PJAKARTA,JS — Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (6/11/2025).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 16 poin atau 0,10% menjadi Rp16.701 per dolar AS.
Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan positif beberapa mata uang di kawasan Asia.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi. Yen Jepang naik 0,24%, dolar Hong Kong menguat 0,01%, dolar Singapura naik 0,13%, dan ringgit Malaysia menguat 0,16%. Sementara itu, yuan China meningkat 0,06%, rupee India 0,05%, dan baht Thailand 0,25%. Adapun dolar Taiwan melemah 0,01%, peso Filipina turun 0,24%, dan won Korea Selatan merosot 0,46%.
Mengutip Reuters, dolar AS bertahan di bawah level tertingginya dalam beberapa bulan terakhir setelah rilis data ekonomi terbaru.
Data tenaga kerja sektor swasta AS menunjukkan peningkatan sebanyak 42.000 pekerja pada Oktober, melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan hanya 28.000.
Selain itu, aktivitas sektor jasa AS pada Oktober juga menunjukkan perbaikan berkat peningkatan pesanan baru yang cukup solid.
“Penyesuaian pasar terhadap ekspektasi suku bunga dan valuta asing yang bersifat hawkish mendapat dukungan tambahan dari data ADP yang menunjukkan rebound tenaga kerja lebih kuat dari perkiraan,” ujar Karl Schamotta, Kepala Strategi Pasar di Corpay, Toronto.
Menurut Schamotta, ketahanan pasar tenaga kerja AS membuat peluang bagi The Fed untuk melakukan pelonggaran moneter secara agresif semakin kecil.
“Dengan data yang cenderung menunjukkan ketahanan ekonomi, investor kini lebih berhati-hati dalam mengambil posisi yang bertaruh pada penurunan imbal hasil di masa mendatang,” tambahnya.(AN)









