INTERNASIONAL,JS- Tahun baru sering dirayakan dengan semarak kembang api, suara terompet yang riuh, dan hidangan lezat yang dinikmati bersama keluarga dan teman-teman. Momen 1 Januari menjadi titik awal bagi banyak orang untuk menetapkan resolusi dan merayakan perubahan tahun. Namun, tidak semua negara merayakan tahun baru pada tanggal tersebut. Beberapa negara memiliki kebiasaan atau kalender yang berbeda, yang membuat mereka merayakan tahun baru pada waktu yang lain. Berikut ini adalah beberapa negara yang tidak merayakan tahun baru pada 1 Januari:
1. China: Menunggu Tahun Baru Imlek
Meskipun beberapa orang muda di China berkumpul di pusat perbelanjaan, menonton kembang api, atau menghadiri pesta pada 1 Januari, Tahun Baru Imlek tetap menjadi perayaan utama. Dalam perayaan ini, dekorasi merah, petasan, dan pemberian amplop merah menjadi tradisi yang sangat penting. Selama waktu ini, keluarga-keluarga China berkumpul untuk merayakan kebersamaan.
2. Vietnam: Merayakan Hari Raya Tết
Di Vietnam, Hari Raya Tết lebih diutamakan daripada perayaan Tahun Baru Masehi. Tết bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, dan masyarakat Vietnam mulai mempersiapkan perayaan ini jauh-jauh hari. Selama perayaan, keluarga akan menikmati hidangan lezat, serta melakukan pemujaan leluhur. Anak-anak akan menerima amplop merah berisi uang sebagai simbol keberuntungan dan berkah untuk tahun yang baru.
3. Ethiopia: Tahun Baru Berdasarkan Kalender Tradisional
Ethiopia menggunakan kalender yang berbeda dari kalender Gregorian. Dengan perbedaan sekitar 7 hingga 8 tahun, Tahun Baru Ethiopia atau Enkutatash jatuh pada tanggal 11 atau 12 September, tergantung pada tahun kabisat. Perayaan ini menandai berakhirnya musim hujan dan datangnya musim semi. Warga Ethiopia merayakan dengan pesta, bertukar bunga, serta menyanyikan lagu-lagu tradisional. Anak-anak juga ikut berpartisipasi dengan menawarkan lukisan dan lagu kepada tetangga untuk mendapatkan hadiah kecil.
4. Iran: Merayakan Nowruz di Musim Semi
Iran merayakan Nowruz, yang berarti “Hari Baru”, sebagai tahun baru yang sangat penting. Nowruz jatuh bersamaan dengan ekuinoks musim semi dan telah menjadi tradisi selama lebih dari 3.000 tahun. Keluarga-keluarga di Iran menyiapkan meja upacara yang disebut Haft-sin, yang didekorasi dengan tujuh benda yang dimulai dengan huruf “S” dalam bahasa Persia.
5. Arab Saudi: Tahun Baru dalam Kalender Hijriah
Arab Saudi mengikuti kalender Hijriah, yang berdasarkan pergerakan bulan. Oleh karena itu, tahun baru mereka tidak jatuh pada 1 Januari, melainkan pada Hari Pertama Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam kalender Islam. Bagi banyak orang di Arab Saudi, merayakan tahun baru pada 1 Januari dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, sehingga perayaan Tahun Baru Masehi tidak lazim dilakukan di negara ini.
6. Brunei Darussalam: Larangan Perayaan Tahun Baru
Sejak tahun 2014, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam mengeluarkan larangan terhadap perayaan Tahun Baru dan Natal di depan umum. Larangan ini bertujuan untuk melindungi nilai-nilai Islam di negara tersebut. Hal ini dianggap bertentangan dengan ajaran Islam, yang menjadi dasar kehidupan di Brunei.(AN)









