ASN Tidak Bisa Santai Lagi, Ini Standar yang Ditetapkan Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah tetapkan standar baru bagi ASN DI indonesia.

Pemerintah tetapkan standar baru bagi ASN DI indonesia.

JAKARTA,JS- Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menetapkan standar baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tujuannya, mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, transformasi ini selaras dengan visi Indonesia Emas 2045, menghadapi megatren global seperti perubahan iklim, persaingan sumber daya alam, urbanisasi, pemanfaatan luar angkasa, dan disrupsi teknologi.

ASN Harus Lincah dan Berbasis Data

Menteri PANRB Rini Widyantini menekankan ASN harus lincah, berpikir ke depan, dan mampu meninjau ulang kebijakan. Selain itu, ASN harus berpikir lintas batas, mengambil keputusan berbasis bukti, dan memanfaatkan big data secara terintegrasi.

Baca Juga :  Pertamina Sesuaikan Harga BBM, Ini Daftar Terbarunya

“Desain Besar Reformasi Birokrasi Nasional 2025-2045 menjadi instrumen strategis pembangunan. Dengan kata lain, hal ini menentukan kemampuan pemerintah mengeksekusi kebijakan secara cepat, responsif, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Rini.

Capaian Dua Dekade Reformasi Birokrasi

Selama 20 tahun terakhir, reformasi birokrasi mencatat banyak capaian. Misalnya:

Menyederhanakan struktur organisasi

Mentrasformasi jabatan fungsional

Memperkuat akuntabilitas melalui SAKIP

Mengonsolidasikan layanan publik

Mengimplementasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di 91 persen kementerian/lembaga

Namun, Rini menegaskan fase baru reformasi menuntut perubahan dari business as usual menuju transformative governance. Fokusnya, integrasi lintas sektor, partisipasi pemangku kepentingan, dan penciptaan nilai tambah bagi masyarakat.

Baca Juga :  Gelombang Efisiensi 2026 Hantam ASN, PPPK Paling Terpukul

Lima Dokumen Kesepakatan Nasional

Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Erwan Agus Purwanto, menyebut lima dokumen kesepakatan telah disusun oleh seluruh kementerian/lembaga pengampu agenda reformasi birokrasi periode 2025-2029.

Dokumen ini menegaskan arah besar reformasi birokrasi. Selain itu, mereka memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah daerah.

“Reformasi Birokrasi Nasional kini bukan agenda sektoral lagi. Dengan demikian, ini menjadi agenda nasional bersama untuk mewujudkan birokrasi Indonesia yang lincah, berintegritas, dan melayani menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Erwan.(AN)

Berita Terkait

Resmi! 8 Kebijakan Baru Pemerintah 2026: WFH ASN, BBM Dibatasi, Potensi Hemat Rp130 Triliun
Guru Madrasah Gagal Jadi ASN? DPR Desak Kemenag Siapkan Insentif
Kredit Murah 6% dari Koperasi Merah Putih Jadi Solusi!, Tekan Pinjol
Hoaks PPPK 2026, 3 Fakta Penting soal Status ASN yang Wajib Kamu Tahu!
Aturan Baru BBM Subsidi Berlaku 1 April 2026: Batas Pertalite & Solar Diperketat, Ini Dampaknya ke Pengguna!
Tarif Listrik April 2026 Resmi Diumumkan: Tidak Naik, Tapi Tagihan Bisa Membengkak! Ini Penyebabnya
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi 2026: Cara Hemat Biaya Transportasi Agar Keuangan Tetap Stabil
Belanja Pegawai Tembus 30% APBD? Ini Strategi Efisiensi Tanpa PHK PPPK Bisa Ditiru Pemda
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:00 WIB

Resmi! 8 Kebijakan Baru Pemerintah 2026: WFH ASN, BBM Dibatasi, Potensi Hemat Rp130 Triliun

Rabu, 1 April 2026 - 16:30 WIB

Guru Madrasah Gagal Jadi ASN? DPR Desak Kemenag Siapkan Insentif

Rabu, 1 April 2026 - 14:00 WIB

Hoaks PPPK 2026, 3 Fakta Penting soal Status ASN yang Wajib Kamu Tahu!

Rabu, 1 April 2026 - 13:00 WIB

Aturan Baru BBM Subsidi Berlaku 1 April 2026: Batas Pertalite & Solar Diperketat, Ini Dampaknya ke Pengguna!

Rabu, 1 April 2026 - 09:30 WIB

Tarif Listrik April 2026 Resmi Diumumkan: Tidak Naik, Tapi Tagihan Bisa Membengkak! Ini Penyebabnya

Berita Terbaru