Harga Bitcoin Tertekan, Analis Prediksi Titik Terendah Bisa Capai US$40.000–50.000

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin

Bitcoin

BISNIS,JS- Harga Bitcoin kembali melemah setelah gagal mempertahankan penguatan intraday di level US$68.300. Pada Kamis (12/2/2026), cryptocurrency terbesar dunia itu diperdagangkan di kisaran US$66.656, melanjutkan tren penurunan yang beberapa analis sebut sebagai fase “kapitulasi”.

Sejak mencetak rekor tertinggi di atas US$126.000 pada Oktober 2025, Bitcoin turun hampir 46%. Penurunan tajam ini menempatkan banyak investor dalam posisi rugi, sehingga mendorong tekanan jual lebih lanjut.

Baca Juga :  Bitcoin Tetap Menarik, Ini Cara Investasi Kripto yang Baik

Mengacu data Coinmarketcap pukul 10.02 WIB Jumat (13/2/2026), Bitcoin tercatat di US$66.680, turun 1,02% dalam 24 jam terakhir. Meski begitu, dalam sepekan terakhir harganya naik 2,73%.

Tekanan Jual Investor Jangka Panjang Meningkat

Data Glassnode menunjukkan investor jangka panjang melakukan distribusi besar pada 6 Februari 2026, dengan penurunan kepemilikan sekitar 245.000 BTC hanya dalam sehari. Sejak itu, mereka mengurangi eksposur rata-rata 170.000 BTC.

GugaOnChain, kontributor CryptoQuant, menyatakan indikator MVRV Adaptive Z-Score (365-Day Window) Bitcoin yang berada di -2,66 menegaskan pasar masih berada di “zona kapitulasi”. Namun, indikator ini juga menunjukkan pasar mulai mendekati fase akumulasi historis.

Selain itu, Realized Profit/Loss Ratio mendekati level di bawah 1, yang secara historis menandakan realisasi kerugian lebih dominan daripada pengambilan untung.

Prediksi Titik Terendah Bitcoin

Sejumlah analis memperkirakan tren turun akan berlanjut sebelum harga Bitcoin mencapai titik terendah siklus ini. Tony Research menyebut “kapitulasi final” masih mungkin terjadi dan memperkirakan harga Bitcoin bisa menyentuh kisaran US$40.000–50.000, kemungkinan antara pertengahan September hingga akhir November 2026.

Titan of Crypto menambahkan bahwa pola siklus sebelumnya menunjukkan titik terendah muncul sekitar 12 bulan setelah puncak bull market. Jika pola ini berulang, bottom siklus saat ini bisa terbentuk sekitar Oktober 2026.

Baca Juga :  Social Commerce Jadi Kunci Pertumbuhan Brand Lokal di Era Digital

Data on-chain juga mencatat Net Realized Loss Bitcoin mencapai US$13,6 miliar pada 7 Februari 2026, level ekstrem terakhir terlihat pada bear market 2022. Dari pengalaman sebelumnya, puncak realisasi kerugian terjadi sekitar lima bulan sebelum harga mencapai dasar, sehingga kemungkinan bottom muncul sekitar Juli 2026.

Fase Akumulasi Mulai Terlihat

Meskipun tekanan jual masih tinggi, beberapa indikator on-chain menunjukkan pasar mulai memasuki fase akumulasi jangka panjang. Namun, ketidakpastian makroekonomi global dan dinamika likuiditas tetap menjadi faktor risiko bagi investor.

Baca Juga :  Investasi Jangka Pendek, Ini 4 Pilihan yang Bisa Dicoba

Dengan volatilitas yang masih tinggi, para analis terus memperdebatkan kapan Bitcoin benar-benar menemukan dasar harga.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

Cara Tarik Tunai OVO di ATM BCA dan Indomaret Tanpa Kartu, Praktis dan Cepat 2026
Harga Emas Perhiasan 16 Mei 2026 Turun Drastis, Cek Harga 24K hingga 5K Terbaru
Kabar Baik Seller Online! Pemerintah Siapkan Aturan Baru untuk TikTok Shop dan Shopee
Pinjol Tanpa BI Checking Cair Cepat 2026, Ini Daftar Legal OJK dan Cara Aman Ajukan Pinjaman Online
Cara Transfer OVO ke DANA Terbaru 2026, Praktis dan Cepat Tanpa Ribet
Tips Finansial: Cara Aman Pakai Kartu Kredit Supaya Dompet Tetap Aman
10 Peluang Usaha Desa Terbaru 2026 yang Menjanjikan, Modal Kecil Untung Besar
Harga BBM Naik Saat Long Weekend Mei 2026, Pertamax hingga Solar Non Subsidi Melonjak Tajam
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:02 WIB

Cara Tarik Tunai OVO di ATM BCA dan Indomaret Tanpa Kartu, Praktis dan Cepat 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:02 WIB

Harga Emas Perhiasan 16 Mei 2026 Turun Drastis, Cek Harga 24K hingga 5K Terbaru

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:03 WIB

Kabar Baik Seller Online! Pemerintah Siapkan Aturan Baru untuk TikTok Shop dan Shopee

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:05 WIB

Pinjol Tanpa BI Checking Cair Cepat 2026, Ini Daftar Legal OJK dan Cara Aman Ajukan Pinjaman Online

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:05 WIB

Cara Transfer OVO ke DANA Terbaru 2026, Praktis dan Cepat Tanpa Ribet

Berita Terbaru

Kondisi banjir di bungo

Bungo

Banjir Bungo Jambi Meluas, Ribuan Rumah Warga Terendam

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:04 WIB