MUAROJAMBI,JS– Gubernur Jambi Al Haris mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meninjau sejumlah situs penting di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi.
Mereka mengunjungi Purna Pagar Candi Parit Duku, Candi Teluk I, Candi Gedong I, Mandala, Gapura Candi Tinggi, dan Candi Alun-alun.
Dalam kesempatan ini, Fadli Zon menegaskan pemerintah pusat berkomitmen mempercepat revitalisasi kompleks percandian Muaro Jambi agar mendekati bentuk aslinya. “Kementerian Kebudayaan akan bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk tim ahli cagar budaya, untuk mempercepat proses pemugaran Candi Muaro Jambi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah akan fokus melakukan revitalisasi besar pada Candi Kedaton dan Koto Mahligai. Mereka akan menjalankan skema private partnership dengan pengawasan ketat dari arkeolog, sejarawan, dan tokoh-tokoh umat Buddha. Meskipun pemerintah sebelumnya telah memperbaiki candi-candi kecil, hasilnya belum sepenuhnya optimal. Fadli Zon menekankan, kawasan Muaro Jambi memiliki peran penting tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga sejarah peradaban Buddha dunia, termasuk keterkaitannya dengan Nalanda di India.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyambut keseriusan pemerintah pusat. Ia menyebut, dari sekitar 115 candi di kawasan Muaro Jambi, pemerintah baru merenovasi 12 candi. “Pak Menteri sangat serius untuk merevitalisasi candi kita. Kami akan memperbaiki beberapa candi yang runtuh,” ujarnya.
Selain itu, Al Haris menyampaikan, pemerintah daerah tengah mengajukan Kawasan Candi Muaro Jambi sebagai calon warisan dunia UNESCO. Jika berhasil, pemerintah optimistis hal ini akan mendorong sektor pariwisata Jambi.
Dengan demikian, pemerintah berharap revitalisasi Candi Muaro Jambi tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga meningkatkan ekonomi daerah melalui pariwisata berbasis sejarah dan budaya.(AN)









