SUNGAIPENUH,JS- Pelayanan Bank Jambi Cabang Sungai Penuh kembali mendapat sorotan dari masyarakat. Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci mengeluhkan berbagai persoalan layanan perbankan yang mereka rasakan dalam aktivitas sehari-hari.
Keluhan tersebut mencakup ketersediaan mesin ATM, antrean saat melakukan penarikan uang, hingga pengalaman menggunakan layanan mobile banking. Bahkan, sebagian ASN mengaku mulai mempertimbangkan penggunaan bank lain untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.
Persoalan pelayanan itu juga bukan menjadi perbincangan baru. Sejumlah ASN mengaku sudah cukup lama membicarakan kondisi layanan Bank Jambi, terutama ketika mereka membutuhkan akses transaksi yang cepat dan praktis.
ASN Keluhkan Ketersediaan ATM
Salah seorang ASN di Kota Sungai Penuh, Anto, mengatakan keluhan mengenai pelayanan Bank Jambi tidak hanya datang dari satu atau dua nasabah.
Menurut dia, sejumlah ASN di Sungai Penuh dan Kerinci mengalami persoalan serupa, khususnya ketika membutuhkan uang tunai melalui mesin ATM.
“Tidak hanya satu atau dua orang. Rata-rata ASN di Sungai Penuh dan Kerinci yang saya temui juga mengeluhkan pelayanan Bank Jambi saat ini,” kata Anto.
Ia menilai keterbatasan ATM yang dapat digunakan membuat nasabah harus mencari mesin lain atau menunggu antrean ketika hendak melakukan penarikan uang.
“Hanya beberapa ATM yang aktif. Untuk menarik uang harus antre dulu. Kondisi seperti ini sudah terjadi cukup lama,” ujarnya.
Karena itu, Anto berharap Bank Jambi segera melakukan evaluasi terhadap fasilitas layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan nasabah.
Menurutnya, keberadaan ATM yang memadai menjadi kebutuhan penting, terutama bagi ASN yang menggunakan rekening bank tersebut untuk menerima penghasilan dan melakukan transaksi rutin.
Layanan Mobile Banking Ikut Disorot
Selain fasilitas ATM, Anto juga menyoroti layanan digital Bank Jambi. Ia menilai perkembangan mobile banking menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kenyamanan nasabah saat ini.
Pasalnya, kebutuhan transaksi perbankan kini semakin bergeser ke layanan digital. Nasabah tidak hanya membutuhkan fasilitas untuk menarik uang tunai, tetapi juga menginginkan kemudahan transfer, pembayaran, serta transaksi antarbank.
Anto mengatakan pengalaman transaksi melalui mobile banking Bank Jambi masih menimbulkan keluhan di kalangan sebagian ASN.
“Transaksi melalui mobile banking Bank Jambi saat ini masih terbatas. Transaksi antarbank juga menjadi salah satu persoalan yang kami rasakan,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi lebih terasa bagi ASN yang memiliki anak atau anggota keluarga yang tinggal di luar daerah.
Sebagian anggota keluarga tersebut menggunakan rekening dari bank lain untuk kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, ASN harus mencari cara lain ketika hendak mengirimkan uang.
“Sebagian besar keluarga atau anak ASN yang berada di luar daerah untuk pendidikan tidak menggunakan Bank Jambi. Akhirnya kami tarik uang terlebih dahulu melalui ATM, kemudian mengirimkannya melalui layanan lain seperti BRILink ke rekening anak,” jelasnya.
Kondisi tersebut, menurut Anto, membuat transaksi menjadi lebih panjang karena nasabah harus melewati beberapa tahapan sebelum uang sampai kepada penerima.
ASN Mulai Membandingkan Layanan Bank
Perkembangan teknologi perbankan membuat masyarakat semakin mudah membandingkan kualitas layanan antarbank. Nasabah dapat memilih bank berdasarkan kemudahan transaksi, jaringan ATM, aplikasi mobile banking, biaya administrasi, serta fasilitas transfer.
Situasi tersebut turut memengaruhi pandangan sebagian ASN di Sungai Penuh dan Kerinci terhadap layanan perbankan yang mereka gunakan.
