BISNIS,JS- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional atas kiprahnya dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kali ini, BRI meraih penghargaan Best SME Bank in Indonesia 2027 dalam ajang Best SME Bank Awards 2027 yang diselenggarakan oleh Global Finance.
Selain mengapresiasi kinerja BRI dalam melayani pelaku usaha kecil dan menengah, Global Finance juga menempatkan BRI sebagai pemenang global untuk kategori Best Bank for Agriculture and Rural SMEs. Penghargaan tersebut menyoroti peran BRI dalam memperluas akses layanan keuangan bagi petani, pengusaha mikro, serta pelaku UMKM yang menjalankan usaha di wilayah perdesaan.
Pencapaian ini berkaitan erat dengan karakter bisnis BRI yang selama ini menyasar sektor mikro dan ekonomi kerakyatan. Melalui jaringan layanan serta berbagai program pemberdayaan, BRI berupaya membantu masyarakat memperoleh akses permodalan sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan usaha.
Bagi pelaku UMKM, akses terhadap layanan keuangan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelangsungan bisnis. Namun, modal saja tidak selalu cukup. Pelaku usaha juga membutuhkan pengetahuan pengelolaan keuangan, pendampingan, akses pasar, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Karena itu, BRI mengembangkan pendekatan yang menggabungkan pembiayaan dengan pendampingan usaha. Sejumlah program, seperti Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, Rumah BUMN, dan LinkUMKM, menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat ekosistem UMKM di berbagai daerah.
BRI Raih Penghargaan Internasional untuk Sektor UMKM
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam melayani dan memberdayakan UMKM di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Hery, BRI tidak hanya mengukur keberhasilan melalui jumlah pembiayaan yang disalurkan. Perusahaan juga memperhatikan dampak dukungan tersebut terhadap perkembangan usaha, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, dan terbukanya akses pasar.
Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan UMKM perlu berjalan secara berkelanjutan agar pelaku usaha mampu meningkatkan skala bisnisnya.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan internasional terhadap konsistensi BRI dalam melayani dan memberdayakan UMKM hingga ke berbagai wilayah Indonesia. Bagi kami, keberhasilan dalam mengembangkan UMKM tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari seberapa besar BRI mampu menciptakan dampak, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, dan mendorong pelaku UMKM untuk terus tumbuh dan naik kelas,” ujar Hery.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dukungan perbankan terhadap UMKM mencakup berbagai aspek. Selain menyediakan akses modal, bank juga dapat membantu pelaku usaha memahami pengelolaan bisnis, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan daya saing produk.
Dengan pendekatan tersebut, pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Fokus BRI pada Petani dan Pengusaha di Perdesaan
Sektor pertanian dan ekonomi perdesaan menjadi bagian penting dalam strategi pemberdayaan BRI. Banyak masyarakat di desa menggantungkan penghasilan dari kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagangan, hingga industri rumah tangga.
Akan tetapi, pelaku usaha di wilayah perdesaan sering membutuhkan dukungan yang lebih luas daripada sekadar pinjaman. Mereka juga memerlukan akses terhadap teknologi, informasi pasar, jaringan distribusi, dan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas.
BRI mengembangkan jaringan layanan dan program pemberdayaan untuk menjangkau kebutuhan tersebut. Melalui pendekatan ini, perusahaan berupaya memperluas akses keuangan sekaligus mendorong kegiatan ekonomi produktif di tingkat lokal.
Dukungan terhadap petani juga memiliki keterkaitan dengan keberlanjutan usaha. Petani membutuhkan modal untuk membeli benih, pupuk, peralatan, dan memenuhi kebutuhan operasional selama masa tanam hingga panen.
Sementara itu, pelaku UMKM yang mengolah hasil pertanian membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta memperluas jangkauan pemasaran.
Oleh sebab itu, penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan.
Desa BRILiaN Jangkau Lebih dari 5.700 Desa
Salah satu program pemberdayaan yang dikembangkan BRI adalah Desa BRILiaN. Program ini mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal, penguatan kelembagaan desa, serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola kegiatan ekonomi produktif.
Berdasarkan data yang disampaikan BRI dalam materi penghargaan tersebut, Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa.
Capaian tersebut memperlihatkan luasnya jangkauan program pemberdayaan ekonomi berbasis desa yang dikembangkan perusahaan.
Melalui pengembangan potensi lokal, desa dapat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, produk olahan, kerajinan, hingga kegiatan ekonomi lain yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
Namun, pengembangan ekonomi desa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah desa, kelompok usaha, koperasi, BUMDes, perbankan, dan masyarakat perlu membangun kerja sama agar potensi lokal dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, program pemberdayaan desa dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Klasterku Hidupku Jangkau Lebih dari 44 Ribu Klaster Usaha
Selain Desa BRILiaN, BRI menjalankan program Klasterku Hidupku untuk mendukung kelompok usaha yang bergerak dalam berbagai sektor ekonomi.
