KERINCI,JS- IAIN Kerinci kembali menorehkan capaian strategis dalam pengembangan kelembagaan. Kampus ini resmi membuka Program Doktor (S3) Program Studi Studi Islam setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari Direktorat Pendidikan Islam (Pendis) Program Pascasarjana.
Rektor IAIN Kerinci, Dr. Ja’far Ahmad, M.Si., menyerahkan langsung SK tersebut kepada Ketua Senat, Prof. Dr. H. As’ari, M.Ag. Selanjutnya, Ketua Senat meneruskan dokumen resmi itu kepada Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Wisnarni, dalam seremoni yang berlangsung pada Jumat (13/2).
Momentum ini menandai babak baru penguatan akademik di lingkungan kampus.
Tonggak Strategis Penguatan Tridharma
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa pembukaan Program Doktor Studi Islam lahir dari kerja kolektif seluruh unsur pimpinan dan tim pengembangan pascasarjana. Sejak tahap perencanaan hingga verifikasi akhir, seluruh tim bergerak secara terarah dan konsisten.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program doktor bukan sekadar pemenuhan aspek administratif. Sebaliknya, program ini menjadi amanah besar untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat riset, dan memperluas pengabdian kepada masyarakat.
“Program Doktor Studi Islam ini menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia akademik terhadap sumber daya manusia yang unggul dan kompeten,” ujarnya.
Dengan demikian, kampus tidak hanya menambah jenjang pendidikan, tetapi juga memperkuat peran dalam pengembangan keilmuan Islam.
Beriringan dengan Asesmen Lapangan
Penyerahan SK berlangsung bersamaan dengan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Situasi tersebut menambah makna penting pada agenda akademik hari itu.
Pimpinan, anggota senat, dosen, dan tamu undangan menyaksikan langsung prosesi tersebut. Suasana khidmat dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan yang menjadi simbol transformasi berkelanjutan IAIN Kerinci.
Momentum ini sekaligus mempertegas komitmen institusi untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas tata kelola akademik.
Senat Tegaskan Komitmen Mutu
Sementara itu, Ketua Senat Prof. Dr. H. As’ari, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim pengusul serta dukungan berbagai pihak. Ia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah program resmi berjalan.
Menurutnya, senat memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk mengawal implementasi program doktor agar tetap sesuai standar dan regulasi yang berlaku.
“Senat akan memastikan program ini berjalan dengan mutu dan integritas yang terjaga. Kualitas harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pascasarjana Siapkan Kurikulum Berbasis Riset
Di sisi lain, Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Wisnarni menyatakan kesiapan penuh dalam mengelola Program Doktor Studi Islam. Pascasarjana telah menyusun kurikulum berbasis riset yang relevan dengan dinamika sosial-keagamaan kontemporer.
Selain itu, pihaknya memperkuat kapasitas dosen serta meningkatkan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Seluruh langkah tersebut bertujuan untuk menciptakan ekosistem akademik yang produktif dan kolaboratif.
Ia berharap program ini mampu melahirkan doktor yang memiliki kedalaman ilmu, keluasan wawasan, serta sensitivitas terhadap persoalan umat dan masyarakat global.
Perluas Akses dan Perkuat Reputasi
Dengan hadirnya Program Doktor Studi Islam, IAIN Kerinci membuka akses lebih luas bagi akademisi, peneliti, dan praktisi di Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, dan wilayah sekitarnya. Kini, mereka dapat menempuh pendidikan jenjang tertinggi tanpa harus meninggalkan daerah.
Ke depan, kampus menargetkan peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah secara signifikan. Melalui langkah ini, IAIN Kerinci memperkuat reputasi akademik di tingkat nasional sekaligus memperluas jejaring internasional.
Akhirnya, pembukaan Program Doktor Studi Islam tidak hanya menambah program studi baru, tetapi juga mempertegas arah transformasi kampus menuju pusat kajian keislaman yang progresif dan adaptif.(AN)









