TEKNOLOGI,JS- Perlombaan senjata antariksa kini memasuki fase baru yang lebih senyap namun berdaya rusak tinggi. Seiring meningkatnya ketergantungan dunia pada satelit, China mengembangkan teknologi gelombang mikro berdaya tinggi (high-power microwave atau HPM) yang mampu melumpuhkan satelit tanpa menimbulkan ledakan fisik.
Perlombaan Antariksa Masuk Fase Baru
Pada satu sisi, kompetisi global di sektor pertahanan luar angkasa tidak lagi sebatas peluncuran satelit dan misi eksplorasi. Di sisi lain, negara-negara besar memproduksi sistem yang dapat mengganggu atau menonaktifkan satelit lawan secara elektronik.
Dalam konteks tersebut, komunitas internasional menyoroti pengembangan perangkat HPM generasi terbaru.
Perangkat Lebih Ringkas, Mobilitas Lebih Tinggi
Baru-baru ini, tim peneliti militer China di Northwest Institute of Nuclear Technology (NINT) di Xi’an menciptakan penggerak gelombang mikro yang jauh lebih kecil dibanding sistem sebelumnya. Mereka memberi kode TPG1000Cs pada perangkat tersebut.
Jika sebelumnya sistem HPM konvensional berukuran besar dan sulit dipindahkan, kini TPG1000Cs memiliki panjang sekitar empat meter dan berat lima ton. Militer dapat memasang perangkat ini pada berbagai platform dengan mudah.
Mengutip laporan Euronews (6/2/2026), teknologi ini menandai lompatan signifikan dalam pengembangan senjata gelombang mikro modern.
Daya 20 Gigawatt, Melebihi Ambang Gangguan Satelit
Selanjutnya, studi yang terbit di jurnal High Power Laser and Particle Beams pada 13 Januari 2026 menyatakan TPG1000Cs mampu menghasilkan pulsa listrik hingga 20 gigawatt.
Sebagai perbandingan, para pakar memperkirakan gangguan terhadap sistem elektronik satelit di orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO) hanya membutuhkan daya sekitar 1 gigawatt dari darat. Artinya, TPG1000Cs mampu melampaui kebutuhan minimum untuk mengacaukan satelit.
Dengan demikian, konstelasi satelit orbit rendah, termasuk sistem komunikasi global seperti Starlink, berpotensi menjadi target dalam skenario konflik modern.
Terobosan Material dan Desain Internal
Lebih lanjut, peneliti memanfaatkan material isolasi cair khusus bernama Midel 7131. Mereka memadukan dielektrik cair berdensitas energi tinggi dengan jalur pembentuk pulsa lebar ganda.
Melalui pendekatan ini, tim riset mengecilkan ukuran transformator Tesla tanpa mengurangi kinerja. Alhasil, perangkat tetap menghasilkan energi tinggi dalam bentuk yang lebih kompak dan efisien.
Uji Stabilitas: 200 Ribu Pulsa dalam Satu Menit
Tak hanya itu, pengujian menunjukkan perangkat beroperasi stabil selama satu menit penuh dan melepaskan sekitar 200.000 pulsa secara konsisten.
Sebagai perbandingan, teknologi sebelumnya hanya bertahan beberapa detik sebelum kehilangan stabilitas. Oleh karena itu, peningkatan stabilitas membuat perangkat lebih efektif saat digunakan di lapangan.
Alternatif Tanpa Puing Antariksa
Secara strategis, senjata gelombang mikro menawarkan pendekatan berbeda dibanding rudal anti-satelit berbasis kinetik. Jika rudal konvensional menghancurkan target secara fisik dan menimbulkan puing antariksa, maka gelombang mikro merusak sirkuit elektronik di satelit tanpa ledakan.
Dengan kata lain, metode ini tidak menciptakan serpihan yang mengorbit dan mengancam satelit lain.
Keunggulan Taktis dan Efek Penyangkalan
Selain itu, serangan elektronik jenis ini memberi ruang penyangkalan yang lebih luas. Gangguan akibat gelombang mikro terlihat seperti kerusakan teknis biasa, sehingga pihak lain sulit membuktikan aksi militer.
Pada akhirnya, kondisi ini memberi keuntungan taktis sekaligus mengurangi kecaman internasional terkait sampah antariksa.
Dampak bagi Keamanan Global
Akhirnya, dengan semakin padatnya orbit rendah bumi oleh satelit komunikasi, navigasi, dan penginderaan, setiap terobosan teknologi militer di sektor ini mengubah peta keamanan global.
China menegaskan posisi dominannya dalam babak baru perlombaan antariksa, bergerak ke arah perang elektronik yang tersembunyi namun memiliki dampak strategis besar bagi stabilitas internasional.(*)









