OTOMOTIF,JS- Banyak pemilik mobil masih menganggap memanaskan mesin sebagai rutinitas sepele. Padahal, cara yang keliru bisa mempercepat keausan komponen mesin. Kebiasaan memanaskan mesin yang salah sering terjadi karena mengikuti cara lama yang sudah tidak relevan dengan teknologi mobil modern.
Salah satu kesalahan paling umum adalah memanaskan mesin terlalu lama dalam kondisi idle tanpa tujuan yang jelas. Padahal, pada mobil dengan sistem injeksi, mesin hanya perlu dipanaskan sekitar 30–60 detik agar oli bisa bersirkulasi dengan baik. Rony Rahman, pemilik Bengkel Berkah Motor di Cibubur, menjelaskan, “Memanaskan mesin terlalu lama justru membuat mobil lebih boros bensin dan mempercepat kotoran di ruang bakar.” Karena itu, lebih baik memanaskan mesin dalam waktu singkat.
Selain itu, kebiasaan langsung menginjak pedal gas dalam-dalam setelah mesin menyala atau selesai dipanaskan juga bisa merusak komponen mesin. Irfan Reski, pemilik toko sparepart di Tapos, Depok, mengatakan kebiasaan ini bisa mempercepat keausan mesin. “Komponen mesin memerlukan waktu untuk beradaptasi.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menyalakan AC atau aksesori listrik berat sesaat setelah mesin hidup. Hal ini bisa menambah beban pada mesin yang masih dalam kondisi dingin, sehingga mempengaruhi kestabilan putaran mesin. “AC sebaiknya dinyalakan setelah mesin stabil agar tidak memberatkan kerja mesin di awal,” tambah Rony. Dengan demikian, menghindari penggunaan beban berat di awal dapat membantu memperpanjang umur mesin.
Dengan memahami cara yang benar dalam memanaskan mesin, pemilik mobil bisa menjaga performa mesin tetap optimal dan memperpanjang umur pakainya. Selain itu, cara yang tepat dalam memanaskan mesin juga menghemat bahan bakar dan mencegah kerusakan yang bisa memerlukan biaya perbaikan mahal. Jadi, pastikan untuk selalu memanaskan mesin dengan benar agar kendaraan Anda tetap sehat dan awet.(AN)









