Bupati Fadhil: Kritik Media Penting, Tapi Narasinya Harus Tepat

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief

Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief

BATANGHARI,JS– Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menegaskan bahwa insan pers memiliki kebebasan untuk mengkritik pemerintah. Namun, ia meminta agar kritik tersebut mengarah pada perbaikan dan kemaslahatan masyarakat luas.

Pernyataan itu ia sampaikan saat bertemu wartawan, Rabu (25/2/2026). Dalam forum tersebut, Fadhil menekankan pentingnya menjaga hubungan yang sehat antara pemerintah daerah dan media.

Baca Juga :  Ramadhan 2026, Pemkab Batang Hari Gelar Lomba Khusus Pejabat dan ASN

Hubungan Pemerintah dan Pers Harus Sejalan

Menurut Fadhil, pemerintah daerah dan insan pers perlu berjalan seiring sebagai mitra strategis. Ia menilai media berperan penting dalam menyampaikan informasi sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan.

“Silakan kita tetap berkawan dan bersahabat. Kritik dan saran justru kami butuhkan selama tujuannya untuk kebaikan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Fadhil mengajak wartawan menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberi harapan kepada publik.

Narasi Berita Diminta Bangkitkan Optimisme

Lebih lanjut, Fadhil menekankan pentingnya kekuatan narasi dalam sebuah berita. Menurutnya, tulisan yang baik mampu membangun optimisme dan kepercayaan masyarakat.

“Silakan menulis berita. Namun, pilih narasi yang bisa memantik semangat masyarakat dan membuat mereka tertarik membaca,” katanya.

Ia menilai pendekatan tersebut mampu memperkuat peran media sebagai penggerak opini publik yang positif.

Pejabat OPD Jangan Antikritik

Pada kesempatan yang sama, Fadhil juga mengingatkan para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Kabupaten Batang Hari agar bersikap terbuka terhadap kritik.

Menurutnya, kritik merupakan bagian dari kontrol sosial yang menjaga pemerintahan tetap berjalan di jalur yang benar.

“Kalau pejabat menutup diri dari kritik, maka fungsi pengawasan tidak berjalan maksimal,” tegasnya.

Baca Juga :  Gerak Cepat ke Pusat, Muaro Jambi Masuk Radar Program Perumahan Nasional

Kritik Perlu Jalur Komunikasi yang Tepat

Meski menghormati peran media, Fadhil mengakui bahwa kritik melalui pemberitaan terkadang kurang efektif jika tidak disertai komunikasi yang baik. Karena itu, ia mendorong pemanfaatan jalur organisasi sebagai jembatan dialog.

“Lebih baik kritik disampaikan melalui internal atau organisasi. Pegawai bisa lewat KORPRI, sedangkan wartawan melalui organisasi pers,” jelasnya.

Menurutnya, cara tersebut membantu menyampaikan kritik secara lebih konstruktif tanpa menimbulkan kesalahpahaman.

Contoh Kritik yang Tetap Proporsional

Fadhil lalu memberi contoh konkret. Ia menyebut media berhak mengkritik apabila ada kepala dinas yang melanggar aturan, misalnya dengan mengganti pelat nomor kendaraan dinas.

Namun, ia mengingatkan agar media tidak menggiring opini secara berlebihan.

“Niatnya mungkin mengingatkan. Tapi kalau narasinya seolah-olah pejabat itu harus ditangkap polisi, pesan perbaikannya justru hilang,” katanya.

Ia menilai narasi yang terlalu keras justru dapat menciptakan jarak emosional antara pejabat dan publik.

Sinergi Jadi Kunci Tata Kelola yang Baik

Menutup pernyataannya, Fadhil berharap sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers terus terjaga. Ia yakin komunikasi yang sehat mampu mendorong pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Kalau kita saling memahami peran masing-masing, kritik akan berubah menjadi energi positif untuk membangun daerah,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Kota Jambi Jadi Kota Wakaf Nasional 2026, Peluang Wakaf Uang dan Ekonomi Syariah Makin Besar
Ada Keringanan PKB 2026, Wawako Azhar Hamzah Minta Masyarakat Cek Kesempatan Bayar Pajak Lebih Ringan
Sambut Kapolres Kerinci Baru, Alfin Dorong Kolaborasi Polisi dan Pemerintah Jaga Kondusivitas Daerah
Kualitas Udara Jambi Memburuk, AQI 187 dan PM2.5 Capai 106,4 µg/m³ pada Senin Pagi
Heboh Isu Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu? Ini Penjelasan BKPSDM Sungai Penuh
Pimpin Apel Gabungan, Sekda Alpian Tekankan Disiplin ASN dan Beri Apresiasi Peserta Didik Berprestasi
Cuci Motor di Sungai Penuh: GEN Autocare Andalkan Air Mata Air dan Tim Berpengalaman 10 Tahun
Kekeringan Jambi 2026: Padi di Kerinci dan Sungai Penuh Ikut Terdampak, Puluhan Hektare Terancam Puso
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 22:27 WIB

Kota Jambi Jadi Kota Wakaf Nasional 2026, Peluang Wakaf Uang dan Ekonomi Syariah Makin Besar

Senin, 14 September 2026 - 20:31 WIB

Ada Keringanan PKB 2026, Wawako Azhar Hamzah Minta Masyarakat Cek Kesempatan Bayar Pajak Lebih Ringan

Senin, 14 September 2026 - 17:31 WIB

Sambut Kapolres Kerinci Baru, Alfin Dorong Kolaborasi Polisi dan Pemerintah Jaga Kondusivitas Daerah

Senin, 14 September 2026 - 14:01 WIB

Kualitas Udara Jambi Memburuk, AQI 187 dan PM2.5 Capai 106,4 µg/m³ pada Senin Pagi

Senin, 14 September 2026 - 12:01 WIB

Heboh Isu Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu? Ini Penjelasan BKPSDM Sungai Penuh

Berita Terbaru