BRIN: Faktor Lingkungan Perparah Dampak Siklon Tropis Senyar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kantor BRIN

Foto : Kantor BRIN

JAKARTA,JS– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan faktor di luar cuaca ekstrem memperparah dampak Siklon Tropis Senyar dibandingkan Seroja. Energi badai Senyar hanya sepertiga dari Seroja, namun kerusakan jauh lebih besar.

Energi Badai Lebih Rendah, Korban Lebih Tinggi

Profesor Riset BRIN sekaligus Ahli Iklim dan Cuaca Ekstrem, Erma Yulihastin, mengatakan energi Senyar hanya sekitar 20% dari Seroja, termasuk setelah tim BRIN memperhitungkan pergerakannya di perairan sempit Selat Malaka. Namun, Senyar menimbulkan kerusakan parah.

Baca Juga :  Eks-Siklon Bakung Picu Angin Kencang, Waspada Hujan Lebat

Banjir dan longsor di Sumatra menewaskan lebih dari 1.000 orang. Ratusan lainnya masih hilang atau dalam pencarian. Angka ini lima kali lipat lebih tinggi dibanding korban Seroja pada 2021, yang menewaskan 181 orang.

“Artinya, ada faktor lain selain kekuatan badai,” kata Erma dalam diskusi Risiko Cuaca Ekstrem dan Solusi Iklim pada Kamis (18/12/2025).

Badai Tropis Semakin Dekat ke Daratan

BRIN mencatat badai tropis kini lebih intens dan cenderung bergerak mendekati daratan Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah suhu permukaan laut yang lebih hangat di pesisir dibanding laut lepas. Kondisi ini menarik sistem badai ke darat.

Baca Juga :  Tiga Siklon Dekat Indonesia, Daerah Ini Diminta Waspada

Peran Deforestasi dan Pemanasan Daratan

Selain faktor laut, kondisi daratan juga memengaruhi arah badai. Riset eksperimen di Teluk Meksiko menunjukkan pengurangan tutupan hutan dan pemanasan daratan membuat badai lebih mudah bergerak ke darat. Sebaliknya, daratan berhutan menjaga badai tetap di tengah laut.

Dengan kata lain, deforestasi dan pemanasan daratan mengubah arah badai tropis melalui perubahan suhu, proses evaporasi, dan interaksi darat-laut. Temuan ini memperkuat hasil BRIN bahwa faktor lingkungan noncuaca memperparah dampak Senyar.

Peringatan bagi Indonesia

Temuan ini menjadi peringatan serius. Selain itu, badai tropis yang lebih sering terjadi, walau berenergi kecil, menimbulkan dampak besar. Risiko bencana kini tergantung bukan hanya pada kekuatan badai, tetapi juga kondisi lingkungan. BRIN menekankan pentingnya mitigasi yang lebih baik agar kerusakan di masa depan tidak meningkat.(AN)

Berita Terkait

Viral! Guru PPPK Minta Status PNS, Pemerintah Dinilai Bisa Ulang Sejarah Era SBY
Tagihan Listrik PLN Mendadak Naik? Ternyata Ini Penyebab yang Jarang Disadari Pelanggan
PT Indomobil Finance Buka 17 Lowongan Kerja 2026, Fresh Graduate D3 dan S1 Langsung Bisa Daftar
Dibuka Bulan Depan, Ini Bocoran Formasi, Syarat Daftar SSCASN dan Peluang Lolos Terbaru
Sidang Isbat Malam Ini, Idul Adha Jatuh Pada 27 Mei 2026
Lowongan Kerja PT Mayora Indah Mei 2026 Dibuka Besar-Besaran, Fresh Graduate D4-S1 Bisa Daftar Gaji dan Karier Menjanjikan
Gaji 13 PPPK Bangka Cair Juni 2026, TPP ASN Naik Rp250 Ribu! Ini Jadwal dan Besaran Lengkapnya
Guru Honorer Jangan Panik, Ini Solusi yang Disiapkan Pemerintah dan DPR
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 14:30 WIB

Viral! Guru PPPK Minta Status PNS, Pemerintah Dinilai Bisa Ulang Sejarah Era SBY

Senin, 18 Mei 2026 - 13:05 WIB

Tagihan Listrik PLN Mendadak Naik? Ternyata Ini Penyebab yang Jarang Disadari Pelanggan

Senin, 18 Mei 2026 - 07:02 WIB

PT Indomobil Finance Buka 17 Lowongan Kerja 2026, Fresh Graduate D3 dan S1 Langsung Bisa Daftar

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Dibuka Bulan Depan, Ini Bocoran Formasi, Syarat Daftar SSCASN dan Peluang Lolos Terbaru

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:02 WIB

Sidang Isbat Malam Ini, Idul Adha Jatuh Pada 27 Mei 2026

Berita Terbaru