BNI Sekuritas Perbarui Kantor Cabang, Investor Kini Bisa Dapat Edukasi Investasi Secara Langsung

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Bank BNI

Foto ; Bank BNI

BISNIS,JS-Perkembangan teknologi finansial atau financial technology (fintech) mengubah cara masyarakat mengakses produk investasi. Investor kini dapat membuka rekening, memantau pergerakan pasar, membaca informasi saham, hingga melakukan transaksi melalui aplikasi.

Namun, kemudahan layanan digital tidak lantas menghilangkan kebutuhan investor terhadap layanan tatap muka. PT BNI Sekuritas justru memperkuat jaringan kantor cabangnya dengan menghadirkan ruang yang mendukung edukasi, konsultasi, dan pendampingan investor.

Langkah tersebut menunjukkan perubahan kebutuhan investor di tengah pertumbuhan digital investment, online trading, dan berbagai platform investasi. Investor tidak hanya membutuhkan akses transaksi yang cepat, tetapi juga informasi yang dapat membantu mereka memahami risiko dan karakteristik instrumen investasi.

Plt. Direktur Utama BNI Sekuritas Vera Ongyono mengatakan layanan digital dan tatap muka mempunyai fungsi yang berbeda. Menurut dia, aplikasi memberikan fleksibilitas kepada investor dalam mengakses layanan investasi, sedangkan kantor cabang memberikan ruang bagi nasabah yang membutuhkan diskusi secara langsung.

“Digitalisasi memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi investor dalam berinvestasi. Di sisi lain, kami meyakini bahwa interaksi secara langsung tetap memiliki peran penting, khususnya ketika nasabah membutuhkan diskusi, pendampingan secara personal atau mendapatkan penjelasan lebih mendalam,” ujar Vera dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).

BNI Sekuritas Perkuat Layanan Investor di Era Digital

Perubahan perilaku investor menjadi salah satu alasan BNI Sekuritas mengembangkan konsep baru pada sejumlah kantor cabangnya.

Saat ini, investor dapat memperoleh berbagai informasi pasar melalui internet. Mereka juga dapat menggunakan aplikasi untuk memantau harga saham, membaca berita ekonomi, serta melakukan transaksi tanpa harus mendatangi kantor perusahaan sekuritas.

Meski demikian, derasnya informasi tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama bagi investor yang baru memasuki pasar modal.

Investor pemula sering membutuhkan penjelasan mengenai cara kerja pasar saham, profil risiko, strategi investasi, hingga penggunaan aplikasi perdagangan saham.

Karena itu, BNI Sekuritas menghadirkan kantor cabang dengan konsep yang lebih terbuka dan edukatif. Perusahaan tidak hanya menjadikan cabang sebagai tempat pelayanan administratif, tetapi juga sebagai ruang interaksi antara investor dan perusahaan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan perkembangan investment education, financial planning, dan kebutuhan masyarakat terhadap informasi investasi yang lebih mudah dipahami.

Kantor Cabang Jadi Ruang Edukasi dan Diskusi

BNI Sekuritas telah memperbarui sejumlah kantor cabang di beberapa kota besar.

Beberapa lokasi yang mendapatkan pembaruan antara lain Gama Tower Jakarta, Bali, Medan, Pekanbaru, dan Aceh. Perusahaan juga menyiapkan pengembangan konsep serupa ke kota lainnya.

Kantor cabang dengan konsep baru menghadirkan lounge nasabah yang dapat mendukung berbagai aktivitas edukasi dan informasi pasar modal.

Investor dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk mengikuti kegiatan seperti market update, live trading, dan klinik saham.

Selain itu, investor pemula dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk bertanya secara langsung mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan investasi.

Konsep ini memberikan pilihan tambahan bagi investor. Mereka dapat melakukan transaksi melalui platform digital, tetapi tetap mempunyai akses terhadap layanan langsung ketika membutuhkan penjelasan yang lebih mendalam.

Dengan demikian, perusahaan menggabungkan kecepatan teknologi dengan interaksi manusia dalam satu pengalaman layanan.

Baca Juga :  Biaya Admin wondr by BNI September 2026: Cek Tarif Transfer, Top Up E-Wallet dan Pembayaran

Investor Pemula Membutuhkan Informasi yang Mudah Dipahami

Pertumbuhan investor ritel membuat kebutuhan edukasi pasar modal semakin penting. Informasi mengenai saham dan investasi kini tersedia dalam jumlah besar melalui media sosial, aplikasi finansial, situs berita, hingga berbagai komunitas digital.

Namun, banyaknya informasi tidak selalu membuat investor lebih mudah mengambil keputusan.

Investor perlu memahami perbedaan antara informasi edukasi, opini pasar, analisis, dan rekomendasi investasi. Mereka juga perlu mengetahui bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko.

Vera mengatakan kebutuhan pendampingan langsung tetap muncul meskipun investor sudah mendapatkan banyak informasi dari berbagai platform digital.