BRI mencatat program tersebut telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.
Pendekatan berbasis klaster memungkinkan pelaku usaha dengan bidang kegiatan serupa untuk memperoleh dukungan sesuai karakteristik bisnisnya. Contohnya, kelompok petani, pengolah hasil pertanian, produsen makanan, dan pelaku usaha kerajinan memiliki kebutuhan yang berbeda.
Dengan memahami karakteristik masing-masing kelompok, program pendampingan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan keterampilan, memperbaiki proses produksi, dan mengembangkan peluang pemasaran.
Selain itu, kerja sama antarpelaku usaha dapat membuka kesempatan untuk berbagi pengalaman dan memperkuat rantai pasok.
Bagi kelompok usaha di perdesaan, kolaborasi semacam ini dapat membantu mereka menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, perubahan harga bahan baku, dan akses pasar yang belum merata.
Meski demikian, perkembangan setiap klaster tetap bergantung pada kondisi usaha, kemampuan pengelolaan, permintaan pasar, dan kesinambungan pendampingan.
LinkUMKM Perluas Akses Pendampingan Digital
Perkembangan teknologi juga mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan pemasaran digital dan pengelolaan usaha berbasis teknologi.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, BRI menghadirkan LinkUMKM sebagai platform yang membantu pelaku usaha mengakses berbagai layanan pengembangan bisnis.
Dalam materi yang menyertai pengumuman penghargaan, BRI menyebut LinkUMKM telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.
Platform ini menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan yang menghubungkan pelaku usaha dengan informasi dan dukungan untuk meningkatkan kapasitas bisnis.
Bagi UMKM yang ingin mengembangkan usahanya, pemanfaatan teknologi dapat membantu memperluas jangkauan konsumen, memperkenalkan produk, serta mempermudah komunikasi dengan pelanggan.
Namun, pelaku usaha tetap perlu memperhatikan kualitas produk, pelayanan, pengelolaan keuangan, dan konsistensi pemasaran. Kehadiran platform digital tidak secara otomatis menjamin peningkatan omzet.
Karena itu, pendampingan dan peningkatan keterampilan tetap memegang peranan penting agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan bisnisnya.
Rumah BUMN Dukung Pengembangan Kapasitas UMKM
BRI juga mengembangkan pemberdayaan melalui Rumah BUMN, yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.
Menurut data dalam materi yang disampaikan BRI, program Rumah BUMN telah diikuti sekitar 596 ribu pelaku UMKM hingga Juni 2026.
Program pemberdayaan semacam ini dapat membantu pelaku usaha memahami berbagai aspek bisnis, mulai dari pengembangan produk, pemasaran, pengelolaan usaha, hingga pemanfaatan teknologi.
Bagi usaha kecil yang sedang berkembang, peningkatan kemampuan pengelolaan menjadi salah satu kebutuhan penting. Pelaku usaha perlu memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, mencatat pemasukan serta pengeluaran, dan menghitung biaya produksi secara cermat.
Langkah tersebut membantu pemilik usaha memahami kondisi keuangan sekaligus menilai kemampuan bisnis dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.
Dengan pengelolaan yang lebih teratur, pelaku UMKM juga dapat menyiapkan rencana pengembangan usaha berdasarkan kebutuhan dan kemampuan keuangan yang sebenarnya.
Bagaimana Dukungan Pembiayaan BRI bagi UMKM?
Penghargaan untuk sektor UMKM dan pertanian turut menyoroti pentingnya akses pembiayaan bagi usaha produktif.
Bagi pengusaha mikro, tambahan modal dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional, membeli peralatan, menambah persediaan, atau meningkatkan kapasitas produksi. Sementara itu, petani membutuhkan pembiayaan yang sesuai dengan siklus usaha dan waktu penerimaan hasil panen.
Salah satu produk pembiayaan yang dikenal masyarakat adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program KUR mendukung akses pembiayaan bagi usaha produktif yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah dan bank penyalur.
Meski demikian, calon debitur perlu memahami bahwa pengajuan KUR tidak otomatis menjamin persetujuan. Bank tetap melakukan pemeriksaan dokumen, penilaian usaha, dan evaluasi kemampuan membayar berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Sebelum mengajukan pembiayaan, pelaku UMKM sebaiknya menghitung kebutuhan modal secara terperinci. Mereka juga perlu memperkirakan pendapatan, biaya operasional, serta kemampuan membayar angsuran ketika usaha menghadapi penurunan penjualan.
Calon nasabah dapat mencari informasi mengenai persyaratan, plafon, suku bunga atau ketentuan biaya, tenor, dan simulasi angsuran melalui kanal resmi BRI.
