Sampah Jadi Listrik: 4 Negara Asia Ini Bisa Jadi Inspirasi Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengolahan sampah di Singapura jadi listrik. (Sumber/Google)

Pengolahan sampah di Singapura jadi listrik. (Sumber/Google)

INTERNASIONAL,JS- Sampah di Indonesia terus menumpuk—38,2 juta ton di 2024, dan baru sepertiga yang terkelola. Tapi, ada kabar baik: beberapa negara Asia sudah membuktikan sampah bisa jadi sumber energi listrik. Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga China menunjukkan, sampah bukan hanya masalah, tapi juga peluang!

Singapura: Lahan Sedikit, Teknologi Maksimal

Dengan tiga fasilitas WtE besar, negara kota ini bisa mengolah ribuan ton sampah per hari. Misalnya, TuasOne WtE Plant menangani 3.600 ton sampah sehari dan menghasilkan listrik 120 MW. Bahkan, dengan model kemitraan publik–swasta di Keppel Seghers Tuas, pemerintah bisa berbagi beban sekaligus menekan emisi seminimal mungkin.

Baca Juga :  PBB Terancam Bangkrut, Guterres Minta Anggota Bayar Kontribusi

Jepang: Energi Bersih dari Kota Padat

Di Tokyo, fasilitas WtE seperti Hikarigaoka Plant dan Toshima Plant mampu mengubah ratusan ton sampah menjadi listrik untuk puluhan ribu rumah. Selain listrik, energi dari sampah juga mendukung pemanas kota. Jepang membuktikan bahwa teknologi dan disiplin tinggi bisa membuat WtE ramah lingkungan di tengah kota padat.

Korea Selatan: Jaringan WtE yang Terintegrasi

Korea Selatan punya lebih dari 35 pembangkit WtE tersebar di berbagai kota. Regulasi ketat menjaga emisi tetap rendah, sehingga masyarakat menerima proyek ini dengan baik. Menariknya, karakter sampah di Korea yang tinggi kadar air dan organiknya mirip dengan Indonesia, menjadikan pengalaman mereka relevan bagi kota-kota besar kita.

Baca Juga :  WNI Bisa Pakai SIM Indonesia di Luar Negeri, Catat Negaranya

China: Sampah Jadi Energi Skala Besar

China membangun ratusan fasilitas WtE dalam 15 tahun terakhir. Dukungan pemerintah, regulasi sederhana, dan skema pembiayaan strategis membuat proyek berjalan cepat dan efisien. Dengan urbanisasi tinggi, China menunjukkan sampah bisa menjadi sumber energi nyata, bukan sekadar masalah lingkungan.

Indonesia Mulai Bergerak

Indonesia sudah memulai langkah WtE melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Menurut Stefanus Ade Hadiwidjaja, program ini bisa menyelesaikan sekitar 10 persen persoalan sampah nasional. Dengan teknologi tepat, regulasi mendukung, dan investasi berkelanjutan, sampah di Indonesia bisa berubah dari beban menjadi peluang energi.(*)

Berita Terkait

Aturan Baru Haji 2026 Jadi Sorotan, Kamera Ponsel Bisa Bikin Jemaah Masuk Penjara
Instagram Geger! Jutaan Followers Artis Mendadak Hilang, Ternyata Ini Penyebabnya
BCA Expands QRIS Cross Border to China: Easy Cashless Payments for Indonesian Travelers in 2026
QRIS Goes Global 2026: Indonesia–China Payment Integration Unlocks Massive Opportunities for SMEs and Digital Economy Growth
Kerinci Coffee Poised to Dominate Global Export Market: Premium Arabica from Indonesia Attracts International Buyers
AI Revolution 2026: How Artificial Intelligence Is Transforming Jobs and Creating High-Income Opportunities Worldwide
German Investors Target Indonesia’s Coconut Industry: Tanjabtim Set to Become a Global Export Hub
Top 6 Favorite Tourist Destinations in Sumatra 2026: Complete Travel Cost, Facilities, and Smart Budget Guide for Maximum Savings
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:35 WIB

Aturan Baru Haji 2026 Jadi Sorotan, Kamera Ponsel Bisa Bikin Jemaah Masuk Penjara

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:00 WIB

Instagram Geger! Jutaan Followers Artis Mendadak Hilang, Ternyata Ini Penyebabnya

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:00 WIB

BCA Expands QRIS Cross Border to China: Easy Cashless Payments for Indonesian Travelers in 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 04:00 WIB

QRIS Goes Global 2026: Indonesia–China Payment Integration Unlocks Massive Opportunities for SMEs and Digital Economy Growth

Senin, 20 April 2026 - 04:00 WIB

Kerinci Coffee Poised to Dominate Global Export Market: Premium Arabica from Indonesia Attracts International Buyers

Berita Terbaru