Raja Belanda Minta Maaf atas Perbudakan di Suriname

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebesamaan Raja Belanda dengan masyarakat adat Suriname

Kebesamaan Raja Belanda dengan masyarakat adat Suriname

INTERNASIONAL, JS –Perwakilan keturunan budak Afrika dan masyarakat adat Suriname menerima permohonan maaf dari Raja Belanda Willem-Alexander atas perbudakan Belanda. Raja menyampaikan permintaan maaf itu dalam pertemuan tertutup beberapa waktu lalu.

“Kami menerima permintaan dan pengampunan karena raja ingin bekerja sama dalam penyembuhan dan pemulihan,” kata Wilgo Ommen, perwakilan masyarakat adat Suriname, dikutip AFP.

Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima tiba di Suriname pada Minggu (30/11). Mereka melakukan kunjungan tiga hari, yang menjadi kunjungan pertama keluarga kerajaan Belanda dalam hampir lima dekade. Raja menegaskan bahwa ia akan membahas topik perbudakan selama kunjungannya.

Baca Juga :  China–Jepang Memanas, Beijing Panggil Dubes Jepang

“Perbudakan adalah bagian sejarah yang menyakitkan, dan kami tidak akan menghindarinya,” ujar Raja Willem-Alexander. Belanda menghentikan perbudakan di Suriname dan wilayah jajahannya pada 1 Juli 1863. Pemerintah memberlakukan masa transisi 10 tahun sehingga praktik itu baru benar-benar berhenti pada 1873.

Baca Juga :  Dukung Pramuka, Wali Kota Jambi Terima Penghargaan dari PPM Malaysia

Pada abad ke-16 dan 17, Belanda membawa sekitar 600 ribu orang Afrika ke Amerika Selatan dan Karibia sebagai bagian dari perdagangan budak.

Dalam pertemuan dengan Presiden Suriname Jennifer Geerlings-Simons, Raja Willem-Alexander menyatakan bahwa ia memahami dampak sejarah ini bagi keturunan budak dan masyarakat adat.

Ia menegaskan bahwa Belanda ingin mempererat hubungan dengan Suriname berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati.(AN)

Berita Terkait

Aturan Baru Haji 2026 Jadi Sorotan, Kamera Ponsel Bisa Bikin Jemaah Masuk Penjara
Instagram Geger! Jutaan Followers Artis Mendadak Hilang, Ternyata Ini Penyebabnya
BCA Expands QRIS Cross Border to China: Easy Cashless Payments for Indonesian Travelers in 2026
QRIS Goes Global 2026: Indonesia–China Payment Integration Unlocks Massive Opportunities for SMEs and Digital Economy Growth
Kerinci Coffee Poised to Dominate Global Export Market: Premium Arabica from Indonesia Attracts International Buyers
AI Revolution 2026: How Artificial Intelligence Is Transforming Jobs and Creating High-Income Opportunities Worldwide
German Investors Target Indonesia’s Coconut Industry: Tanjabtim Set to Become a Global Export Hub
Top 6 Favorite Tourist Destinations in Sumatra 2026: Complete Travel Cost, Facilities, and Smart Budget Guide for Maximum Savings
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:35 WIB

Aturan Baru Haji 2026 Jadi Sorotan, Kamera Ponsel Bisa Bikin Jemaah Masuk Penjara

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:00 WIB

Instagram Geger! Jutaan Followers Artis Mendadak Hilang, Ternyata Ini Penyebabnya

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:00 WIB

BCA Expands QRIS Cross Border to China: Easy Cashless Payments for Indonesian Travelers in 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 04:00 WIB

QRIS Goes Global 2026: Indonesia–China Payment Integration Unlocks Massive Opportunities for SMEs and Digital Economy Growth

Senin, 20 April 2026 - 04:00 WIB

Kerinci Coffee Poised to Dominate Global Export Market: Premium Arabica from Indonesia Attracts International Buyers

Berita Terbaru