“Kami melihat investor pemula membutuhkan ruang untuk memahami pilihan investasi dan mendiskusikan keputusan investasinya,” kata Vera.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa edukasi menjadi bagian penting dalam perkembangan layanan perusahaan sekuritas.

Bagi investor baru, kesempatan berdiskusi secara langsung dapat membantu mereka memahami istilah pasar modal, mekanisme perdagangan saham, serta penggunaan fasilitas investasi digital.

Pada saat yang sama, investor tetap perlu melakukan riset dan mempertimbangkan kondisi keuangan serta profil risikonya sebelum mengambil keputusan investasi.

BIONS Tetap Jadi Bagian Penting Layanan Digital

Penguatan kantor cabang tidak berarti BNI Sekuritas mengurangi fokus pada layanan digital.

Perusahaan tetap mengembangkan layanan melalui aplikasi BIONS yang menjadi salah satu kanal utama bagi investor untuk mengakses berbagai layanan pasar modal.

Melalui pendekatan tersebut, BNI Sekuritas menggabungkan pengalaman digital dengan layanan tatap muka.

Investor dapat menggunakan aplikasi ketika membutuhkan fleksibilitas dalam melakukan aktivitas investasi. Sebaliknya, mereka dapat mengunjungi kantor cabang ketika membutuhkan diskusi atau pendampingan.

Model tersebut dikenal sebagai hybrid investment experience.

Konsep investasi hibrida menggabungkan teknologi dengan interaksi langsung. Dalam praktiknya, pendekatan tersebut memberikan pilihan kepada investor sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Investor yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi dapat mengandalkan layanan digital. Sementara itu, investor yang membutuhkan interaksi langsung dapat memanfaatkan fasilitas kantor cabang.

Kerja Sama dengan BNI Perluas Akses Layanan

BNI Sekuritas juga memperkuat jaringan melalui kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai induk perusahaan.

Salah satu implementasinya terlihat melalui kantor cabang Gama Tower yang bekerja sama dengan BNI Regional 10.

Kerja sama tersebut dapat mendukung integrasi layanan serta memperluas akses masyarakat terhadap informasi mengenai pasar modal dan investasi.

Jaringan perbankan yang luas juga memberikan peluang bagi perusahaan untuk menjangkau calon investor di berbagai daerah.

Dalam perkembangan industri keuangan saat ini, kolaborasi antara perbankan, perusahaan sekuritas, dan platform teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem investasi.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan produk keuangan, tetapi juga membutuhkan akses informasi, edukasi, dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Tren Digital Investment Terus Mengubah Perilaku Investor

Digitalisasi membuat aktivitas investasi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dulu, investor harus mengandalkan kantor sekuritas atau perantara untuk memperoleh informasi dan melakukan transaksi. Kini, berbagai aktivitas tersebut dapat dilakukan melalui perangkat yang terhubung ke internet.

Perubahan itu menciptakan peluang sekaligus tantangan.

Dari sisi akses, investor dapat memperoleh informasi dan melakukan transaksi dengan lebih fleksibel. Namun, kemudahan tersebut juga menuntut investor untuk meningkatkan literasi keuangan.

Investor perlu memahami risiko sebelum membeli saham atau instrumen investasi lainnya. Mereka juga perlu membedakan investasi berdasarkan tujuan, jangka waktu, dan tingkat toleransi terhadap risiko.

Karena itu, keberadaan layanan edukasi dapat menjadi bagian penting dalam perkembangan ekosistem pasar modal.

BNI Sekuritas mencoba menggabungkan dua kebutuhan tersebut melalui layanan digital dan kantor cabang.

Bukan Sekadar Tempat Transaksi

Perubahan konsep kantor cabang juga menunjukkan bahwa fungsi kantor sekuritas mengalami perkembangan.

Kantor cabang tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat untuk menyelesaikan kebutuhan administratif. Ruang tersebut juga dapat menjadi tempat bertemu, berdiskusi, mengikuti kegiatan edukasi, dan memperoleh informasi mengenai kondisi pasar.

Lounge nasabah yang tersedia di sejumlah cabang BNI Sekuritas dapat mendukung kegiatan seperti market update, live trading, serta klinik saham.

Format layanan tersebut juga memberikan kesempatan bagi investor untuk berinteraksi dengan pihak yang memahami produk dan layanan pasar modal.

Bagi perusahaan, pendekatan tersebut dapat memperkuat hubungan dengan nasabah. Sementara bagi investor, keberadaan ruang konsultasi memberikan alternatif ketika mereka membutuhkan penjelasan langsung.

Baca Juga :  Terbaru, Biaya Admin BCA Mobile September 2026: Cek Tarif Transfer, BI-FAST hingga Pembayaran Tagihan

Hybrid Investment Experience Jadi Strategi Layanan

Konsep hybrid investment experience menjadi bagian dari strategi BNI Sekuritas dalam menghadapi perubahan perilaku investor.

