JAKARTA,JS- Studi epidemiologis menunjukkan sekitar 2 hingga 3 persen orang dewasa hidup dengan ADHD. Namun, angka ini bervariasi di setiap negara. Di Jerman, data klaim asuransi kesehatan menunjukkan angka diagnosis ADHD pada orang dewasa masih rendah, sekitar 0,2 hingga 0,4 persen. Meski demikian, tren diagnosis baru menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Angka Diagnosis yang Meningkat Pesat
Antara tahun 2015 dan 2024, jumlah diagnosis ADHD pada orang dewasa yang terdaftar dalam asuransi publik Jerman meningkat hampir tiga kali lipat, dari 8,6 menjadi 25,7 per 10.000 orang. Peningkatan ini tidak hanya terjadi di Jerman, tetapi juga di berbagai negara lain, termasuk Amerika Serikat.
Faktor Penyebab Lonjakan Diagnosis ADHD
Peningkatan diagnosis ADHD pada orang dewasa ini diperkirakan terjadi karena beberapa faktor. Dr. Swantje Matthies, psikiater dan terapis perilaku di Klinik Psikiatri dan Psikoterapi Rumah Sakit Universitas Freiburg, menjelaskan bahwa lonjakan ini kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya kesadaran dan pemahaman tentang ADHD. Banyak orang dewasa yang sebelumnya tidak terdiagnosis kini mulai memeriksakan diri ke dokter. Kesadaran yang lebih tinggi dan diagnosa yang lebih tepat berperan besar dalam tren ini.
Peningkatan jumlah diagnosis ini mencerminkan perubahan dalam cara pandang masyarakat terhadap ADHD. Masyarakat kini lebih memahami bahwa ADHD bukan masalah pribadi atau kekurangan semangat. Gangguan ini terkait langsung dengan cara kerja otak yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus, mengatur waktu, dan mengontrol impuls.
Pentingnya Dukungan dan Pemahaman
Memahami ADHD dengan lebih baik dapat membantu orang dewasa yang mengalaminya menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif. Banyak orang yang baru mengetahui bahwa mereka mengidap ADHD merasa terbantu setelah menerima diagnosis yang jelas. Dengan penanganan yang tepat, mereka dapat mengatasi hambatan dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
Peningkatan diagnosis ADHD pada orang dewasa juga menunjukkan bahwa meskipun gangguan ini sering tidak terdiagnosis, kini lebih banyak orang yang mengenalnya dan memperhatikannya. Hal ini memberikan harapan bahwa lebih banyak orang akan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.(AN)