Dengan perencanaan yang matang, pembiayaan dapat digunakan secara lebih terarah untuk mendukung kegiatan produktif, bukan sekadar menambah beban keuangan usaha.
Pertanian Berperan dalam Ketahanan Pangan Nasional
Dukungan terhadap pertanian tidak hanya berkaitan dengan pendapatan petani. Sektor ini juga berperan dalam menjaga ketersediaan pangan dan menopang perekonomian masyarakat.
Kegiatan pertanian melibatkan banyak pelaku usaha, mulai dari penyedia sarana produksi, petani, pedagang pengumpul, pengolah hasil panen, hingga distributor dan pedagang eceran.
Karena itu, penguatan sektor pertanian membutuhkan ekosistem yang saling terhubung. Akses pembiayaan, pendampingan, teknologi, distribusi, dan kepastian pasar dapat membantu pelaku usaha menghadapi tantangan produksi serta pemasaran.
BRI menyatakan akan terus memperkuat dukungan kepada petani dan UMKM pertanian melalui akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta pengembangan ekosistem dari hulu hingga hilir.
Hery menegaskan bahwa komitmen tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk mendorong swasembada pangan dan memperkuat perekonomian masyarakat.
“BRI lahir, tumbuh, dan berkembang bersama masyarakat Indonesia. Karena itu, kami akan terus memastikan bahwa keberadaan BRI mampu membuka akses dan kesempatan yang semakin luas bagi pelaku usaha, termasuk petani dan UMKM di perdesaan. Kami ingin semakin banyak UMKM tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berkembang dan naik kelas,” lanjut Hery.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap pertanian dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat.
“Komitmen ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mendorong swasembada pangan. Bagi BRI, memperkuat sektor pertanian berarti memperkuat ekonomi rakyat sekaligus membangun fondasi kedaulatan ekonomi Indonesia,” pungkas Hery.
Bagaimana Global Finance Menentukan Pemenang?
Global Finance menetapkan pemenang Best SME Bank Awards 2027 melalui riset independen dan data yang disampaikan oleh bank peserta.
Dalam penilaiannya, publikasi keuangan internasional tersebut mempertimbangkan sejumlah aspek. Beberapa di antaranya mencakup pemahaman bank terhadap kebutuhan nasabah SME, keluasan produk dan layanan, inovasi, pengalaman nasabah, serta bukti pelaksanaan program dan dampaknya.
Penilaian tahun ini mencerminkan kinerja institusi selama periode 1 April 2025 hingga 31 Maret 2026.
Selain pembiayaan, Global Finance juga memperhatikan kemampuan bank dalam menyediakan solusi lain untuk mendukung bisnis, seperti layanan pembayaran, trade finance, perangkat digital, konsultasi, dan layanan khusus yang memberikan dampak terukur bagi nasabah.
Pendiri sekaligus Direktur Editorial Global Finance, Joseph Giarraputo, menyoroti peran usaha kecil dan menengah dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, serta menopang perekonomian.
Global Finance merupakan publikasi keuangan internasional yang berdiri sejak 1987. Publikasi tersebut memiliki pembaca di 196 negara, wilayah, dan distrik, termasuk kalangan eksekutif korporasi serta sektor keuangan yang terlibat dalam pengambilan keputusan investasi dan strategi bisnis.
Penghargaan Jadi Dorongan untuk Memperkuat UMKM
Penghargaan Best SME Bank in Indonesia 2027 dan Best Bank for Agriculture and Rural SMEs memberikan pengakuan terhadap kiprah BRI dalam segmen usaha kecil dan menengah, terutama sektor pertanian dan perdesaan.
Di sisi lain, penghargaan tersebut juga menyoroti pentingnya pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya mengandalkan pembiayaan, tetapi turut mencakup pendampingan, peningkatan keterampilan, pemanfaatan teknologi, dan perluasan akses pasar.
Ke depan, tantangan pengembangan UMKM tidak berhenti pada ketersediaan modal. Pelaku usaha juga perlu menghadapi persaingan, perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, dan fluktuasi biaya produksi.
Karena itu, hasil program pemberdayaan perlu dilihat dari manfaat nyata bagi pelaku usaha, termasuk kemampuan menjaga kelangsungan bisnis, meningkatkan produktivitas, dan memperluas pasar.
Bagi petani dan pengusaha di perdesaan, akses terhadap layanan keuangan yang sesuai kebutuhan dapat menjadi salah satu penunjang untuk mengembangkan usaha secara bertahap.
Melalui kombinasi pembiayaan dan program pemberdayaan, BRI menyatakan akan terus mendukung pertumbuhan UMKM serta memperkuat peran sektor pertanian dalam perekonomian nasional.(*)










