Fakta Mengejutkan di Pasar Tanjung Bajure, Pedagang Keluhkan 3 Masalah Utama Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wawako sungai penuh,Azhar Hamzah kembali tinjau pasar tanjung bajure

Wawako sungai penuh,Azhar Hamzah kembali tinjau pasar tanjung bajure

SUNGAIPENUH,JS- Kondisi Pasar Tanjung Bajure kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sungai Penuh. Dalam peninjauan terbaru, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah bersama Sekretaris Daerah Alpian menemukan sejumlah persoalan krusial yang langsung dirasakan pedagang.

Fokus utama tidak lagi sekadar aktivitas jual beli, melainkan menyentuh aspek mendasar seperti fasilitas pasar, pengelolaan kebersihan, dan penataan lapak yang hingga kini dinilai belum optimal.

Baca Juga :  Sidak Mendadak di Pasar Sungai Penuh, Ini Fakta yang Terungkap di Lapangan

Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa fasilitas di dalam pasar masih jauh dari kata ideal. Mereka menyoroti kondisi sarana umum seperti tempat berteduh, saluran air, hingga area bongkar muat yang belum tertata dengan baik.

Akibatnya, aktivitas perdagangan sering terganggu, terutama saat cuaca tidak bersahabat. Beberapa pedagang bahkan harus berinisiatif sendiri untuk memperbaiki lapak mereka agar tetap bisa berjualan dengan nyaman.

Selain itu, keterbatasan fasilitas juga berdampak pada menurunnya minat pembeli untuk datang ke pasar. Kondisi ini tentu berpengaruh langsung terhadap pendapatan para pedagang.

Kebersihan Jadi Keluhan Paling Dominan

Tidak hanya fasilitas, persoalan kebersihan menjadi sorotan paling kuat dalam kunjungan tersebut. Pedagang menilai pengelolaan sampah di kawasan pasar masih belum berjalan maksimal.

Tumpukan sampah di beberapa titik terlihat mengganggu kenyamanan, bahkan berpotensi menimbulkan bau tidak sedap. Kondisi ini tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga membuat pembeli enggan berlama-lama di pasar.

Baca Juga :  Sampah Naik Drastis Saat Lebaran, DLH Sungai Penuh Turunkan Armada dan Petugas Siaga

Para pedagang berharap pemerintah segera meningkatkan sistem pengelolaan kebersihan, mulai dari penyediaan tempat sampah yang memadai hingga jadwal pengangkutan yang lebih rutin.

Penataan Lapak Masih Semrawut

Masalah lain yang tidak kalah penting adalah penataan lapak yang dinilai masih semrawut. Beberapa pedagang mengaku kesulitan mendapatkan posisi strategis karena penempatan yang tidak teratur.

Di sisi lain, lorong pasar di beberapa area menjadi sempit akibat lapak yang tidak tertata rapi. Hal ini menyulitkan mobilitas pembeli dan mengurangi kenyamanan saat berbelanja.

Penataan yang kurang optimal juga memicu persaingan tidak sehat antar pedagang. Oleh karena itu, pedagang berharap adanya sistem zonasi yang lebih jelas agar semua pihak mendapatkan kesempatan yang adil.

Pemerintah Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar.

Ia menilai bahwa perbaikan fasilitas, peningkatan kebersihan, serta penataan ulang lapak harus menjadi prioritas utama dalam waktu dekat. Langkah ini penting untuk mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi yang nyaman dan produktif.

“Pasar harus menjadi tempat yang bersih, tertata, dan layak bagi pedagang maupun pembeli. Ini menjadi fokus utama kami ke depan,” tegasnya.

Harapan Pedagang: Perubahan Nyata, Bukan Sekadar Wacana

Para pedagang berharap kunjungan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Mereka menginginkan adanya langkah konkret yang benar-benar membawa perubahan di lapangan.

Dengan perbaikan fasilitas, pengelolaan kebersihan yang lebih baik, serta penataan lapak yang rapi, Pasar Tanjung Bajure diyakini mampu kembali menjadi pusat ekonomi yang ramai dan kompetitif.

Jika pembenahan dilakukan secara serius, pasar tradisional ini tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.(*)

Berita Terkait

Pinjaman Pemkab Tebo Dipangkas, Pembangunan Jalan Terbatas Hanya 7 Km!
Krisis Kepercayaan Nasabah Usai Gangguan Sistem Bank Jambi, ASN Dorong Pemerintah Cari Alternatif Layanan Perbankan
Idulfitri 2026 Bikin UMKM Jambi Panen Besar, Ini Sektor yang Paling Laris!
Termasuk Jambi, Update Harga BBM 29 Maret 2026
Kaget! Harga Cabai Pasca Lebaran di Jambi Naik Drastis, Ini Penyebabnya
Banjir Mengintai Kuala Tungkal! PLN Ungkap 5 Cara Selamat dari Sengatan Listrik yang Sering Diabaikan
Kabar Terbaru Arus Balik 2026: Sarolangun Sudah Sepi, Tapi Kondisi Jalan Bikin Khawatir
Warga Koto Datuk Panik!, Detik-Detik Rumah di Koto Datuk Terbakar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:30 WIB

Pinjaman Pemkab Tebo Dipangkas, Pembangunan Jalan Terbatas Hanya 7 Km!

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:30 WIB

Krisis Kepercayaan Nasabah Usai Gangguan Sistem Bank Jambi, ASN Dorong Pemerintah Cari Alternatif Layanan Perbankan

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:30 WIB

Idulfitri 2026 Bikin UMKM Jambi Panen Besar, Ini Sektor yang Paling Laris!

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:30 WIB

Termasuk Jambi, Update Harga BBM 29 Maret 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:30 WIB

Kaget! Harga Cabai Pasca Lebaran di Jambi Naik Drastis, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru