Kabar Terbaru Arus Balik 2026: Sarolangun Sudah Sepi, Tapi Kondisi Jalan Bikin Khawatir

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak lalu lintas kendaraan di Jalinsum Sarolangun yang mulai sepi pasca lebaran

Tampak lalu lintas kendaraan di Jalinsum Sarolangun yang mulai sepi pasca lebaran

SAROLANGUN,JS- Pasca berakhirnya Operasi Ketupat 2026, kondisi lalu lintas di jalur utama Jalan Lintas Sumatera wilayah Sarolangun mulai menunjukkan perubahan signifikan. Arus kendaraan yang sebelumnya padat selama masa mudik dan arus balik Idulfitri kini berangsur normal.

Pantauan di lapangan memperlihatkan bahwa jalur lintas Sumatera di kawasan tersebut kini jauh lebih lenggang. Meski demikian, sejumlah kendaraan pemudik masih terlihat melintas, menandakan arus balik belum sepenuhnya berakhir.

Baca Juga :  Rp 3,25 Miliar untuk Pendidikan Sarolangun, Ini Detail Bantuan MDT & Beasiswa

Arus Lalu Lintas Berangsur Normal

Kanit Patroli Satlantas Polres Sarolangun, Ipda Suranto, menyampaikan bahwa kondisi lalu lintas saat ini relatif aman dan terkendali. Ia menegaskan bahwa volume kendaraan sudah mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan puncak arus balik beberapa hari sebelumnya.

“Sekarang arus lalu lintas cenderung normal. Kendaraan arus balik masih ada, tetapi jumlahnya sudah jauh berkurang. Mayoritas kendaraan yang melintas didominasi warga lokal dari Sarolangun dan Kota Jambi yang kembali beraktivitas,” jelasnya.

Selain itu, aktivitas masyarakat yang kembali berjalan seperti biasa turut memengaruhi kelancaran arus lalu lintas. Pasar tradisional, perkantoran, dan sektor usaha mulai beroperasi normal, sehingga mobilitas lebih tersebar dan tidak menumpuk di satu waktu seperti saat puncak mudik.

Jalan Rusak Jadi Ancaman Tersembunyi

Meski arus kendaraan mulai lenggang, aparat kepolisian mengingatkan pengendara untuk tetap waspada. Pasalnya, kondisi jalan di beberapa titik masih belum ideal dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Beberapa ruas jalan di jalur Sarolangun–Jambi dilaporkan mengalami kerusakan berupa lubang dan permukaan bergelombang. Kondisi ini terutama ditemukan di wilayah Kecamatan Pauh dan Mandiangin, yang kerap menjadi titik rawan kecelakaan.

Kerusakan jalan tersebut dapat memicu risiko, terutama bagi pengendara roda dua maupun kendaraan dengan kecepatan tinggi. Oleh karena itu, pengemudi diminta untuk lebih berhati-hati, menjaga kecepatan, serta meningkatkan konsentrasi saat melintas di jalur tersebut.

Baca Juga :  Harga LPG 3 Kg di Atas HET? Ini Langkah Tegas Pemkab Sarolangun

Imbauan Keselamatan dari Kepolisian

Sebagai langkah preventif, Satlantas Polres Sarolangun terus mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan berkendara meskipun situasi lalu lintas sudah tidak padat.

Beberapa imbauan penting yang disampaikan antara lain:

  • Mengurangi kecepatan di jalan rusak atau berlubang
  • Memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima
  • Menghindari berkendara dalam kondisi lelah
  • Menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman

Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama pada masa transisi setelah arus balik Lebaran.

Momentum Evaluasi Infrastruktur

Situasi ini juga menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan. Jalur Jalan Lintas Sumatera merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan berbagai daerah, sehingga kualitas jalan harus menjadi prioritas utama.

Perbaikan jalan tidak hanya berdampak pada kenyamanan berkendara, tetapi juga berperan besar dalam menekan angka kecelakaan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kesimpulan: Lenggang Tapi Tetap Waspada

Secara keseluruhan, kondisi arus balik di Sarolangun pasca Lebaran 2026 menunjukkan tren positif. Lalu lintas yang mulai lenggang memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. Namun demikian, ancaman dari kondisi jalan yang rusak tetap menjadi perhatian serius.

Pengendara diimbau untuk tidak lengah meski situasi terlihat aman. Kewaspadaan dan disiplin dalam berkendara menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan di jalan.(*)

Berita Terkait

Peringatan Hari Pancasila, Pemkot Sungai Penuh Berikan Bantuan Alsintan hingga Program Kopi 400 Hektare ke Petani
Sewa Aset Pemkot Tunggak Dua Tahun, Bank Jambi Sungai Penuh Baru Melunasi Setelah Jadi Temuan BPK
DPRD Sungai Penuh Setujui Perubahan APBD 2026, Alfin Minta OPD Percepat Program
Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil
Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan
Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana
Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut
Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Peringatan Hari Pancasila, Pemkot Sungai Penuh Berikan Bantuan Alsintan hingga Program Kopi 400 Hektare ke Petani

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Sewa Aset Pemkot Tunggak Dua Tahun, Bank Jambi Sungai Penuh Baru Melunasi Setelah Jadi Temuan BPK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:10 WIB

DPRD Sungai Penuh Setujui Perubahan APBD 2026, Alfin Minta OPD Percepat Program

Rabu, 30 September 2026 - 19:15 WIB

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil

Rabu, 30 September 2026 - 16:30 WIB

Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan

Berita Terbaru