Bitcoin Tetap Menarik, Ini Cara Investasi Kripto yang Baik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin

Bitcoin

JAKARTA – Bitcoin terus mempertahankan posisinya sebagai aset kripto paling banyak diperdagangkan di dunia, termasuk di Indonesia. Pergerakan harganya yang fluktuatif memang menawarkan peluang keuntungan besar. Namun, volatilitas tersebut juga membawa risiko tinggi bagi investor yang tidak memiliki strategi jelas.

Karena itu, trader yang mampu bertahan dalam jangka panjang biasanya tidak mengandalkan insting semata. Mereka mengombinasikan analisis data, disiplin strategi, serta manajemen risiko yang konsisten dalam setiap keputusan investasi.

Regulasi Kripto Kian Matang, Investor Dapat Kepastian Hukum

Seiring meningkatnya minat masyarakat, pemerintah terus memperkuat regulasi perdagangan aset kripto. Sejak 10 Januari 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mengawasi aktivitas perdagangan kripto dalam masa transisi dari Bappebti.

Baca Juga :  Bitcoin Kembali Anjlok di Bawah US$ 79.000

Dengan regulasi yang lebih jelas, investor ritel kini memiliki kepastian hukum yang lebih kuat. Kondisi ini mendorong trader pemula untuk mulai berinvestasi melalui exchange resmi yang terdaftar dan diawasi regulator, seperti Pluang.

Jumlah Investor Kripto Tembus 18,6 Juta Orang

Berdasarkan data OJK, hingga September 2025 jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 18,6 juta orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap aset digital.

Baca Juga :  Investasi Emas Digital Kian Populer, Ini Daftar APK Resmi

Namun, di sisi lain, pertumbuhan ini juga menegaskan pentingnya edukasi. Tanpa pemahaman yang memadai, investor berisiko mengambil keputusan spekulatif yang berujung pada kerugian.

Mengenal Dasar Cryptocurrency dan Blockchain

Cryptocurrency merupakan aset digital yang menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat transaksi. Teknologi ini memungkinkan sistem bekerja secara transparan, aman, dan terdesentralisasi.

Blockchain kemudian menyimpan catatan transaksi dalam blok-blok yang saling terhubung, sekaligus menjaga anonimitas pengguna melalui kode identitas digital.

Langkah Awal Memulai Investasi Kripto

Bagi pemula, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memilih aplikasi trading kripto yang legal dan teregulasi oleh OJK serta Bappebti. Setelah itu, investor perlu memastikan platform tersebut memiliki sistem keamanan yang kuat.

Selanjutnya, calon investor harus mendaftarkan akun dan menyelesaikan proses verifikasi (KYC) menggunakan identitas resmi. Pada tahap ini, pemula juga perlu mempelajari istilah dasar kripto, seperti wallet, spot trading, leverage, serta risiko yang menyertainya.

Baca Juga :  Memulai Investasi di Usia Muda: Berikut Strateginya

Setelah memahami dasar-dasar tersebut, investor dapat melakukan deposit dana melalui bank, e-wallet, atau virtual account. Untuk tahap awal, aset dengan likuiditas tinggi seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) dinilai lebih aman untuk dipelajari.

Analisis Pasar Jadi Kunci Pengambilan Keputusan

Dalam praktik trading, investor biasanya mengombinasikan analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume sebelumnya untuk membaca potensi tren ke depan.

Trader memanfaatkan grafik harga, pola candlestick seperti doji atau hammer, serta indikator teknikal seperti Moving Average (MA), Relative Strength Index (RSI), dan Bollinger Bands.

Di sisi lain, analisis fundamental membantu investor memahami faktor di balik pergerakan harga. Faktor tersebut mencakup perkembangan proyek, utilitas aset, sentimen pasar, serta berita regulasi dan kemitraan strategis.

Sejumlah strategi umum kerap diterapkan trader berpengalaman. Pertama, mereka selalu melakukan riset mandiri atau do your own research (DYOR) sebelum membeli aset. Kedua, mereka memulai investasi dengan modal kecil dan menggunakan dana siap rugi.

