JAKARTA,JS- Tren camilan tradisional dengan kemasan modern terus tumbuh di kota-kota besar. Masyarakat perkotaan kini menjadikan pisang madu hangat bercita rasa manis dan bertekstur renyah sebagai pilihan utama untuk bersantai maupun berkumpul bersama keluarga. Produk ini tidak lagi hadir sebagai jajanan pinggir jalan, tetapi tampil dalam konsep yang lebih rapi dan nyaman.
Di tengah tren tersebut, Pisang Madu Pasti terus memperluas jaringan usahanya. Brand yang berdiri sejak 2021 itu membuka gerai ke-55 di Graha Raya, Tangerang. Manajemen menargetkan 75 outlet hingga akhir tahun dan membidik 100 gerai pada tahun depan.
Ekspansi Gerai Berbasis Lokasi Strategis
Manajemen memilih Graha Raya karena kawasan ini tumbuh pesat dan menghadirkan arus pengunjung yang tinggi. Lokasi itu memberi peluang penjualan yang lebih stabil.
Selain itu, manajemen menyusun peta ekspansi secara bertahap. Tim internal mengevaluasi setiap lokasi sebelum membuka gerai baru. Langkah tersebut menjaga ritme pertumbuhan sekaligus memperkuat sistem operasional.
Konsistensi Jadi Fondasi Utama
Pendiri Rio Saputra menempatkan konsistensi sebagai fondasi utama pertumbuhan. Sejak awal, ia menetapkan standar bahan baku dan proses produksi yang sama di seluruh outlet. Ia juga mengarahkan tim untuk menjalankan prosedur operasional secara disiplin.
Perusahaan mengelola seluruh gerai secara internal dan tidak membuka skema kemitraan. Manajemen mengontrol kualitas rasa, kebersihan, dan pelayanan secara langsung di setiap outlet.
Rio menilai pertumbuhan jumlah gerai harus berjalan seiring dengan penguatan sistem dan identitas brand. Ia ingin setiap pelanggan merasakan pengalaman yang sama di mana pun mereka membeli.
Varian Produk dan Diversifikasi Menu
Dari sisi produk, Pisang Madu Pasti menawarkan dua varian utama, yakni pisang madu bulat original dan pisang madu crispy. Konsumen menunjukkan minat yang seimbang terhadap keduanya.
Varian bulat menghadirkan tekstur lembut di bagian dalam dan renyah di luar. Sementara itu, varian crispy memberi sensasi lebih ringan dan garing. Masing-masing varian menarik segmen pelanggan yang berbeda.
Selain menu utama, manajemen menghadirkan siomay goreng dan tahu walik sebagai pelengkap. Dalam waktu dekat, tim akan meluncurkan risol untuk menambah pilihan camilan hangat.
Transformasi Konsep Penjualan
Perusahaan mengubah konsep penjualan dari gerobakan dan kontainer menjadi kios atau ruko mandiri. Tim merancang outlet dengan desain yang lebih nyaman dan tertata.
Perubahan konsep tersebut meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus memperkuat citra brand sebagai camilan modern. Manajemen juga menyesuaikan tampilan gerai agar selaras dengan kebutuhan konsumen perkotaan.
Manfaatkan Momentum Ramadan
Manajemen memanfaatkan momentum Ramadan untuk mendorong penjualan. Setiap tahun, konsumen meningkatkan pembelian camilan menjelang waktu berbuka puasa.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, penjualan meningkat signifikan selama periode tersebut. Karena itu, tim operasional menambah kesiapan produksi dan layanan pada jam-jam sibuk.
Untuk merayakan pembukaan gerai baru, manajemen menghadirkan promo buy one get one selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Februari 2026, khusus di outlet Graha Raya.
Target Pertumbuhan dan Dampak Sosial
Manajemen tidak hanya mengejar penambahan jumlah gerai. Perusahaan juga membuka lapangan kerja baru di setiap lokasi ekspansi.
Rio menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia berkomitmen menjaga kualitas produk sekaligus memperluas kontribusi sosial. Dengan strategi terukur dan konsisten, Pisang Madu Pasti terus memperkuat posisinya di pasar camilan perkotaan.(*)









