Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mengajak berbagai lembaga memperkuat kepedulian sosial melalui Gerakan 3S atau Segenggam Beras, Sebutir Telur, Seribu Rupiah. Kali ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh turut mengambil bagian dalam gerakan tersebut, sehingga Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejari Robi Harianto beserta jajarannya.

Dukungan Kejari Sungai Penuh menunjukkan bahwa upaya membantu masyarakat tidak hanya mengandalkan program pemerintah. Sebaliknya, keterlibatan berbagai instansi dapat memperluas semangat berbagi sekaligus mendorong lebih banyak pihak untuk mengambil peran dalam kegiatan sosial.

Alfin menyampaikan terima kasih atas kontribusi tersebut. Menurutnya, Gerakan 3S mengajarkan masyarakat bahwa kepedulian tidak selalu membutuhkan bantuan dalam jumlah besar. Setiap orang dapat memulai dari hal sederhana sesuai kemampuan masing-masing.

Program yang berlangsung setiap pekan ini mengajak masyarakat dan berbagai lembaga untuk mengumpulkan bantuan bagi warga yang membutuhkan. Melalui semangat gotong royong, Pemerintah Kota Sungai Penuh ingin memastikan bahwa semakin banyak keluarga memperoleh perhatian dan dukungan sosial.

Gerakan 3S Sungai Penuh Mengutamakan Aksi Nyata

Alfin menilai kekuatan Gerakan 3S terletak pada konsistensi dan kemauan setiap pihak untuk bergerak bersama. Masyarakat dapat menyumbangkan beras, telur, maupun uang sesuai kemampuan. Meski terlihat sederhana, kontribusi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi.

“Program ini kecil dan sederhana. Namun, jika kita melakukannya dengan ikhlas, bersama-sama, dan konsisten, insyaallah dampaknya besar bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Alfin.

Karena itu, ia mengajak instansi pemerintah, lembaga vertikal, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum untuk memperkuat budaya berbagi. Menurutnya, kepedulian sosial akan tumbuh lebih kuat apabila setiap pihak tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga mengambil tindakan nyata.

Alfin juga menekankan bahwa masyarakat memiliki kemampuan dan kesempatan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, Gerakan 3S membuka ruang bagi siapa pun untuk berkontribusi tanpa harus menunggu memiliki sumber daya yang besar.

“Ini merupakan wujud nyata kepedulian kita kepada sesama, terutama anak-anak stunting, keluarga tidak mampu, orang tua jompo, dan keluarga lain yang membutuhkan,” tegasnya.

Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh ingin membangun kebiasaan saling membantu yang dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan berbagi tidak hanya muncul pada momen tertentu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Anak Stunting hingga Lansia Menjadi Perhatian

Gerakan 3S menyasar sejumlah kelompok yang membutuhkan perhatian, mulai dari anak-anak yang mengalami stunting, keluarga kurang mampu, lanjut usia, hingga warga lain yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Kelompok tersebut membutuhkan dukungan yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Bagi keluarga berpenghasilan rendah, bantuan kebutuhan pokok dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sementara itu, perhatian terhadap anak-anak dengan masalah pertumbuhan perlu berjalan seiring dengan upaya pemenuhan gizi dan pendampingan yang tepat.

Dalam konteks ini, Gerakan 3S menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Program tersebut mendorong warga untuk melihat persoalan di lingkungan sekitar dan mengambil bagian sesuai kemampuan.

Meski demikian, penanganan stunting tetap membutuhkan dukungan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, edukasi keluarga, serta pendampingan dari tenaga terkait. Bantuan sosial dapat mendukung kebutuhan keluarga, sedangkan upaya pencegahan dan penanganan stunting memerlukan langkah yang lebih menyeluruh.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat perlindungan sosial. Semakin baik koordinasi antarpihak, semakin besar pula peluang untuk menjangkau warga yang membutuhkan perhatian.

Baca Juga :  Alfin Apresiasi ASN dan Warga Sungai Penuh, Program 3S Raih Penghargaan Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Kategori Inovasi Daerah

Sri Kartini Alfin Apresiasi Dukungan Kejari Sungai Penuh

Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, juga menyampaikan apresiasi kepada Robi Harianto dan seluruh jajaran Kejari Sungai Penuh atas partisipasi mereka dalam Gerakan 3S.

