Dibuka Wakil Gubernur Jambi, Festival Budaya Kerinci 2026 Dorong Wisata Daerah

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebersamaan Wagub Jambi bersama Bupati dan Wakil Kerinci pada pembukaan festival budaya kerinci

Kebersamaan Wagub Jambi bersama Bupati dan Wakil Kerinci pada pembukaan festival budaya kerinci

KERINCI,JS- Festival Budaya Kerinci 2026 resmi dibuka pada Kamis (22/10/2026). Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, membuka kegiatan tersebut bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tamu undangan.

Mengusung semangat “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya”, festival ini menghadirkan beragam tradisi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Kerinci. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas.

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan berbagai atraksi budaya. Masyarakat dan tamu undangan menyaksikan tradisi makan sirih bersama, minum kawo, pawai budaya dari berbagai kecamatan, serta pertunjukan tari dan kesenian tradisional.

Rangkaian acara itu memperlihatkan keberagaman tradisi yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kerinci. Selain menghadirkan hiburan, festival ini juga mengajak masyarakat untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Festival Budaya Kerinci Angkat Tradisi Leluhur

Kerinci memiliki kekayaan tradisi yang tumbuh dari kehidupan sosial masyarakat, adat istiadat, serta hubungan erat dengan lingkungan alamnya. Berbagai unsur budaya tersebut menjadi identitas daerah yang perlu masyarakat jaga dan perkenalkan kepada generasi berikutnya.

Melalui Festival Budaya Kerinci 2026, pemerintah daerah menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal kembali tradisi yang mungkin semakin jarang mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Tradisi makan sirih bersama, misalnya, mencerminkan kebiasaan sosial yang memiliki nilai kebersamaan. Sementara itu, minum kawo menjadi salah satu unsur tradisi lokal yang menambah kekhasan rangkaian kegiatan festival.

Pawai budaya dari berbagai kecamatan juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kekhasan daerah masing-masing. Keragaman tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan Kerinci tidak hanya bertumpu pada satu bentuk kesenian, tetapi mencakup berbagai tradisi yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat melihat kekayaan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bersama. Pada saat yang sama, generasi muda memperoleh kesempatan untuk mengenal nilai-nilai adat yang diwariskan oleh para pendahulu mereka.

Monadi: Budaya Harus Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman

Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa Festival Budaya Kerinci tidak sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat jati diri daerah, menjaga warisan leluhur, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.

Pesan tersebut menempatkan pelestarian budaya sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, pelaku seni, tokoh adat, komunitas budaya, keluarga, dan generasi muda memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan tradisi Kerinci.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, upaya pelestarian budaya membutuhkan pendekatan yang mampu menjangkau masyarakat luas. Pertunjukan seni, pawai budaya, serta kegiatan adat dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi melalui pengalaman yang menarik dan mudah dipahami.

Karena itu, festival budaya memiliki nilai lebih dari sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini dapat menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan kehidupan modern, sehingga masyarakat tetap mengenal akar budayanya tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.

Selain itu, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kunci keberlanjutan budaya daerah. Ketika anak-anak dan remaja mengenal tarian tradisional, bahasa daerah, adat istiadat, serta cerita dari para tetua, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk meneruskan warisan tersebut.

Baca Juga :  7 Nama Mengemuka Jelang Sekda Kota Jambi Pensiun, Siapa Bakal Jadi Pj?

Pawai Budaya Tampilkan Kekayaan Berbagai Kecamatan

Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam Festival Budaya Kerinci 2026 ialah pawai budaya yang melibatkan berbagai kecamatan.

Pawai tersebut menjadi kesempatan bagi setiap daerah untuk menampilkan unsur tradisi dan kesenian yang mereka miliki. Kehadiran beragam penampilan menciptakan suasana perayaan sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya yang tumbuh di wilayah Kabupaten Kerinci.

Di samping pawai, pertunjukan tari dan kesenian tradisional turut memperkuat daya tarik acara. Penampilan para pelaku seni menunjukkan bahwa kesenian lokal tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini juga membuka ruang apresiasi bagi seniman dan komunitas budaya. Mereka dapat memperkenalkan karya serta tradisi daerah kepada penonton dari berbagai latar belakang.

Dengan demikian, festival dapat mendorong masyarakat untuk lebih menghargai pelaku seni yang selama ini berperan dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan. Dukungan terhadap mereka penting agar tradisi tidak hanya bertahan sebagai kenangan masa lalu, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari kehidupan masyarakat masa kini.

Peluang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kerinci

Festival Budaya Kerinci juga memiliki potensi untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah. Kerinci dikenal memiliki daya tarik alam dan budaya yang dapat saling melengkapi dalam menawarkan pengalaman perjalanan kepada wisatawan.

Melalui festival, pemerintah daerah dapat memperkenalkan tradisi lokal sebagai salah satu alasan bagi wisatawan untuk berkunjung. Wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan alam, tetapi juga dapat mengenal adat istiadat, kesenian, kuliner, dan kehidupan masyarakat setempat.

