TEKNOLOGI,JS- Google memperkuat fitur keamanan pada ekosistem Android untuk melindungi perangkat dari pencurian dan peretasan digital. Langkah ini menambah kemampuan alat keamanan yang sebelumnya diperkenalkan pada 2024, seperti Theft Detection Lock dan Offline Device Lock, sekaligus meningkatkan mekanisme autentikasi dan pemulihan perangkat.
Perusahaan menekankan bahwa perangkat Android kelas atas kini menghadapi risiko pencurian yang setara dengan iPhone. Model premium seperti Google Pixel Pro, ponsel lipat, dan seri unggulan Samsung sering menjadi target karena nilai jualnya tinggi.
“Kami menghadirkan pembaruan keamanan yang lebih kuat untuk membuat perangkat Anda lebih sulit dicuri dan memberikan ketenangan pikiran bagi pengguna,” tulis Google dalam pernyataan resminya, dikutip Kamis (29/1/2026).
Kontrol Lebih Detail untuk Pengguna Android 16 ke Atas
Pengguna Android 16 ke atas kini dapat mengatur Failed Authentication Lock melalui tombol aktif/nonaktif di menu pengaturan. Fitur ini memungkinkan mereka menyesuaikan respons sistem terhadap upaya autentikasi yang gagal. Jika sistem mendeteksi percobaan masuk yang berlebihan, perangkat akan terkunci secara otomatis.
Selain itu, Google memperketat perlindungan terhadap penebakan PIN, pola, atau kata sandi. Sistem meningkatkan durasi penguncian secara bertahap setelah serangkaian upaya gagal.
Identity Check Melindungi Data Sensitif
Fitur Identity Check kini melindungi seluruh aplikasi yang menggunakan antarmuka Android Biometric Prompt, termasuk aplikasi perbankan pihak ketiga dan Google Password Manager. Dengan pembaruan ini, akses data sensitif menjadi lebih sulit meski perangkat berpindah tangan.
Remote Lock Lebih Aman dan Fleksibel
Google memperbarui Remote Lock untuk perangkat Android 10 ke atas. Pengguna dapat mengunci perangkat melalui peramban web, dan sistem menambahkan tantangan atau pertanyaan keamanan opsional untuk memastikan penguncian hanya dilakukan oleh pemilik sah.
Strategi Agresif di Pasar Brasil
Di Brasil, Google mengaktifkan fitur keamanan secara default pada perangkat baru. Theft Detection Lock menggunakan AI on-device untuk mendeteksi gerakan mendadak, seperti kasus jambret dan lari, dan segera mengunci layar. Sementara itu, Remote Lock otomatis aktif sejak hari pertama, sehingga pengguna dapat langsung mengamankan perangkat melalui android.com/lock.
Dengan pembaruan ini, Google tidak hanya meningkatkan keamanan perangkat premium, tetapi juga memberi pengguna kontrol penuh atas perlindungan data pribadi dan aset digital mereka.(*)









