Gubernur Al Haris Gaspol Tekan Stunting di Jambi, Program MBG Jadi Senjata Utama di Tengah Bonus Demografi

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI,JS– Pemerintah Provinsi Jambi mempercepat langkah dalam menekan angka stunting sekaligus memanfaatkan bonus demografi yang sedang berlangsung. Gubernur Jambi, Al Haris, langsung memimpin strategi ini dengan menekankan kolaborasi lintas sektor dan penguatan program berbasis keluarga.

Langkah agresif ini muncul karena pemerintah melihat stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi juga ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Strategi Baru: Fokus Gizi dan Intervensi Langsung

Pertama-tama, pemerintah mendorong pendekatan yang lebih konkret melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menyasar kelompok paling rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Program MBG menghadirkan intervensi langsung di lapangan. Pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan edukasi, tetapi langsung memastikan masyarakat menerima asupan gizi yang cukup.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat distribusi bantuan agar tepat sasaran. Dengan cara ini, manfaat program bisa langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Tidak hanya berhenti di situ, pemerintah juga terus memperbaiki sistem pendataan. Data yang akurat membuat intervensi menjadi lebih efektif dan terarah.

Baca Juga :  WFH ASN Jambi 2026: Solusi Hemat Anggaran atau Ancaman Produktivitas?

Data Terbaru: Stunting Jambi Termasuk Terendah Nasional

Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Jambi berada di kisaran 17,1 persen. Angka ini menempatkan Jambi sebagai salah satu provinsi dengan tingkat stunting terendah di Indonesia.

Namun demikian, pemerintah tidak ingin terlena dengan capaian tersebut. Justru, kondisi ini menjadi momentum untuk menurunkan angka stunting lebih jauh.

Sebagai perbandingan, berbagai wilayah di Indonesia masih menghadapi angka stunting yang jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, Jambi memiliki peluang besar menjadi contoh nasional dalam penanganan stunting.

Tantangan Nyata: Distribusi dan Implementasi

Meskipun program sudah berjalan, tantangan tetap muncul di lapangan. Distribusi bantuan belum sepenuhnya merata, terutama di daerah terpencil.

Selain itu, sebagian masyarakat masih belum memahami pentingnya gizi seimbang. Kondisi ini membuat upaya penurunan stunting membutuhkan pendekatan yang lebih intensif.

Karena itu, pemerintah terus mendorong sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci utama agar program berjalan optimal.

Bonus Demografi: Peluang Emas yang Tak Boleh Terlewat

Di sisi lain, Jambi sedang menikmati fase bonus demografi. Sekitar 68,86 persen penduduk berada pada usia produktif. Kondisi ini membuka peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, peluang ini tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa kualitas sumber daya manusia yang baik. Di sinilah peran penting penanganan stunting.

Anak-anak yang tumbuh sehat hari ini akan menjadi tenaga produktif di masa depan. Sebaliknya, stunting dapat menghambat perkembangan kognitif dan produktivitas.

Oleh sebab itu, pemerintah mengintegrasikan program kesehatan dengan strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.

Baca Juga :  Update BMKG Hari Ini: Hujan Ekstrem Landa Indonesia, Jambi Masuk Zona Risiko Tinggi 2026

Ancaman Tersembunyi: Masalah Sosial dan Generasi Masa Depan

Selain stunting, pemerintah juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat. Salah satunya adalah fenomena anak yang tumbuh tanpa figur ayah.

Kondisi ini berpotensi memengaruhi perkembangan mental dan sosial anak. Jika dibiarkan, dampaknya bisa meluas hingga ke produktivitas generasi mendatang.

Tidak hanya itu, jumlah lansia juga terus meningkat. Saat ini, sekitar 6 persen populasi Jambi masuk kategori lansia.

Pemerintah pun mulai mengantisipasi kondisi ini dengan memperkuat program perlindungan sosial dan kesehatan bagi kelompok usia lanjut.

Kolaborasi Jadi Kunci Utama

Selanjutnya, Al Haris menegaskan bahwa tidak ada satu pihak pun yang bisa menyelesaikan masalah ini sendirian.

Pemerintah daerah, tenaga medis, organisasi masyarakat, hingga keluarga harus bergerak bersama.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong inovasi dalam program kesehatan. Pendekatan digital dan edukasi berbasis komunitas mulai diterapkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap program tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak nyata.

Jambi Bisa Jadi Contoh Nasional

Dengan strategi yang semakin matang, Jambi memiliki peluang besar menjadi role model dalam penanganan stunting di Indonesia.

Program MBG, penguatan data, serta kolaborasi lintas sektor menciptakan fondasi yang kuat untuk masa depan.

Lebih dari itu, keberhasilan menekan stunting akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Akhirnya, langkah yang dilakukan hari ini akan menentukan kualitas generasi Jambi di masa depan.

Penutup: Masa Depan Dimulai dari Sekarang

Upaya menekan stunting bukan hanya soal angka statistik. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Dengan memanfaatkan bonus demografi dan memperkuat program gizi seperti MBG, Jambi sedang membangun fondasi menuju masa depan yang lebih baik.

Kini, semua pihak memiliki peran penting. Karena masa depan daerah tidak ditentukan besok, tetapi dimulai dari hari ini.(*)

Sumber Berita: Jernih.id, Antaranews jambi

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Kerinci Bersiap Perpanjang Kontrak 2026, Ini Syarat dan Batas Waktunya
Kabut Asap Makin Parah, Bupati Merangin Keluarkan Aturan Sekolah Daring 8–10 Oktober 2026
Apo Kabar Wo Haris!, Kapan Berkunjung ke Kerinci dan Sungai Penuh lagi
UNJA Alihkan Kuliah ke Daring Saat Kualitas Udara Jambi Masuk Level Berbahaya, UIN Jambi Ikut Terapkan Kebijakan Serupa
Ironi Lumbung Pangan Provinsi Jambi Ditengah Kekeringan, Petaninya Beli Beras
Heboh, ASN ‘GHAIB’ Dilingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci
Target Juara MTQ Jambi, Wako Alfin Minta Kafilah Sungai Penuh Fokus dan Disiplin
Wawako Azhar Hamzah Bahas Pengawasan Aset Pemkot Sungai Penuh Bersama Komisi II DPR RI
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Kerinci Bersiap Perpanjang Kontrak 2026, Ini Syarat dan Batas Waktunya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Bupati Merangin Keluarkan Aturan Sekolah Daring 8–10 Oktober 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:01 WIB

UNJA Alihkan Kuliah ke Daring Saat Kualitas Udara Jambi Masuk Level Berbahaya, UIN Jambi Ikut Terapkan Kebijakan Serupa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Ironi Lumbung Pangan Provinsi Jambi Ditengah Kekeringan, Petaninya Beli Beras

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Heboh, ASN ‘GHAIB’ Dilingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci

Berita Terbaru