Al Haris Minta Evaluasi Total Usai Siswa Keracunan MBG

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Gubernur Jambi, H Alharis

Foto ; Gubernur Jambi, H Alharis

JAMBI,JS– Puluhan siswa di Kabupaten Muaro Jambi diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, Jumat (30/1/2026). Insiden ini langsung menyita perhatian Pemerintah Provinsi Jambi.

Tak lama setelah pulang sekolah, para siswa mengeluhkan sakit perut, diare, dan muntah-muntah. Melihat kondisi anak yang semakin lemah, orang tua segera membawa mereka ke RSUD Ahmad Ripin Sengeti.

Gubernur Al Haris: Ini Tidak Boleh Terulang

Baca Juga :  Gubernur Jambi Minta Percepatan Jalan Khusus Batubara

Menanggapi kejadian ini, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menyayangkan insiden tersebut karena program MBG seharusnya meningkatkan gizi dan kesehatan anak sekolah.

“Kita sangat prihatin. Anak-anak ini sedang menikmati makanan, tapi justru jatuh sakit. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang,” tegas Al Haris.

Minta Semua Pihak Turun Tangan

Baca Juga :  MBG Jadi Mesin Baru Penggerak Ekonomi Daerah Jambi

Selanjutnya, Al Haris meminta seluruh pihak terkait bergerak cepat. Ia menginstruksikan tim ketahanan pangan, pihak rumah sakit, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, hingga Badan Gizi Nasional untuk menangani kasus ini secara serius.

Menurutnya, evaluasi tidak hanya fokus pada penanganan korban, tetapi juga pada seluruh rantai pelaksanaan MBG.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap bahan makanan, proses pengolahan, serta distribusi makanan ke sekolah-sekolah. Ia menilai keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam program MBG.

“Kita ingin anak-anak menerima makanan yang layak, aman, dan benar-benar bergizi. Keselamatan anak adalah prioritas utama,” ujarnya.

Penyebab Masih Ditelusuri

Terkait penyebab pasti dugaan keracunan, Al Haris menyampaikan bahwa tim masih bekerja di lapangan. Ia memastikan proses investigasi berjalan secara profesional dan transparan.

Tim akan memeriksa sampel makanan, dapur pengolahan, serta pihak penyedia MBG.

“Untuk penyebab pastinya, kita tunggu hasil kerja tim. Yang jelas, kasus ini harus diusut tuntas,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil
Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan
Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana
Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut
Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak
26 ASN Sungai Penuh Jalani Ujian Dinas, BKPSDM:Untuk Persamaan Ijazah dan Kenaikan Pangkat
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
Wujud Kepedulian Pemkot Sungai Penuh, Wawako Azhar Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Balita Stunting
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 19:15 WIB

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil

Rabu, 30 September 2026 - 16:30 WIB

Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan

Rabu, 30 September 2026 - 16:01 WIB

Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana

Rabu, 30 September 2026 - 13:01 WIB

Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut

Rabu, 30 September 2026 - 12:03 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak

Berita Terbaru