SUNGAIPENUH,JS- Kondisi Pasar Tanjung Bajure kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sungai Penuh. Dalam peninjauan terbaru, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah bersama Sekretaris Daerah Alpian menemukan sejumlah persoalan krusial yang langsung dirasakan pedagang.
Fokus utama tidak lagi sekadar aktivitas jual beli, melainkan menyentuh aspek mendasar seperti fasilitas pasar, pengelolaan kebersihan, dan penataan lapak yang hingga kini dinilai belum optimal.
Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa fasilitas di dalam pasar masih jauh dari kata ideal. Mereka menyoroti kondisi sarana umum seperti tempat berteduh, saluran air, hingga area bongkar muat yang belum tertata dengan baik.
Akibatnya, aktivitas perdagangan sering terganggu, terutama saat cuaca tidak bersahabat. Beberapa pedagang bahkan harus berinisiatif sendiri untuk memperbaiki lapak mereka agar tetap bisa berjualan dengan nyaman.
Selain itu, keterbatasan fasilitas juga berdampak pada menurunnya minat pembeli untuk datang ke pasar. Kondisi ini tentu berpengaruh langsung terhadap pendapatan para pedagang.
Kebersihan Jadi Keluhan Paling Dominan
Tidak hanya fasilitas, persoalan kebersihan menjadi sorotan paling kuat dalam kunjungan tersebut. Pedagang menilai pengelolaan sampah di kawasan pasar masih belum berjalan maksimal.
Tumpukan sampah di beberapa titik terlihat mengganggu kenyamanan, bahkan berpotensi menimbulkan bau tidak sedap. Kondisi ini tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga membuat pembeli enggan berlama-lama di pasar.
Para pedagang berharap pemerintah segera meningkatkan sistem pengelolaan kebersihan, mulai dari penyediaan tempat sampah yang memadai hingga jadwal pengangkutan yang lebih rutin.
Penataan Lapak Masih Semrawut
Masalah lain yang tidak kalah penting adalah penataan lapak yang dinilai masih semrawut. Beberapa pedagang mengaku kesulitan mendapatkan posisi strategis karena penempatan yang tidak teratur.
Di sisi lain, lorong pasar di beberapa area menjadi sempit akibat lapak yang tidak tertata rapi. Hal ini menyulitkan mobilitas pembeli dan mengurangi kenyamanan saat berbelanja.
Penataan yang kurang optimal juga memicu persaingan tidak sehat antar pedagang. Oleh karena itu, pedagang berharap adanya sistem zonasi yang lebih jelas agar semua pihak mendapatkan kesempatan yang adil.
Pemerintah Siapkan Evaluasi Menyeluruh
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar.
Ia menilai bahwa perbaikan fasilitas, peningkatan kebersihan, serta penataan ulang lapak harus menjadi prioritas utama dalam waktu dekat. Langkah ini penting untuk mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi yang nyaman dan produktif.
“Pasar harus menjadi tempat yang bersih, tertata, dan layak bagi pedagang maupun pembeli. Ini menjadi fokus utama kami ke depan,” tegasnya.
Harapan Pedagang: Perubahan Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Para pedagang berharap kunjungan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Mereka menginginkan adanya langkah konkret yang benar-benar membawa perubahan di lapangan.
Dengan perbaikan fasilitas, pengelolaan kebersihan yang lebih baik, serta penataan lapak yang rapi, Pasar Tanjung Bajure diyakini mampu kembali menjadi pusat ekonomi yang ramai dan kompetitif.
Jika pembenahan dilakukan secara serius, pasar tradisional ini tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.(*)









