TEKNOLOGI,JS- Peta persaingan teknologi jaringan global mulai bergeser ke arah 6G. Samsung memperlihatkan keseriusannya setelah berhasil menguji teknologi inti 6G yang mampu menghadirkan kecepatan internet hingga 3Gbps.
Kabar ini mencuat setelah IT Home melaporkan hasil pengujian tersebut pada 21 Februari 2026. Samsung menjalankan uji coba bersama KT Corporation dan Keysight Technologies, dengan fokus pada teknologi Extreme Multiple-Input Multiple-Output (X-MIMO) di spektrum 7GHz.
Menariknya, tim teknis langsung menguji teknologi ini di luar ruangan untuk mensimulasikan kondisi jaringan sebenarnya. Melalui uji lapangan tersebut, sistem berhasil mencatat kecepatan unduh hingga 3Gbps.
Samsung menegaskan bahwa teknologi X-MIMO memungkinkan pengiriman data yang lebih masif dan efisien, bahkan ketika jaringan beroperasi di frekuensi tinggi. Hasil ini sekaligus membuktikan kesiapan awal 6G untuk kebutuhan masa depan.
Antena Ultra-High Density Jadi Kunci
Selanjutnya, Samsung menjelaskan bahwa teknologi antena ultra-high density memegang peran penting dalam pencapaian tersebut. Melalui teknologi ini, perusahaan dapat menanamkan lebih banyak elemen antena dalam ukuran perangkat yang sama.
Pendekatan ini memberikan sejumlah keuntungan strategis, seperti peningkatan kapasitas jaringan, efisiensi transmisi data yang lebih tinggi, serta koneksi yang lebih stabil. Tak heran, Samsung menempatkan X-MIMO sebagai fondasi utama dalam pengembangan 6G.
X-MIMO, Pilar Utama Jaringan 6G
Sebagai teknologi inti, X-MIMO menawarkan sejumlah keunggulan krusial. Pertama, kepadatan antena per area meningkat hingga empat kali lipat dibanding jaringan 5G. Kedua, kapasitas data melonjak signifikan tanpa mengorbankan stabilitas koneksi. Ketiga, jaringan mampu melayani kebutuhan data besar dengan latensi lebih rendah.
Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI), cloud computing, dan perangkat pintar, kebutuhan transfer data global terus meningkat. Dalam konteks inilah, 6G hadir sebagai solusi jangka panjang.
Mengapa Frekuensi 7GHz Dipilih
Selain teknologi antena, Samsung juga menaruh perhatian besar pada pemilihan spektrum. Frekuensi 7GHz dinilai menawarkan keseimbangan ideal antara jangkauan dan kapasitas.
Jika dibandingkan dengan gelombang milimeter, frekuensi ini menjangkau area yang lebih luas. Sementara itu, kapasitasnya melampaui pita 5G 3,5GHz. Panjang gelombang yang lebih pendek juga memungkinkan pemasangan antena lebih rapat, tanpa mengurangi cakupan jaringan.
Di sisi lain, teknologi X-MIMO membantu mengatasi keterbatasan alami frekuensi 7GHz, sehingga performa jaringan tetap optimal di berbagai kondisi.
Uji Teknis Didukung Infrastruktur Lengkap
Pengujian teknologi ini berlangsung di kampus riset Samsung di Seoul. Dalam skenario uji coba, delapan aliran data dikirim secara bersamaan dari base station ke satu perangkat pengguna.
Samsung menggunakan prototipe base station 6G dengan 256 port digital. Sementara itu, Keysight menyediakan platform pengujian terminal 6G, dan KT membangun lingkungan uji jaringan luar ruangan yang mendekati kondisi komersial.
Hasil pengujian menunjukkan peningkatan performa transmisi data yang konsisten dan signifikan.
Optimasi Jaringan Berbasis AI
Tak berhenti di situ, Samsung dan KT sebelumnya juga menguji teknologi optimasi jaringan berbasis AI pada jaringan komersial pada Desember 2025. Teknologi ini berfokus meningkatkan efisiensi jaringan langsung di tingkat pengguna, termasuk pengelolaan beban data dan kualitas koneksi.
Ke depan, Samsung berencana memperluas kolaborasi dengan mitra global. Fokus pengembangan mencakup peningkatan cakupan uplink serta sistem transmisi data yang semakin cepat dan stabil.
Dengan serangkaian terobosan ini, Samsung mempertegas ambisinya untuk memimpin pengembangan jaringan 6G. Jika implementasi berjalan sesuai rencana, pengguna di masa depan berpeluang menikmati internet yang jauh lebih cepat, responsif, dan andal dibandingkan 5G saat ini.(*)









