jadi Pemicu Karhutla di Bungo, Kebun Sawit Terbakar Tengah Malam
Kabar Penting untuk ASN! Begini Aturan Anggota Keluarga Tambahan BPJS dengan Iuran 1 Persen
Catat Tanggalnya! Festival Kopi Kerinci 2026 Hadir di Kayu Aro, Kopi Tanah Surga Dibawa ke Panggung Dunia
Karhutla Sarolangun 2026 Makin Mengkhawatirkan, 488 Hektare Lahan Terbakar dan 1.070 Hotspot Terdeteksi
Harga BBM Pertamina di Jambi 10 September 2026: Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik, Cek Daftar Lengkapnya
Atlet Sungai Penuh Panen Medali, Wako Alfin Janjikan Beasiswa dan Penghargaan
Kabut Asap Masih Selimuti Sungai Penuh, Bunda PAUD Minta Guru dan Orang Tua Awasi Kesehatan Anak
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 13:23 WIB

Kekeringan Jambi 2026: Padi di Kerinci dan Sungai Penuh Ikut Terdampak, Puluhan Hektare Terancam Puso

Sabtu, 12 September 2026 - 09:31 WIB

Puntung Rokok Diduga Jadi Pemicu Karhutla di Bungo, Kebun Sawit Terbakar Tengah Malam

Sabtu, 12 September 2026 - 07:36 WIB

Wako Alfin Salurkan 219 Ribu Bibit Kopi ke 11 Kelompok Tani Renah Kayu Embun, Dorong Ekonomi Petani Sungai Penuh

Jumat, 11 September 2026 - 11:30 WIB

Kabar Penting untuk ASN! Begini Aturan Anggota Keluarga Tambahan BPJS dengan Iuran 1 Persen

Kamis, 10 September 2026 - 22:01 WIB

Karhutla Sarolangun 2026 Makin Mengkhawatirkan, 488 Hektare Lahan Terbakar dan 1.070 Hotspot Terdeteksi

Berita Terbaru