JAKARTA,JS – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BSI) resmi naik kelas menjadi badan usaha milik negara (BUMN). Dengan begitu, BSI kini sejajar dengan bank-bank anggota Himbara dan tidak lagi hanya menggabungkan entitas usaha syariah milik Mandiri, BNI, dan BRI.
Milad ke-5 Jadi Momentum Inspiratif
Dalam pidato Milad BSI ke-5 di BSI Tower, Senin (2/2/2026), Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa BSI kini setara dengan bank Himbara lainnya. Selain itu, ia meminta seluruh pegawai BSI bersaing secara profesional.
“Memantaskan Diri” Menjadi Kunci Sukses
“Mari kita memantaskan diri. Institusi kita sudah sejajar dengan Himbara lainnya. Namun, pertanyaannya, apakah para driver dan mekanik kita siap bersaing?” ujar Anggoro.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa status baru menuntut peningkatan kemampuan, kapasitas, dan integritas pegawai. “Kita bersaing dengan guru-guru dari Mandiri, BRI, dan BNI. Pastikan kemampuan kita cukup untuk bersaing secara sehat,” tambahnya.
Ekspektasi Pemegang Saham Semakin Tinggi
Anggoro menyatakan bahwa masyarakat dan pemegang saham menaruh ekspektasi besar pada BSI. Oleh karena itu, bank ini harus meningkatkan kinerja.
Target Global: Top 5 Islamic Bank 2030
Anggoro menargetkan BSI masuk top 5 global Islamic Bank pada 2030. Dengan target ini, seluruh pegawai terdorong meningkatkan profesionalisme.
Perjalanan BSI Menjadi BUMN
Para pemegang saham menyetujui perubahan anggaran dasar BSI pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin 22 Desember 2025. Dengan keputusan itu, BSI menyesuaikan diri dengan UU BUMN.
Hak Istimewa Negara Jadi Penentu Status
Negara memegang hak istimewa melalui kepemilikan Saham Seri A Dwiwarna di BSI. Dengan demikian, BSI resmi menjadi anggota Himbara kelima, setelah Mandiri, BNI, BRI, dan BTN.
Tantangan dan Peluang BSI ke Depan
Status BUMN menuntut BSI menjaga pencapaian dan meningkatkan daya saing. Di sisi lain, pegawai harus memperkuat kapabilitas dan integritas agar mampu bersaing dengan bank Himbara lain, baik secara nasional maupun global.
Pesan Optimis dari Pimpinan
Anggoro menutup pidatonya dengan optimisme: “Ini bukan sekadar gelar, ini tanggung jawab. Dengan demikian, mari buktikan bahwa BSI mampu sejajar bahkan unggul di perbankan syariah global.”(*)









