Dolar AS Dekati Rp18.000, Berikut Kurs Terbaru di Bank BCA, BRI, Mandiri dan BNI

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS,JS- Pergerakan kurs dolar AS kembali menjadi perhatian pelaku pasar, investor, pebisnis, hingga masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi luar negeri. Pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026, nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan dengan tekanan yang cukup besar sehingga mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

Data pasar menunjukkan rupiah dibuka melemah sekitar 69 poin atau 0,39 persen ke posisi Rp17.928 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat masih menunjukkan penguatan dan bertahan di area 101,41.

Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat mencari informasi terbaru mengenai kurs dolar hari ini, terutama di bank-bank besar seperti BCA, BRI, Bank Mandiri dan BNI yang menjadi acuan transaksi valuta asing di Indonesia.

Rupiah Masih Tertekan di Tengah Penguatan Dolar Global

Tekanan terhadap rupiah tidak terjadi sendirian. Mayoritas mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

Yen Jepang turun tipis sekitar 0,02 persen. Won Korea Selatan ikut melemah sekitar 0,13 persen. Di kawasan Asia Tenggara, ringgit Malaysia terkoreksi 0,10 persen, sedangkan baht Thailand mencatat pelemahan yang lebih dalam hingga 0,44 persen.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa dolar AS masih menjadi aset pilihan investor global. Ketika permintaan dolar meningkat, mata uang negara berkembang termasuk rupiah cenderung mengalami tekanan.

Analis pasar keuangan Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari berada dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.900 per dolar AS. Proyeksi tersebut melanjutkan tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Baca Juga :  5 Ringgit Berapa Rupiah?, Cek Kurs Ringgit Terhadap Rupiah Malam Ini

Kurs Dolar AS di BCA Hari Ini

PT Bank Central Asia Tbk atau BCA memperbarui kurs dolar AS melalui layanan e-rate yang banyak digunakan nasabah untuk transaksi digital.

Berikut kurs dolar AS di BCA:

E-Rate BCA

  • Kurs Beli: Rp17.942
  • Kurs Jual: Rp17.962

TT Counter

  • Kurs Beli: Rp17.720
  • Kurs Jual: Rp17.995

Bank Notes

  • Kurs Beli: Rp17.720
  • Kurs Jual: Rp17.995

Posisi tersebut menunjukkan bahwa harga jual dolar AS di BCA sudah mendekati level Rp18.000 per dolar.

Kurs Dolar AS di BRI Hari Ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI juga menyesuaikan harga jual beli dolar AS mengikuti perkembangan pasar global.

E-Rate BRI

  • Kurs Beli: Rp17.943
  • Kurs Jual: Rp17.971

TT Counter

  • Kurs Beli: Rp17.805
  • Kurs Jual: Rp18.105

Menariknya, harga jual dolar AS melalui layanan TT Counter BRI sudah menembus Rp18.100 per dolar AS, menjadi salah satu yang tertinggi di antara bank-bank besar nasional.

Kurs Dolar AS di Bank Mandiri Hari Ini

Bank Mandiri menyediakan beberapa jenis layanan kurs yang dapat dipilih sesuai kebutuhan nasabah.

Special Rate

  • Kurs Beli: Rp17.915
  • Kurs Jual: Rp17.945

TT Counter

  • Kurs Beli: Rp17.695
  • Kurs Jual: Rp17.995

Bank Notes

  • Kurs Beli: Rp17.695
  • Kurs Jual: Rp17.995

Selisih harga beli dan harga jual di Bank Mandiri masih relatif kompetitif sehingga menjadi pilihan bagi nasabah yang membutuhkan transaksi valuta asing dalam jumlah besar.

Kurs Dolar AS di BNI Hari Ini

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI juga memperbarui kurs dolar AS pada perdagangan hari ini.

Special Rate

  • Kurs Beli: Rp17.942
  • Kurs Jual: Rp17.967

TT Counter

  • Kurs Beli: Rp17.925
  • Kurs Jual: Rp17.965

Bank Notes

  • Kurs Beli: Rp17.925
  • Kurs Jual: Rp17.965

Kurs yang ditawarkan BNI menunjukkan persaingan ketat antarbank dalam menyediakan layanan transaksi valuta asing bagi nasabah individu maupun korporasi.