Selain itu, diversifikasi portofolio menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko. Trader juga memasang stop-loss dan target profit agar kerugian tidak membesar.

Tak kalah penting, trader menghindari keputusan emosional akibat FOMO dan FUD. Dengan mencatat dan mengevaluasi setiap transaksi, mereka dapat memperbaiki strategi secara berkelanjutan.

Pasar Kripto Makin Dewasa, Risiko Tetap Perlu Dikelola

Head of Research Pluang, Jazon Gozali, menilai pasar kripto saat ini semakin matang seiring meningkatnya adopsi investor ritel dan institusi. Meski volatilitas cenderung lebih terkendali, ia menegaskan bahwa kripto tetap termasuk aset high risk high return.

“Investor perlu disiplin dalam manajemen risiko, menggunakan uang dingin, serta menyesuaikan alokasi dana dengan profil risiko masing-masing,” ujarnya.

Kesalahan Pemula yang Sering Terjadi

Banyak investor pemula membeli aset tanpa riset, menggunakan leverage tinggi tanpa pengalaman, atau melakukan all-in pada satu aset. Kesalahan lain yang sering muncul adalah tidak memasang stop-loss, terlalu sering bertransaksi, dan mengabaikan berita pasar.

Chief Operating Officer Upbit Indonesia, Resna Raniadi, mengingatkan bahwa data historis hanya berfungsi sebagai referensi. Faktor makroekonomi, peristiwa blockchain seperti halving Bitcoin, serta psikologi pasar tetap memengaruhi harga.

Menurutnya, strategi jangka panjang seperti Dollar Cost Averaging (DCA), pemahaman sentimen pasar, dan disiplin strategi mampu menjaga stabilitas portofolio.

Disiplin dan Strategi Jadi Penentu

Pada akhirnya, Bitcoin tetap menawarkan potensi besar dengan risiko yang sepadan. Investor yang memilih exchange resmi, memahami dasar kripto, menerapkan strategi konsisten, serta mengelola risiko dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk bertahan menghadapi dinamika pasar.(*)

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Selasa 30 Juni 2026 Stabil, Simak Daftar Lengkap Semua Kadar Karat
Harga BBM Pertamina Terbaru Senin 29 Juni 2026 Resmi Berlaku, Cek Daftar Lengkapnya Disini
Resmi Berubah, Berikut Harga BBM Pertamina Hari Ini 28 Juni 2026
Tabungan Emas vs Beli Emas Langsung, Mana Lebih Untung di 2026?
Cara Gadai Sertifikat Rumah di Pegadaian 2026, Pinjaman Hingga Rp200 Juta
Aturan Baru OJK 2026: Finfluencer Wajib Punya Sertifikasi atau Terancam Diblokir
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 Juni 2026 Turun, Cek Daftar Lengkap Emas 24 Karat hingga 5 Karat Sebelum Beli
Dolar AS Dekati Rp18.000, Berikut Kurs Terbaru di Bank BCA, BRI, Mandiri dan BNI
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 11:01 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru Senin 29 Juni 2026 Resmi Berlaku, Cek Daftar Lengkapnya Disini

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:01 WIB

Resmi Berubah, Berikut Harga BBM Pertamina Hari Ini 28 Juni 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:01 WIB

Tabungan Emas vs Beli Emas Langsung, Mana Lebih Untung di 2026?

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:31 WIB

Cara Gadai Sertifikat Rumah di Pegadaian 2026, Pinjaman Hingga Rp200 Juta

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:01 WIB

Aturan Baru OJK 2026: Finfluencer Wajib Punya Sertifikasi atau Terancam Diblokir

Berita Terbaru

Google Gemini ubah mobil jadi teman perjalanan super pintar!

Teknologi

Google Gemini Ubah Mobil Menjadi Asisten Pintar Masa Depan

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:01 WIB