INTENASIONAL,JS – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan negaranya tidak akan mengirim pasukan perdamaian ke Gaza. Hal ini terkait proposal perdamaian Hamas-Israel yang disetujui Dewan Keamanan PBB.
“Iran tak tertarik mengirim pasukan perdamaian ke Gaza. Sebelum ada aktivitas perdamaian, kami harus memikirkan hak hidup rakyat Palestina,” kata Boroujerdi saat menghadiri Pameran Arsip Iran-Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025).
Boroujerdi menyatakan Iran mendukung upaya menghentikan genosida dan pertumpahan darah di Gaza. Namun, ia menekankan pemenuhan hak rakyat Palestina menjadi syarat utama. “Rakyat Palestina harus bebas memilih pemerintahan. Mereka juga harus dapat menghentikan genosida,” ujarnya.
Ia menambahkan, perdamaian akan sulit tercapai jika pihak lain masih menduduki tanah bangsa lain. “Kami berharap tidak ada lagi orang yang terbunuh di Palestina maupun di belahan dunia lain,” tegas Boroujerdi.
Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi rancangan Amerika Serikat. Resolusi itu membentuk Board of Peace (BoP) dan International Stabilization Force (ISF). Kedua lembaga ini akan mengatur tata kelola, rekonstruksi, dan keamanan di Gaza. Resolusi mendapat dukungan 13 dari 15 anggota. Cina dan Rusia abstain.
Utusan AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan, “Hari ini kita memiliki kekuatan untuk memadamkan api dan membuka jalan menuju perdamaian.” BoP akan dipimpin Trump. ISF akan menstabilkan keamanan. Mereka juga akan mendukung demiliterisasi Gaza, membongkar infrastruktur kelompok bersenjata, dan melindungi warga Palestina.
BoP dan ISF menjalankan mandat hingga 31 Desember 2027. Negara anggota akan bekerja sama dengan Mesir, Israel, dan pihak terkait jika ingin memperpanjang mandat. Resolusi ini juga membuka jalan bagi Palestina menentukan nasib sendiri setelah otoritas lokal melakukan reformasi.









