JAKARTA,JS– Badan Gizi Nasional (BGN) berencana menggelontorkan dana hingga Rp 1,2 triliun per hari pada 2026 untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers virtual terkait SDGs di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat.
Dadan mengatakan, BGN akan mengelola anggaran total Rp 335 triliun untuk menjangkau seluruh penerima manfaat di Indonesia. “Insyaallah tahun depan, dana Rp 1,2 triliun per hari akan langsung kami salurkan ke masyarakat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, BGN memiliki pagu Rp 268 triliun dan dana cadangan Rp 67 triliun. Dana ini akan disalurkan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di daerah supaya anak-anak mendapatkan asupan bergizi.
“Uang ini kami gelontorkan langsung ke garis depan,” tambahnya.
Untuk alokasi daerah, BGN memberi setiap SPPG di Jawa Rp 900 juta. Dana untuk Papua lebih besar menyesuaikan kebutuhan. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan Rp 71 triliun untuk MBG. BGN meningkatkan menjadi Rp 99 triliun untuk menutup kekurangan.
Dadan menuturkan, sampai saat ini BGN sudah menyalurkan hampir setengah dari total anggaran MBG. “Kami sudah mengucurkan sekitar Rp 46 triliun, membeli produk lokal dan memberi pendapatan bagi masyarakat. Program ini juga membantu mengurangi kemiskinan,” jelasnya.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Rachmat Pambudy, menugaskan BGN menjalankan MBG sebagai upaya mengentaskan kemiskinan melalui pemenuhan gizi anak-anak.(AN)









