BISNIS,JS- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi memublikasikan struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen. Salah satu saham yang terungkap adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI.
Langkah ini mengikuti Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/KDK.04/2026. Keputusan tersebut menunjuk BEI dan KSEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka. Kini, setiap bulan, publik dapat mengakses data ini melalui situs resmi BEI. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan transparansi dan kualitas informasi kepemilikan saham di pasar modal.
Mengenal Saham BMRI
Ticker “BMRI” menjadi simbol resmi saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Bursa Efek Indonesia. Dengan membeli saham BMRI, investor memiliki sebagian kecil dari bisnis perbankan terbesar di Indonesia.
Sejak dibentuk pada 2 Oktober 1998, Bank Mandiri hasil peleburan empat bank pemerintah—Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia—telah berkembang menjadi bank BUMN terbesar dan salah satu yang paling berpengaruh dalam perekonomian nasional.
Struktur Kepemilikan Saham BMRI di Atas 1%
Berdasarkan data resmi BEI, beberapa pemegang saham BMRI yang memiliki lebih dari 1% saham adalah:
| Kode Saham | Nama Emiten | Nama Investor | Domisili | Persentase |
| BMRI | Bank Mandiri (Persero) Tbk | PT Danantara Asset Management (Persero) | – | 51,48% |
| BMRI | Bank Mandiri (Persero) Tbk | Indonesia Investment Authority | Indonesia | 8% |
| BMRI | Bank Mandiri (Persero) Tbk | DJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua | Indonesia | 1,33% |
| BMRI | Bank Mandiri (Persero) Tbk | Employees Provident Fund Board | Malaysia | 1,26% |
Publikasi ini memberi investor informasi lengkap mengenai pemilik saham utama BMRI dan proporsinya.
Alasan Saham BMRI Selalu Menarik Investor
1. Kinerja Keuangan yang Solid dan Konsisten
Bank Mandiri rutin mencatat laba bersih yang tinggi. Pertumbuhan aset dan dana pihak ketiga terus meningkat. Kondisi ini membuat investor yakin bahwa perusahaan dikelola dengan baik dan berpotensi memberikan return yang stabil.
2. Dividen Rutin yang Menggiurkan
BMRI dikenal sebagai salah satu saham blue-chip yang membagikan dividen secara konsisten. Investor pemula maupun profesional dapat menikmati “hasil sewa” dari investasi secara periodik. Kebijakan dividen ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk berbagi keuntungan dengan pemegang saham.
3. Status Saham Blue-Chip dan BUMN
Sebagai saham blue-chip dan bank BUMN, BMRI dianggap lebih stabil dan terpercaya. Dampak sistemik perusahaan terhadap ekonomi nasional membuat investor menilai saham ini sebagai aset yang aman dengan dukungan pemerintah.
4. Transformasi Digital yang Masif
Bank Mandiri terus berinovasi dengan platform digital seperti Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri. Inisiatif ini menarik nasabah muda sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Investor menilai langkah digitalisasi ini sebagai fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang.
5. Keterkaitan dengan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Memiliki saham BMRI seolah memiliki “kepentingan” dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ekonomi berkembang, permintaan kredit dan layanan perbankan meningkat, yang mendukung kinerja bank secara keseluruhan.(*)