Teknologi memberikan kecepatan, fleksibilitas, dan akses informasi. Namun, interaksi langsung memberikan ruang untuk berdiskusi dan memahami kebutuhan investor secara lebih personal.

Kedua pendekatan tersebut dapat berjalan secara berdampingan.

Investor tidak harus memilih antara layanan digital dan layanan tatap muka. Mereka dapat menggunakan keduanya sesuai kebutuhan.

Perubahan tersebut juga mencerminkan perkembangan industri jasa keuangan yang semakin mengutamakan pengalaman pengguna atau customer experience.

Dalam konteks investasi, pengalaman pengguna tidak hanya berkaitan dengan kemudahan aplikasi. Investor juga mempertimbangkan kualitas informasi, kemudahan mendapatkan bantuan, keamanan transaksi, serta akses terhadap edukasi.

Edukasi Investasi Tetap Penting di Tengah Informasi Digital

Pertumbuhan platform digital membuat informasi investasi semakin mudah ditemukan. Namun, investor tetap perlu melakukan verifikasi terhadap informasi yang mereka terima.

Informasi dari media sosial, forum daring, maupun komunitas investasi dapat memiliki sudut pandang yang berbeda. Karena itu, investor perlu menggunakan sumber informasi yang kredibel dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan.

BNI Sekuritas melalui pengembangan kantor cabang memberikan salah satu alternatif bagi investor untuk memperoleh informasi dan berdiskusi secara langsung.

Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu berarti layanan manusia kehilangan relevansinya.

Sebaliknya, perusahaan dapat menggabungkan teknologi dan layanan personal untuk menciptakan pengalaman investasi yang lebih lengkap.

BNI Sekuritas Siapkan Pengembangan ke Kota Lain

Setelah memperbarui sejumlah kantor cabang di Jakarta, Bali, Medan, Pekanbaru, dan Aceh, BNI Sekuritas berencana memperluas konsep tersebut ke kota lainnya.

Perluasan jaringan tersebut akan memberikan peluang bagi lebih banyak investor untuk mengakses ruang edukasi dan pendampingan secara langsung.

Pada saat yang sama, perusahaan tetap mempertahankan layanan digital melalui aplikasi BIONS.

Kombinasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengikuti perubahan kebutuhan investor di tengah perkembangan digital finance, online investment, stock market, dan financial literacy.

Bagi investor, kehadiran dua kanal layanan memberikan pilihan yang lebih fleksibel. Mereka dapat menggunakan teknologi untuk kebutuhan transaksi sehari-hari sekaligus memanfaatkan layanan tatap muka ketika membutuhkan penjelasan lebih mendalam.

Dengan pendekatan tersebut, BNI Sekuritas menempatkan digitalisasi dan layanan manusia sebagai dua bagian yang saling melengkapi dalam pengalaman investasi.

Catatan: Investasi mengandung risiko. Informasi mengenai investasi sebaiknya digunakan sebagai bahan edukasi, bukan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual instrumen tertentu. Investor perlu mempertimbangkan profil risiko dan kondisi keuangannya masing-masing.(*)

Berita Terkait

AXA Sharia Life Insurance Resmi Berdiri, Bidik Pasar Asuransi Syariah dan Perkuat Perlindungan Finansial Indonesia
Promo BRI Kartu Kredit September 2026: Diskon 25% di Boost, Transaksi Minimum Rp100 Ribu
Rupiah Tertekan 6,11% Sepanjang 2026, Kurs USD/IDR Capai Rp17.755
Bunga Mekaar Turun Jadi 8%, OJK Bicara Nasib Pinjaman Produktif Pinjol
BEI Kembali Buka Short Selling Mulai 15 September 2026, Simak Cara Kerja dan Risikonya
13 Bank Ditutup OJK hingga September 2026, Cek Daftar dan Cara Nasabah Klaim Dana di LPS
IHSG Ambruk di Sesi I Senin 14 September 2026, 3 Sektor Ini Paling Tertekan
Bunga Deposito September 2026: BRI, BNI, Mandiri, BCA, dan BTN, Mana yang Paling Menguntungkan?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:01 WIB

AXA Sharia Life Insurance Resmi Berdiri, Bidik Pasar Asuransi Syariah dan Perkuat Perlindungan Finansial Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 - 08:30 WIB

BNI Sekuritas Perbarui Kantor Cabang, Investor Kini Bisa Dapat Edukasi Investasi Secara Langsung

Jumat, 18 September 2026 - 12:31 WIB

Promo BRI Kartu Kredit September 2026: Diskon 25% di Boost, Transaksi Minimum Rp100 Ribu

Kamis, 17 September 2026 - 12:01 WIB

Rupiah Tertekan 6,11% Sepanjang 2026, Kurs USD/IDR Capai Rp17.755

Selasa, 15 September 2026 - 16:31 WIB

Bunga Mekaar Turun Jadi 8%, OJK Bicara Nasib Pinjaman Produktif Pinjol

Berita Terbaru