Jika promosi berjalan secara konsisten, kegiatan budaya berpotensi memperpanjang waktu kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Pedagang makanan, pengrajin, pelaku ekonomi kreatif, penyedia jasa perjalanan, serta usaha penginapan dapat memperoleh manfaat ketika kegiatan tersebut menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah.

Namun, manfaat ekonomi tersebut membutuhkan dukungan yang terencana. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu menjaga kualitas penyelenggaraan, menyediakan informasi wisata yang mudah diakses, serta mendorong promosi melalui berbagai saluran komunikasi.

Pengelolaan sampah, kebersihan lokasi, kenyamanan pengunjung, dan kelancaran akses juga perlu mendapat perhatian. Dengan persiapan yang baik, festival budaya dapat menjadi bagian dari strategi pariwisata yang berkelanjutan.

Meski demikian, keberhasilan festival tidak cukup diukur dari kemeriahan acara. Dampak terhadap pelestarian tradisi, keterlibatan masyarakat, dan peluang usaha lokal juga perlu menjadi perhatian dalam penyelenggaraan berikutnya.

Generasi Muda Memegang Peran Penting

Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi muda agar tradisi tidak terputus oleh perubahan zaman. Sekolah, keluarga, komunitas seni, dan lembaga adat dapat bekerja sama untuk memperkenalkan nilai budaya melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja.

Festival seperti ini dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kesenian tradisional secara langsung. Setelah menyaksikan pertunjukan, generasi muda dapat melanjutkan ketertarikan mereka melalui sanggar seni, kegiatan adat, pembelajaran bahasa daerah, maupun dokumentasi budaya.

Pemanfaatan media digital juga dapat memperluas jangkauan promosi. Foto, video, dan cerita mengenai tradisi Kerinci dapat menjangkau masyarakat di luar daerah, termasuk warga Kerinci yang tinggal di perantauan.

Meski demikian, promosi digital perlu berjalan seiring dengan pelestarian praktik budaya di tengah masyarakat. Dokumentasi membantu memperkenalkan tradisi, sedangkan keterlibatan langsung menjaga agar nilai dan keterampilan budaya tetap diwariskan.

Dengan cara tersebut, Festival Budaya Kerinci tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga identitas daerah.

Menjaga Warisan Budaya untuk Masa Depan

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026 menegaskan pentingnya budaya sebagai bagian dari identitas dan potensi daerah. Berbagai tradisi, pawai budaya, serta pertunjukan kesenian menghadirkan gambaran tentang kekayaan yang tumbuh di tengah masyarakat Kerinci.

Bagi pemerintah daerah, festival ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat promosi pariwisata sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga tradisi. Sementara itu, bagi generasi muda, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal warisan leluhur dan memahami nilai yang terkandung di dalamnya.

Semangat “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya” mengingatkan masyarakat bahwa kekayaan Kerinci tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada tradisi, kesenian, dan nilai kebersamaan yang terus hidup.

Dengan kolaborasi pemerintah, pelaku seni, masyarakat adat, dan generasi muda, budaya Kerinci berpeluang terus berkembang sekaligus menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui pelestarian yang konsisten, warisan leluhur dapat terus hidup dan menjadi kebanggaan bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.(AN)

Berita Terkait

Kemarau dan Kabut Asap Ancam Kesehatan Ternak di Sarolangun, Peternak Diminta Waspadai 3 Penyakit Ini
Perluas Akses Keuangan Daerah, Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026
7 Nama Mengemuka Jelang Sekda Kota Jambi Pensiun, Siapa Bakal Jadi Pj?
Puluhan Pejabat Merangin Dilantik, Ini Daftar Nama Camat, Pejabat OPD hingga 17 Kepala Puskesmas
8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, 1.513 Lainnya Diusulkan Perpanjangan
Wali Kota Alfin dan Sri Kartini Hadiri HUT ke-27 Tanjung Jabung Timur, Dorong Sinergi Pembangunan Jambi
Dapat Dukungan Guru dan Siswa, Lamia Deareni Ungkap Target Besarnya untuk SMPN 8 Sungai Penuh
BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 2.474 Nelayan Tanjab Timur, Ada Manfaat JKM Rp213 Juta
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kemarau dan Kabut Asap Ancam Kesehatan Ternak di Sarolangun, Peternak Diminta Waspadai 3 Penyakit Ini

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Dibuka Wakil Gubernur Jambi, Festival Budaya Kerinci 2026 Dorong Wisata Daerah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Perluas Akses Keuangan Daerah, Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:20 WIB

7 Nama Mengemuka Jelang Sekda Kota Jambi Pensiun, Siapa Bakal Jadi Pj?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Puluhan Pejabat Merangin Dilantik, Ini Daftar Nama Camat, Pejabat OPD hingga 17 Kepala Puskesmas

Berita Terbaru