Fokus Ibu Hamil dan Balita, Ini Cara Sungai Penuh Lawan Stunting

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Sungai Penuh serius dalam tangani stunting

Pemkot Sungai Penuh serius dalam tangani stunting

SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat upaya menekan angka stunting melalui program yang menyasar ibu hamil, remaja putri, hingga balita. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gunardi, menjelaskan percepatan penurunan stunting dilakukan secara terintegrasi bersama berbagai sektor terkait.

“Jika ibu hamil mengalami kekurangan energi kronis atau anemia, kami memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini mencakup PMT pabrikan dari pemerintah pusat dan PMT lokal yang sudah tersedia di tiap desa,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Sungai Penuh Hadiri Silaturahmi Pemuda Menyambut Ramadhan

Selain itu, pemerintah memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan rutin untuk memantau kesehatan dan gizi mereka. Dengan begitu, risiko stunting sejak dalam kandungan bisa ditekan.

Remaja Putri Jadi Fokus Pencegahan

Selain ibu hamil, pemerintah menargetkan remaja putri. Baik yang masih bersekolah maupun tidak, mereka diwajibkan mengonsumsi tablet tambah darah dua kali seminggu. Program ini sudah berjalan di seluruh sekolah, mulai SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

“Pendekatan ini penting karena kesehatan remaja putri memengaruhi generasi berikutnya. Kami ingin mereka siap hamil dengan kondisi gizi yang optimal,” jelas Gunardi.

Balita Mendapat PMT dan Imunisasi Lengkap

Bagi balita yang kurang gizi atau berada di bawah minus dua standar deviasi, pemerintah rutin memberikan PMT lokal maupun pabrikan. Gunardi menambahkan, langkah ini memastikan anak-anak menerima asupan gizi yang sesuai kebutuhan pertumbuhan mereka.

Baca Juga :  Dipantau Forkopimda, Gotong Royong Besar-Besaran Digelar di Sungai Penuh

Selain itu, Pemkot Sungai Penuh sudah mencapai 100 persen imunisasi dasar lengkap bagi balita hingga usia lima tahun. Dengan kombinasi gizi dan imunisasi, pemerintah menargetkan pertumbuhan anak menjadi lebih sehat dan optimal.

Intervensi Sensitif untuk Langkah Jangka Panjang

Pemerintah juga menjalankan intervensi sensitif sebagai strategi jangka panjang. Program ini meliputi layanan KB pasca persalinan, peningkatan akses pelayanan kesehatan untuk keluarga kurang mampu, serta pendampingan langsung oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Sungai Penuh (TP3S).

Melalui kombinasi intervensi spesifik dan sensitif, Pemkot Sungai Penuh optimistis dapat menurunkan angka stunting secara bertahap, sekaligus meningkatkan kualitas hidup generasi muda.(*)

Berita Terkait

Dari Jagung dan Umbi Jadi Cuan! 95 Ibu di Kerinci Ikut Pelatihan Kue Sehat
Ramadhan Mendekat, Harga Sembako di Tebo Merangkak Naik
Bawa KTP dan KK, Warga Serbu Operasi Pasar Gas 3 Kg di Bungo
Pemkab Sarolangun Gelar Operasi Pasar, LPG 3 Kg Dijual Rp18 Ribu
Aturan Baru Gunung Kerinci, Pendaki Wajib Gunakan Guide Lokal
Wakil Wali Kota Sungai Penuh Hadiri Silaturahmi Pemuda Menyambut Ramadhan
Dari Danau Kerinci, Semangat Indonesia ASRI Bergema
Heboh! MTQ Desa Talang Lindung Berhadiah 2 Paket Umroh
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 22:00 WIB

Dari Jagung dan Umbi Jadi Cuan! 95 Ibu di Kerinci Ikut Pelatihan Kue Sehat

Senin, 16 Februari 2026 - 20:30 WIB

Fokus Ibu Hamil dan Balita, Ini Cara Sungai Penuh Lawan Stunting

Senin, 16 Februari 2026 - 20:00 WIB

Ramadhan Mendekat, Harga Sembako di Tebo Merangkak Naik

Senin, 16 Februari 2026 - 19:00 WIB

Bawa KTP dan KK, Warga Serbu Operasi Pasar Gas 3 Kg di Bungo

Senin, 16 Februari 2026 - 10:30 WIB

Pemkab Sarolangun Gelar Operasi Pasar, LPG 3 Kg Dijual Rp18 Ribu

Berita Terbaru

Ilustrasi Investasi

Bisnis

Inilah Rahasia Investor Pemula Bisa Untung di Era Digital

Senin, 16 Feb 2026 - 23:00 WIB