Sawah Mengering di Merangin Jambi, Petani Berjuang Selamatkan Tanaman Padi

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MERANGIN,JS- Ancaman kekeringan mulai menekan sektor pertanian di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Curah hujan yang berkurang membuat petani kesulitan memenuhi kebutuhan air sawah. Kondisi ini bahkan memicu penurunan produksi padi hingga 20 persen.

Petani kini harus mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan demi mempertahankan tanaman agar tetap tumbuh. Sebagian petani mencari sumber air alternatif dengan menyedot air sungai yang lokasinya cukup jauh dari persawahan.

Situasi tersebut menggambarkan beratnya tantangan petani ketika musim kemarau berlangsung. Selain menghadapi keterbatasan air, mereka juga harus berjuang mengatasi kerusakan saluran irigasi yang menghambat pengairan sawah.

Dampak kekeringan tidak hanya mengganggu aktivitas pertanian di satu desa. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merangin mencatat sekitar 257 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan di sejumlah kecamatan.

Petani Merangin Terpaksa Sedot Air Sungai untuk Sawah

Salah satu wilayah yang merasakan dampak kekeringan berada di Desa Talang Segegah, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin.

Di wilayah tersebut, berkurangnya hujan membuat pasokan air ke persawahan semakin terbatas. Akibatnya, petani kesulitan menjaga kelembapan tanah dan memenuhi kebutuhan air tanaman padi.

Petani setempat, Rusdi, mengatakan kondisi tersebut memaksa mereka mencari sumber air lain agar tanaman tidak mengalami kerusakan lebih parah.

Menurutnya, petani harus menyedot air dari sungai yang jaraknya cukup jauh dari lahan persawahan. Cara tersebut membutuhkan tenaga tambahan sekaligus menambah biaya operasional selama musim kemarau.

“ Saat ini sawah kami mengalami kekeringan karena kurangnya hujan. Untuk memenuhi kebutuhan air, kami terpaksa menyedot air dari sungai yang jaraknya cukup jauh. Kami berharap irigasi yang rusak segera diperbaiki agar tanaman padi tetap bisa bertahan dan produksi tidak terus menurun,” ujar Rusdi.

Bagi petani, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan padi hingga masa panen. Jika mereka tidak segera mendapatkan pasokan air yang cukup, risiko kerusakan tanaman dan penurunan hasil panen dapat semakin besar.

Karena itu, petani berharap pemerintah segera menangani kerusakan saluran irigasi agar pengairan sawah kembali lancar.

Sebanyak 257 Hektare Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan

Sementara itu, dampak kekeringan di Kabupaten Merangin mencakup wilayah yang lebih luas.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merangin mencatat sekitar 257 hektare lahan pertanian mengalami dampak kekeringan. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Tabir, Pamenang, Tabir Ilir, dan Tabir Ulu.

Kondisi cuaca yang tidak menentu juga menyulitkan petani menentukan waktu tanam. Mereka perlu menyesuaikan jadwal penanaman dengan ketersediaan air agar tanaman dapat tumbuh secara optimal.

Penyesuaian jadwal tanam menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko kerugian. Namun, langkah tersebut membutuhkan dukungan sarana pengairan yang memadai, terutama ketika hujan belum turun secara konsisten.

Selain mengganggu pertumbuhan tanaman, kekurangan air juga berpotensi memengaruhi produktivitas lahan. Petani pun menghadapi tantangan untuk mempertahankan hasil panen di tengah meningkatnya kebutuhan pengairan.

Baca Juga :  Pemkab Merangin Siapkan Rp1,8 Miliar untuk Tangani Stunting, 759 Anak Jadi Perhatian

Dinas Pertanian Siapkan Pompa Air untuk Membantu Petani

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merangin, Dewi Eka Afriani, mengatakan pemerintah berupaya membantu petani menghadapi dampak kekeringan.

Pemerintah daerah mendorong kelompok tani memanfaatkan pompa air untuk memenuhi kebutuhan pengairan. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan pompa bagi kelompok tani yang membutuhkan serta mendorong penyesuaian jadwal tanam berdasarkan kondisi cuaca.

“Luas lahan pertanian yang terdampak kekeringan saat ini sekitar 257 hektare, tersebar di beberapa kecamatan. Upaya yang dilakukan yaitu memanfaatkan pompa air milik kelompok tani, memberikan bantuan pompa bagi yang membutuhkan, serta menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi cuaca,” ucap Dewi.

Pemanfaatan pompa air diharapkan membantu petani mempertahankan ketersediaan air selama curah hujan menurun. Dengan langkah tersebut, petani memiliki alternatif pengairan ketika pasokan air dari saluran irigasi tidak mencukupi.

Meski demikian, penggunaan pompa air membutuhkan sumber air yang memadai dan biaya operasional. Karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah agar bantuan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan petani.

Perbaikan Irigasi dan Embung Dibutuhkan untuk Jangka Panjang

Di tengah ancaman kekeringan, penyediaan infrastruktur pengairan menjadi kebutuhan penting bagi sektor pertanian Merangin.

Perbaikan jaringan irigasi dapat membantu menyalurkan air ke sawah secara lebih efektif. Sementara itu, pembangunan embung berpotensi menyediakan tempat penampungan air yang dapat dimanfaatkan ketika curah hujan menurun.

Kedua upaya tersebut dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap hujan. Dengan dukungan pengairan yang memadai, petani juga memiliki peluang lebih besar untuk menjaga jadwal tanam dan mempertahankan produktivitas lahan.

Selain membangun infrastruktur, pemerintah perlu memetakan wilayah yang paling rentan mengalami kekeringan. Langkah ini dapat membantu menentukan prioritas perbaikan irigasi, distribusi pompa air, dan pendampingan kepada kelompok tani.

Koordinasi antara pemerintah daerah, petugas pertanian, dan kelompok tani juga penting untuk memastikan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kekeringan Mengancam Hasil Panen Petani Merangin

Penurunan produksi padi hingga 20 persen menjadi peringatan bagi sektor pertanian di Kabupaten Merangin. Jika kekurangan air terus berlangsung, petani berpotensi menghadapi kerugian yang lebih besar.

Karena itu, penanganan kekeringan perlu berjalan melalui dua pendekatan sekaligus. Langkah darurat, seperti pemanfaatan pompa air dan penyesuaian jadwal tanam, dapat membantu petani menghadapi kondisi saat ini.

Sementara itu, perbaikan irigasi dan pembangunan embung menjadi kebutuhan jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pertanian ketika musim kemarau kembali datang.

Petani di Desa Talang Segegah berharap pemerintah segera memperbaiki saluran irigasi yang rusak. Mereka membutuhkan pasokan air yang lebih terjamin agar dapat mempertahankan tanaman padi, menekan risiko gagal panen, dan menjaga pendapatan keluarga.

Dengan penanganan yang tepat, ancaman kekeringan di Merangin diharapkan tidak semakin menekan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.(TIM)

Berita Terkait

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas
4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah
Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:31 WIB

133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:01 WIB

4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas

Berita Terbaru