MUAROJAMBI,JS– Pondok Pesantren Kasyiful Ulum di Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Minggu (25/02/2026). Panitia menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan penuh kekhusyukan dan suasana religius.
Selain peringatan Isra Mi’raj, panitia juga menggelar Khataman Al-Qur’an Bil-Ghoib serta pembacaan Alfiyah Ibnu Malik yang para santri ikuti dengan antusias.
Gubernur Jambi Hadiri Langsung Kegiatan Keagamaan
Pada momen tersebut, Gubernur Jambi Al Haris menghadiri langsung rangkaian kegiatan keagamaan di pondok pesantren. Ia datang bersama Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi Amrulsyah dan Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Bustanul Arifin.
Para pengasuh pondok pesantren, santri, tokoh agama, dan masyarakat sekitar menyambut kehadiran Gubernur Jambi dengan penuh kehangatan sejak awal kedatangannya.
Apresiasi untuk Ponpes Konsisten Cetak Penghafal Al-Qur’an
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan rasa bangga terhadap Pondok Pesantren Kasyiful Ulum. Ia menilai pondok pesantren tersebut terus konsisten mencetak generasi penghafal Al-Qur’an sejak berdiri pada tahun 2008.
Al Haris menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan peran Al-Qur’an sebagai fondasi utama masa depan generasi muda Jambi.
“Masyaallah, santrinya luar biasa. Banyak santri yang telah menjadi hafidz Al-Qur’an. Kondisi ini tentu membuat orang tua merasa bangga dan bahagia. Al-Qur’an sudah menjadi pegangan hidup anak-anak kita,” ujar Al Haris.
Hafidz Qur’an Miliki Peluang Besar di Masa Depan
Selanjutnya, Al Haris menjelaskan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki peluang besar dalam berbagai bidang. Banyak perguruan tinggi membuka jalur khusus bagi hafidz Qur’an.
Selain itu, institusi strategis seperti Akademi Militer dan Akademi Kepolisian juga memberikan kesempatan bagi para penghafal Al-Qur’an.
“Allah telah memudahkan jalan hidup mereka di dunia. Kelak, Allah juga menyiapkan kemuliaan di akhirat. Karena itu, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi orang tua selain memiliki anak hafidz Qur’an,” tuturnya.
Peran Hafidz Qur’an Selalu Hadir di Tengah Masyarakat
Selain peluang pendidikan, para hafidz Qur’an juga memegang peran penting di tengah masyarakat. Mereka mengisi peran sebagai imam masjid, guru ngaji, dan pengajar agama.
Para hafidz juga menjalankan tugas sebagai penyuluh keagamaan serta pendidik di pondok pesantren.
“Saya hampir tidak pernah melihat hafidz Qur’an menganggur. Ilmu mereka selalu bermanfaat dan masyarakat selalu membutuhkan,” tegas Al Haris.
Penghargaan untuk Kiai dan Pengasuh Pondok Pesantren
Pada akhir sambutan, Gubernur Al Haris menyampaikan penghargaan kepada para kiai, ustaz, dan pengasuh pondok pesantren. Ia menilai para pengajar tersebut berperan besar dalam membentuk sumber daya manusia yang berakhlak dan berilmu di Provinsi Jambi.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga seluruh pengabdian ini menjadi amal ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya.
Serahkan Bantuan CSR Bank Jambi
Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur Jambi Al Haris menyerahkan bantuan CSR Bank Jambi sebesar Rp25 juta kepada Pondok Pesantren Kasyiful Ulum. Bantuan tersebut mendukung pengembangan pendidikan dan fasilitas pondok pesantren di Kabupaten Muaro Jambi.(AN)









