Social Commerce Jadi Kunci Pertumbuhan Brand Lokal di Era Digital

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Brand Lokal Indonesia

Brand Lokal Indonesia

BISNIS,JS – Strategi pertumbuhan brand lokal tengah bertransformasi seiring perkembangan era digital. Dahulu, visibilitas dan penjualan bergantung pada iklan dan pencarian di marketplace. Kini, konten menjadi gerbang utama bagi konsumen menemukan produk. Video pendek, live streaming, hingga konten pengalaman mendorong konsumen mengetahui produk secara organik bahkan sebelum muncul niat membeli.

Konten Menggeser Peran Iklan

Fenomena ini menegaskan bahwa social commerce kini menjadi strategi inti pemasaran. Aktivitas belanja berawal dari paparan konten yang relevan dengan minat dan gaya hidup, bukan sekadar kebutuhan. Oleh karena itu, konten tidak lagi hanya alat promosi, tapi bagian dari mesin penjualan. Pola discovery commerce menuntut brand menyampaikan nilai produk, cara penggunaan, dan relevansi dalam kehidupan sehari-hari dengan cepat dan autentik.

Baca Juga :  Pasokan Daging Sapi Menipis, Harga Melonjak, Industri Tertekan

Stephanie Susilo, Executive Director Tokopedia E-commerce Indonesia, menjelaskan, “Tahun 2025 menjadi tahun pertumbuhan dan konektivitas, di mana ekosistem e-commerce semakin menghubungkan jutaan penjual dengan konsumen.”

Efisiensi dan Kedekatan dengan Konsumen

Bagi brand lokal, social commerce menawarkan dua keuntungan strategis: efisiensi biaya pemasaran dan kedekatan dengan konsumen. Konten membantu brand membangun kepercayaan tanpa mengeluarkan biaya iklan besar. Selain itu, interaksi langsung memberi insight lebih dalam mengenai preferensi dan perilaku konsumen.

Studi Kasus Brand Lokal

Contohnya, Sakura Baru, merek mukena asal Tasikmalaya, memanfaatkan konten sebagai sarana edukasi. Brand menampilkan detail bahan, fungsi, dan keunggulan produk agar konsumen memahami produk dan segera membeli. Pendiri H. Firman menyatakan, “Konsumen bisa memahami produk lebih jelas dan langsung bertransaksi. Proses belanja jadi lebih praktis dan meyakinkan.”

Baca Juga :  Strategi Grab Bikin Penjualan Infinix Meledak

Begitu pula Jiniso Jeans, brand fesyen lokal yang menyasar anak muda. Brand menggunakan konten visual dan live streaming untuk menampilkan sesi styling, mix-and-match, dan penggunaan produk sehari-hari. CEO Roby Chandra menekankan, “Interaksi real-time membuat brand lebih dekat dengan audiens dan memberi insight langsung tentang kebutuhan konsumen.”

Fondasi Kepercayaan dan Kepatuhan

Pertumbuhan berbasis social commerce menuntut fondasi kepercayaan yang kuat. Brand harus menjaga kualitas produk, memberikan informasi jelas, dan mematuhi aturan saat menjalankan strategi pemasaran. Stephanie menambahkan, Tokopedia menyaring lebih dari 250.000 akun penjual yang belum memenuhi standar dan meninjau belasan juta produk sebelum tayang pada Januari–Juni 2025.

Perlindungan Kekayaan Intelektual

Selain itu, perlindungan merek menjadi elemen penting. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI, Hermansyah Siregar, menekankan bahwa penguatan perlindungan kekayaan intelektual membantu UMKM dan brand lokal bertahan dan berkembang di ekosistem digital.

Social commerce kini bukan sekadar tren, melainkan fondasi strategis untuk brand lokal meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan, dan bersaing di era digital.(*)

Berita Terkait

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200
BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank
IHSG Anjlok 1,51 Persen, Ini 3 Saham Pilihan untuk Trading Pekan Ini
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Senin 28 September 2026: Cek Harga per Gram Semua Kadar, Ada Perubahan Menarik
Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Ekonom Ungkap 3 Tekanan Global yang Bisa Bikin Kurs Makin Tertekan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 18:01 WIB

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM

Rabu, 30 September 2026 - 15:01 WIB

Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200

Selasa, 29 September 2026 - 23:25 WIB

BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank

Berita Terbaru