SAROLANGUN – Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, SE, membuka Uji Kompetensi (Ukom) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2025, Sabtu (20/12/2025). Panitia melaksanakan kegiatan ini di Aula Saoenk Bang Radja, Kelurahan Suka Sari, Kecamatan Sarolangun.
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Seleksi JPT Prof. Dr. Sukamto Sutoto, SH, MH, Sekretaris Daerah Sarolangun Ir. Muhammad Arief, RH, MUM, Asisten I Drs. H. Arief Ampera, ME, Asisten II Ir. Dedy Hendry, M.Si, Kepala BKPSDM Sarolangun Linda Novita Herawati, SH, MH, serta para kepala OPD menghadiri kegiatan tersebut.
Selain itu, jajaran Tim Pansel JPT, Sekretaris BKPSDM Sarolangun Akhyar Mubarrok, S.Ag, M.Ap, Kabid PKA Arif Sulistiyono, SE, Kabid Mutasi dan Pembinaan Pegawai (MPP), serta jajaran BKPSDM Sarolangun turut hadir.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Gerry Trisatwika menegaskan bahwa uji kompetensi tidak sekadar menjadi kegiatan administratif. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi bagian penting dari sistem manajemen ASN. Pemerintah daerah ingin memastikan pejabat pimpinan tinggi memiliki kompetensi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan yang memadai.
Lebih lanjut, ia menyebut pelaksanaan uji kompetensi berlandaskan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2024 tentang ASN dan PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS.
Selanjutnya, Gerry Trisatwika menjelaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan pejabat eselon II menempati jabatan yang tepat. Pejabat harus memiliki kompetensi manajerial, sosial kultural, dan teknis yang sesuai. Dengan demikian, birokrasi dapat bergerak lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada kinerja.
Seiring dengan itu, ia menekankan peran strategis pejabat pimpinan tinggi pratama dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, pejabat eselon II harus menjadi teladan bagi ASN, menentukan arah kebijakan perangkat daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Di sisi lain, Wakil Bupati berharap seluruh peserta mengikuti uji kompetensi secara jujur, objektif, dan sungguh-sungguh. Ia meminta peserta menunjukkan integritas, kepemimpinan, dan inovasi dalam menghadapi tantangan birokrasi ke depan.
Tidak hanya itu, ia juga meminta peserta mampu menerjemahkan kebijakan nasional dan provinsi ke dalam program daerah. Program tersebut harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sarolangun sesuai RPJMD Sarolangun 2025–2029.
Menutup arahannya, Gerry Trisatwika menegaskan bahwa uji kompetensi tidak bertujuan mencari yang terbaik di atas kertas. Sebaliknya, pemerintah ingin menilai siapa yang paling siap, paling layak, dan paling berkomitmen dalam mengemban amanah jabatan secara profesional.
Pada akhirnya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia seleksi dan seluruh pihak pendukung. Ia berharap uji kompetensi berjalan lancar, objektif, transparan, dan akuntabel.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya membuka uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun,” ujar Gerry Trisatwika.
Usai pembukaan, Wakil Bupati Sarolangun, Ketua Tim Pansel JPT, Sekda Sarolangun, para asisten, dan peserta uji kompetensi mengikuti sesi foto bersama. Selanjutnya, panitia memulai rangkaian Uji Kompetensi JPT Pratama Tahun 2025.









