Dorong Ekonomi, Pemerintah Siapkan Formula Baru Dana Desa

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto

Foto ; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto

JAKARTA,JS– Dorong Ekonomi, Pemerintah Siapkan Formula Baru Dana Desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan formula baru pengelolaan dana desa. Tujuannya jelas: mendorong pemerataan ekonomi, memperkuat pelayanan publik, dan mempercepat pengentasan kemiskinan di perdesaan.

“Dana desa tidak dipotong, tetapi kami mengubah formula agar penggunaannya lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Yandri.

Baca Juga :  Dana Desa Diperketat, Honor dan Perjalanan Dinas Dilarang

Dialog ini berlangsung bersamaan dengan peringatan Hari Desa 2026, yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali. Yandri hadir bersama wakil menteri dan jajaran Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Fokus pada Koperasi Desa dan Program Makan Bergizi

Baca Juga :  Ramadan 2026: Ini Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Yandri menjelaskan, salah satu langkah utama dalam formula baru adalah penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua program ini mendorong perputaran ekonomi desa, dengan potensi arus uang mencapai Rp 5–8 miliar per bulan.

Selain itu, pemerintah memastikan MBG dan KDMP wajib menyerap produk lokal desa sebagai bahan baku. “Siklus ekonomi harus bergerak dari desa, oleh desa, dan untuk desa,” tegas Yandri.

Tantangan Lahan untuk KDMP

Sejumlah kepala desa menyebut kendala utama pembangunan KDMP adalah ketersediaan lahan. Menanggapi hal ini, Yandri mengatakan pemerintah akan memprioritaskan desa yang memiliki lahan ideal sekitar 1.000 meter persegi.

Untuk desa yang tidak memiliki lahan sesuai kriteria, pemerintah sedang menyiapkan payung hukum dan solusi pengadaan tanah agar pembangunan tetap bisa berjalan.

Desa Bisa Mandiri dan Memperkuat Ekonomi Lokal

Yandri menambahkan, desa dapat mengembangkan usaha seperti lele, jagung, nila, atau ayam petelur. Produk tersebut akan dipasarkan melalui MBG dan koperasi desa, sehingga desa mendapatkan aliran pendapatan langsung.

“Pemerintah pusat tidak menahan anggaran. Sebaliknya, kami memperbesar aliran dana langsung ke desa. Kami juga akan mengawal program ini agar tidak terjadi penyelewengan, sehingga pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan benar-benar tercapai,” pungkas Yandri.(Tim)

Berita Terkait

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi 2026: Cara Hemat Biaya Transportasi Agar Keuangan Tetap Stabil
Belanja Pegawai Tembus 30% APBD? Ini Strategi Efisiensi Tanpa PHK PPPK Bisa Ditiru Pemda
BREAKING: Harga BBM 1 April 2026! Cek Daftar Baru Pertamax, Solar & Dampaknya ke Dompet Anda
APBD Defisit 2026: Gaji PPPK Terancam, Ini Dampak Kebijakan 30% Belanja Pegawai
WFH 1 Hari Mulai Berlaku! Benarkah Bisa Tekan BBM dan Subsidi Energi? Ini Faktanya
UU HKPD 2027 Berlaku! Ribuan PPPK Terancam PHK Jika APBD Tak Kuat
Pinjol Didenda Rp 755 Miliar, OJK Siap Turun Tangan? Ini Risiko bagi Debitur
Gelombang Efisiensi 2026 Hantam ASN, PPPK Paling Terpukul
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:00 WIB

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi 2026: Cara Hemat Biaya Transportasi Agar Keuangan Tetap Stabil

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:00 WIB

Belanja Pegawai Tembus 30% APBD? Ini Strategi Efisiensi Tanpa PHK PPPK Bisa Ditiru Pemda

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00 WIB

BREAKING: Harga BBM 1 April 2026! Cek Daftar Baru Pertamax, Solar & Dampaknya ke Dompet Anda

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:30 WIB

APBD Defisit 2026: Gaji PPPK Terancam, Ini Dampak Kebijakan 30% Belanja Pegawai

Senin, 30 Maret 2026 - 16:30 WIB

WFH 1 Hari Mulai Berlaku! Benarkah Bisa Tekan BBM dan Subsidi Energi? Ini Faktanya

Berita Terbaru