Baca Juga :  1 Yen Jepang Berapa Rupiah?, Cek Kurs Nilai Tukar Rupiah Terhadap Yen Hari Ini

Mengapa Dolar AS Menguat?

Beberapa faktor mendorong penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia, termasuk rupiah.

Pertama, investor global masih menunggu arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Harapan bahwa suku bunga tetap berada pada level tinggi membuat dolar tetap menarik.

Kedua, permintaan aset safe haven meningkat ketika pasar menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Dalam kondisi seperti itu, investor cenderung memindahkan dana ke instrumen berbasis dolar AS.

Ketiga, aktivitas perdagangan internasional dan kebutuhan impor turut meningkatkan permintaan terhadap mata uang Amerika Serikat.

Dampak Pelemahan Rupiah bagi Masyarakat

Pelemahan rupiah memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap berbagai sektor ekonomi.

Bagi pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor, biaya produksi berpotensi meningkat. Sementara itu, masyarakat yang memiliki rencana perjalanan ke luar negeri harus menyiapkan anggaran lebih besar karena biaya penukaran mata uang menjadi lebih mahal.

Di sisi lain, eksportir dapat memperoleh keuntungan karena pendapatan dalam dolar AS akan bernilai lebih tinggi ketika dikonversi ke rupiah.

Investor juga perlu memperhatikan perkembangan nilai tukar karena pergerakan kurs sering memengaruhi pasar saham, obligasi, emas dan instrumen investasi lainnya.

Tips Menukar Dolar Saat Rupiah Melemah

Agar memperoleh nilai tukar yang lebih optimal, masyarakat dapat mempertimbangkan beberapa langkah berikut:

  • Membandingkan kurs di beberapa bank sebelum melakukan transaksi.
  • Memanfaatkan layanan e-rate yang biasanya menawarkan harga lebih kompetitif.
  • Menghindari transaksi saat volatilitas pasar sangat tinggi.
  • Memantau perkembangan ekonomi global dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
  • Menentukan kebutuhan valuta asing jauh hari sebelum keberangkatan ke luar negeri.

Kesimpulan

Kurs dolar AS hari ini, Rabu 24 Juni 2026, menunjukkan tren penguatan yang membuat rupiah kembali tertekan hingga mendekati level Rp17.900 per dolar AS. Berdasarkan data perbankan nasional, harga jual dolar berada pada kisaran Rp17.945 hingga Rp18.105 per dolar AS.

BCA, BRI, Bank Mandiri dan BNI terus menyesuaikan kurs sesuai kondisi pasar global. Oleh karena itu, masyarakat, pelaku usaha, maupun investor perlu memantau perkembangan nilai tukar secara berkala agar dapat mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat dan menguntungkan.(*)

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan 17 Agustus 2026: 23 Karat Naik Tajam, Ini Daftar Lengkapnya
Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli
Indonesia Bidik Posisi Pusat Likuiditas Aset Digital Asia Tenggara, 3 Kunci Ini Jadi Penentu
BCA Buka Tabungan Emas di myBCA, Investasi Emas Kini Bisa Dibeli dan Dijual Secara Digital
Jangan Tunggu Usaha Bangkrut! Ini Asuransi UMKM yang Bisa Lindungi Modal dan Aset Bisnis
BCA Cetak Laba Rp35,25 Triliun hingga Juli 2026, Kredit Tembus Rp1.000 Triliun: Sinyal Menarik bagi Investor?
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 15 Agustus 2026 Turun, Cek Harga 24 Karat hingga 21 Karat
Asuransi Digital di Indonesia: Cara Kerja, Jenis, Keuntungan, Risiko, dan Tips Memilih Polis Online
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Harga Emas Perhiasan 17 Agustus 2026: 23 Karat Naik Tajam, Ini Daftar Lengkapnya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Indonesia Bidik Posisi Pusat Likuiditas Aset Digital Asia Tenggara, 3 Kunci Ini Jadi Penentu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:01 WIB

BCA Buka Tabungan Emas di myBCA, Investasi Emas Kini Bisa Dibeli dan Dijual Secara Digital

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Jangan Tunggu Usaha Bangkrut! Ini Asuransi UMKM yang Bisa Lindungi Modal dan Aset Bisnis

Berita Terbaru