Menurut Sri Kartini, keterlibatan Kejari memberikan dorongan positif bagi pengembangan gerakan sosial yang mengedepankan kebersamaan. Dukungan tersebut juga dapat menginspirasi instansi lain untuk berkontribusi dalam membantu keluarga yang membutuhkan.

“Kami atas nama TP PKK Kota Sungai Penuh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh yang telah ikut berpartisipasi dalam Gerakan 3S. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kita. Semoga menjadi amal jariyah dan menginspirasi instansi lain untuk ikut bergerak bersama,” ujar Sri Kartini.

Ia berharap semakin banyak lembaga dan kelompok masyarakat mengikuti langkah tersebut. Dengan keterlibatan yang lebih luas, Gerakan 3S memiliki peluang untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan memperkuat solidaritas di tengah masyarakat.

Selain itu, partisipasi berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dapat mempererat hubungan antarlembaga dalam mendukung kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sri Kartini menilai semangat kebersamaan menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan gerakan. Setiap pihak dapat memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya, baik melalui bantuan kebutuhan pokok maupun dukungan terhadap kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.

Kolaborasi Pemerintah dan Lembaga Perkuat Kepedulian Sosial

Dukungan Kejari Sungai Penuh memperlihatkan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam membangun kepedulian terhadap kelompok rentan. Pemerintah daerah dapat menggerakkan program, sedangkan instansi dan organisasi lain turut memperluas partisipasi melalui kontribusi yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran dalam mengenali warga yang membutuhkan bantuan. Kepedulian dari lingkungan terdekat dapat membantu mendorong penyaluran dukungan secara lebih tepat, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan martabat penerima bantuan.

Agar gerakan ini terus berkembang, konsistensi menjadi salah satu faktor penting. Pelaksanaan kegiatan secara berkala, keterlibatan sukarelawan, serta komunikasi yang baik antarpihak dapat membantu menjaga semangat gotong royong.

Pemerintah Kota Sungai Penuh pun mengharapkan Gerakan 3S tidak berhenti sebagai kegiatan pengumpulan bantuan semata. Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan berbagi dan memperkuat rasa tanggung jawab sosial di lingkungan masyarakat.

Partisipasi Kejari Sungai Penuh menjadi contoh bahwa setiap lembaga dapat mengambil peran dalam kegiatan kemanusiaan tanpa harus menunggu program besar. Langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat menjadi awal untuk memperluas kepedulian terhadap sesama.

Gerakan 3S Diharapkan Menjangkau Lebih Banyak Keluarga

Ke depan, semangat Gerakan 3S diharapkan terus berkembang melalui keterlibatan instansi pemerintah, lembaga vertikal, organisasi masyarakat, serta warga Kota Sungai Penuh. Dukungan yang konsisten akan membantu menjaga keberlangsungan kegiatan dan memperluas jangkauan bantuan.

Bagi Alfin, inti gerakan ini bukan semata-mata jumlah bantuan yang terkumpul, melainkan tumbuhnya kesadaran bahwa persoalan sosial merupakan tanggung jawab bersama. Setiap orang dapat memulai dari lingkungan terdekat dan memberikan kontribusi sesuai kemampuan.

Dengan semangat tersebut, Gerakan 3S menjadi ajakan untuk menghidupkan kembali nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah daerah, Kejari Sungai Penuh, TP PKK, dan masyarakat memiliki kesempatan untuk memperkuat kerja sama demi membantu keluarga yang membutuhkan.

Dukungan Kejari Sungai Penuh sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial membutuhkan tindakan nyata dan keberlanjutan. Melalui kolaborasi yang semakin luas, Gerakan 3S diharapkan mampu memperkuat solidaritas serta menumbuhkan budaya berbagi di Kota Sungai Penuh.(*)

Berita Terkait

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah
Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK
Pemekaran 4 Desa di Muaro Jambi Masuk Tahap Akhir, Kapan Mulai Beroperasi?
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:31 WIB

133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:01 WIB

4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas

Berita Terbaru