Anto mengatakan sebagian ASN bahkan pernah menyuarakan agar pemerintah daerah mempertimbangkan pilihan bank lain untuk kebutuhan pembayaran gaji ASN.
Nama bank seperti BNI dan BRI menjadi alternatif yang sering disebut dalam pembicaraan tersebut.
Namun, wacana tersebut tentu membutuhkan pembahasan dan keputusan dari pemerintah daerah serta mempertimbangkan berbagai aspek administrasi dan layanan perbankan.
Pemerhati Perbankan Minta Bank Jambi Bergerak Cepat
Sorotan terhadap pelayanan Bank Jambi juga mendapat perhatian dari pemerhati perbankan di Sungai Penuh, Tama.
Ia menilai Bank Jambi memiliki posisi penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat di Provinsi Jambi, termasuk di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Karena itu, ia meminta manajemen Bank Jambi menjadikan kualitas pelayanan sebagai salah satu prioritas utama.
“Sebagai lembaga perbankan yang memiliki peran besar dalam perekonomian daerah, pelayanan kepada nasabah harus menjadi perhatian utama,” kata Tama.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan terus berubah. Nasabah kini menginginkan transaksi yang cepat, mudah, aman, serta dapat dilakukan melalui berbagai kanal digital.
Karena itu, bank perlu mengikuti perkembangan tersebut agar nasabah tetap merasa nyaman.
Tama menilai Bank Jambi perlu merespons keluhan nasabah secara cepat. Ia mengingatkan bahwa persaingan industri perbankan membuat masyarakat memiliki banyak pilihan.
“Bank Jambi harus bergerak cepat melakukan pembenahan. Jika keluhan terus berlangsung, wajar kalau nasabah mulai mempertimbangkan bank lain,” ujarnya.
Nasabah Punya Banyak Pilihan
Menurut Tama, keberadaan rekening untuk kebutuhan administrasi tidak otomatis membuat nasabah menggunakan seluruh layanan bank dalam jangka panjang.
Nasabah tetap dapat mempertimbangkan berbagai pilihan berdasarkan pengalaman mereka ketika bertransaksi.
Ia mencontohkan nasabah dapat mengalihkan sebagian dana atau menggunakan rekening bank lain jika merasa fasilitas dan layanan bank yang mereka gunakan belum memenuhi kebutuhan.
“Nasabah tentu punya pilihan. Mereka bisa menarik dana dan menggunakan layanan bank lain jika merasa lebih nyaman. Itu merupakan keputusan nasabah berdasarkan pengalaman mereka dalam menggunakan layanan perbankan,” tegasnya.
Karena itu, Tama berharap jajaran manajemen Bank Jambi, termasuk pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan dan pengembangan layanan, segera memperhatikan berbagai masukan dari nasabah.
Menurut dia, evaluasi tidak hanya perlu menyentuh layanan di kantor cabang, tetapi juga ketersediaan ATM dan kualitas layanan digital.
Bank Jambi Diharapkan Tingkatkan Kualitas Layanan
Keluhan yang disampaikan ASN tersebut menunjukkan bahwa kualitas layanan perbankan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
Terlebih, ASN di Sungai Penuh dan Kerinci membutuhkan akses transaksi yang praktis untuk menerima penghasilan, melakukan pembayaran, mengirim uang kepada keluarga, hingga memenuhi kebutuhan lainnya.
Karena itu, peningkatan jumlah dan kesiapan ATM, perbaikan layanan mobile banking, serta kemudahan transaksi antarbank menjadi beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian.
Di sisi lain, kritik dari nasabah juga dapat menjadi masukan bagi Bank Jambi untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Dengan persaingan industri perbankan yang semakin ketat, kepuasan nasabah menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, berbagai keluhan tersebut masih menjadi aspirasi dari nasabah yang berharap Bank Jambi melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas layanan di Sungai Penuh serta wilayah Kerinci.
Masyarakat juga berharap perbaikan pelayanan dapat berjalan seiring dengan perkembangan kebutuhan transaksi digital, sehingga nasabah tidak perlu mencari alternatif layanan lain hanya untuk memenuhi kebutuhan perbankan sehari-hari.(TIM)










