Bisnis-27 Anjlok 1,37%, Saham DEWA dan BUMI Kompak Merah

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS,JS- Pasar saham Indonesia mengalami tekanan pada perdagangan Senin (12/10/2026). Indeks Bisnis-27 turun 1,37% ke level 413,04, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 2,59% hingga meninggalkan level psikologis 6.000.

Pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menekan pergerakan pasar. Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) masuk dalam jajaran saham dengan penurunan terdalam di indeks Bisnis-27.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tercantum dalam informasi pasar, indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia dan BEI tersebut berakhir di level 413,04. Dari 27 saham konstituennya, tujuh saham menguat, 19 saham melemah, dan satu saham bertahan di posisi sebelumnya.

Saham DEWA Turun Paling Dalam, BUMI dan MAPI Ikut Tertekan

Saham DEWA mencatat penurunan terbesar dalam indeks Bisnis-27 pada penutupan perdagangan. Harga saham perusahaan tersebut turun 9,29% menjadi Rp332 per saham.

Selanjutnya, saham BUMI melemah 8,33% ke level Rp165 per saham. Tekanan juga menghampiri saham MAPI yang turun 6,77% menjadi Rp1.445 per saham.

Selain ketiga saham tersebut, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) merosot 5,93% ke level Rp555 per saham. Sementara itu, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) terkoreksi 4,09% menjadi Rp3.050 per saham.

Deretan penurunan tersebut menunjukkan bahwa tekanan perdagangan tidak hanya menyentuh satu saham. Sejumlah emiten dari sektor pertambangan dan ritel turut mengalami pelemahan pada hari yang sama.

Saham INKP, CPIN, dan JPFA Justru Menguat

Di tengah dominasi saham yang bergerak di zona merah, beberapa emiten masih mampu mencatatkan kenaikan harga.

Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) memimpin penguatan dengan kenaikan 4,83% ke level Rp8.675 per saham.

Berikutnya, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) naik 2,03% menjadi Rp3.020 per saham. Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) juga menguat 1,96% ke level Rp2.080 per saham.

Meski demikian, penguatan ketiga saham tersebut belum mampu mengimbangi tekanan yang menghampiri mayoritas konstituen Bisnis-27.

Baca Juga :  MSCI Berpotensi Bekukan Saham Indonesia untuk Ketiga Kali, Ini Risiko bagi Dana Asing

IHSG Anjlok 2,59% dan Kembali ke Bawah 6.000

Tekanan pasar juga terlihat pada pergerakan IHSG. Indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut turun 2,59% hingga menutup perdagangan di level 5.936,14.

Penurunan itu membawa IHSG kembali ke bawah level 6.000. Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan pelemahan yang meluas pada sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 114 saham menguat, sedangkan 602 saham melemah dan 77 saham tidak mengalami perubahan harga. Angka tersebut memperlihatkan dominasi saham yang terkoreksi dibandingkan saham yang berhasil mencatatkan kenaikan.

Sementara itu, kapitalisasi pasar IHSG tercatat mencapai Rp10.462 triliun.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor Saham?

Pergerakan indeks dan harga saham pada satu sesi perdagangan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pasar. Namun, investor tetap perlu menilai kinerja perusahaan, laporan keuangan, valuasi, kondisi sektor, serta risiko investasi sebelum mengambil keputusan.

Penurunan harga saham DEWA, BUMI, MAPI, BRMS, dan ANTM pada perdagangan ini tidak dengan sendirinya memastikan arah pergerakan saham pada sesi berikutnya. Begitu pula dengan penguatan INKP, CPIN, dan JPFA yang belum tentu berlanjut.

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan perubahan harga harian. Pemantauan keterbukaan informasi perusahaan, perkembangan ekonomi, dan data perdagangan BEI dapat membantu investor menyusun pertimbangan secara lebih terukur.

Catatan redaksi: Data harga, persentase perubahan, dan kapitalisasi pasar dalam berita ini mengikuti informasi yang diberikan. Pembaca sebaiknya memeriksa kembali data penutupan resmi BEI sebelum menggunakan angka tersebut sebagai dasar keputusan investasi.(*)

Berita Terkait

Rekening Bisa Non-aktif, Cek Berapa Saldo Minimal Rekening BRI, BCA, BNI, dan Mandiri Terbaru
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Senin 12 Oktober 2026: Cek Daftar Harga per Gram Semua Karat
Masih Punya Cicilan? Ini Syarat Mengajukan KUR Lagi agar Peluang Disetujui Lebih Besar
KPR Ditolak Bank? Ini Penyebab Utama dan Cara Memperbaiki Peluang Persetujuan
Bunga Bank Digital 2026 Tembus 9%, Ini Perbandingan Deposito, Pajak, dan Risiko LPS
KUR Mandiri 2026: Tabel Angsuran Rp10 Juta, Rp25 Juta, dan Rp50 Juta
KUR BNI 2026 Rp150 Juta: Cek Tabel Angsuran 12–60 Bulan dan Syarat Pengajuan Modal Usaha
Harga Emas Pegadaian 10 Oktober 2026: Antam Rp2,61 Juta, Cek Buyback
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Bisnis-27 Anjlok 1,37%, Saham DEWA dan BUMI Kompak Merah

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Senin 12 Oktober 2026: Cek Daftar Harga per Gram Semua Karat

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Masih Punya Cicilan? Ini Syarat Mengajukan KUR Lagi agar Peluang Disetujui Lebih Besar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:01 WIB

KPR Ditolak Bank? Ini Penyebab Utama dan Cara Memperbaiki Peluang Persetujuan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Bunga Bank Digital 2026 Tembus 9%, Ini Perbandingan Deposito, Pajak, dan Risiko LPS

Berita Terbaru

Bisnis

Bisnis-27 Anjlok 1,37%, Saham DEWA dan BUMI Kompak Merah

Senin, 12 Okt 2026 - 19:31 WIB