Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.701 per Dolar AS

Didorong Sentimen Regional dan Data Tenaga Kerja AS

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah mngalami kenaikan hingga 0,10 persen

Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah mngalami kenaikan hingga 0,10 persen

PJAKARTA,JS — Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (6/11/2025).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 16 poin atau 0,10% menjadi Rp16.701 per dolar AS.

Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan positif beberapa mata uang di kawasan Asia.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi. Yen Jepang naik 0,24%, dolar Hong Kong menguat 0,01%, dolar Singapura naik 0,13%, dan ringgit Malaysia menguat 0,16%. Sementara itu, yuan China meningkat 0,06%, rupee India 0,05%, dan baht Thailand 0,25%. Adapun dolar Taiwan melemah 0,01%, peso Filipina turun 0,24%, dan won Korea Selatan merosot 0,46%.

Baca Juga :  57 Ribu Warga Malaysia Pindah Kewarganegaraan ke Singapura

Mengutip Reuters, dolar AS bertahan di bawah level tertingginya dalam beberapa bulan terakhir setelah rilis data ekonomi terbaru.

Data tenaga kerja sektor swasta AS menunjukkan peningkatan sebanyak 42.000 pekerja pada Oktober, melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan hanya 28.000.

Selain itu, aktivitas sektor jasa AS pada Oktober juga menunjukkan perbaikan berkat peningkatan pesanan baru yang cukup solid.

“Penyesuaian pasar terhadap ekspektasi suku bunga dan valuta asing yang bersifat hawkish mendapat dukungan tambahan dari data ADP yang menunjukkan rebound tenaga kerja lebih kuat dari perkiraan,” ujar Karl Schamotta, Kepala Strategi Pasar di Corpay, Toronto.

Baca Juga :  KPK : 51 Persen Kasus Korupsi Berasal dari Pemerintah Daerah

Menurut Schamotta, ketahanan pasar tenaga kerja AS membuat peluang bagi The Fed untuk melakukan pelonggaran moneter secara agresif semakin kecil.

“Dengan data yang cenderung menunjukkan ketahanan ekonomi, investor kini lebih berhati-hati dalam mengambil posisi yang bertaruh pada penurunan imbal hasil di masa mendatang,” tambahnya.(AN)

Berita Terkait

Tak Butuh Tim Besar! Ini 5 Ide Usaha Mandiri yang Paling Efektif
5 Kesalahan Sepele Ini Bisa Bunuh Bisnismu, Nomor 3 Paling Banyak Dilakukan!
Mau Kaya Seperti Buffett? Terapkan 6 Strategi Investasinya
Dapat Penghasilan Tambahan dengan AI, Bisa dari Rumah!
Transaksi Emas Digital Meledak: Rp 31 Triliun Hanya Sebulan
Ekonomi 6%, Lapangan Kerja Bakal Meledak! Ini Kata Pemerintah
Emas atau Perak? Ini Jawaban Soal Investasi Paling Cuan di 2026!
Dari Jajanan Biasa Jadi Raksasa Camilan, Ini Rahasia Pisang Madu Pasti
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:00 WIB

Tak Butuh Tim Besar! Ini 5 Ide Usaha Mandiri yang Paling Efektif

Minggu, 15 Februari 2026 - 07:00 WIB

5 Kesalahan Sepele Ini Bisa Bunuh Bisnismu, Nomor 3 Paling Banyak Dilakukan!

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:00 WIB

Mau Kaya Seperti Buffett? Terapkan 6 Strategi Investasinya

Minggu, 15 Februari 2026 - 03:00 WIB

Dapat Penghasilan Tambahan dengan AI, Bisa dari Rumah!

Minggu, 15 Februari 2026 - 00:01 WIB

Transaksi Emas Digital Meledak: Rp 31 Triliun Hanya Sebulan

Berita Terbaru

DANA Kaget

Lifestyle

DANA Kaget Tebar Saldo Gratis, Begini Cara Klaimnya

Minggu, 15 Feb 2026 - 12:30 WIB

Ilustrasi lupa akun Google

Teknologi

Lupa Akun Google? Begini Cara Pulihkannya dalam 5 Menit!

Minggu, 15 Feb 2026 - 12:00 WIB