Internal Audit Charter Sarolangun Resmi Diteken, Langkah Strategis Cegah Korupsi dan Tingkatkan Tata Kelola Bersih

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun, H Arsyad meneken kesepakatan Internal Audit Charter.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun, H Arsyad meneken kesepakatan Internal Audit Charter.

SAROLANGUN,JS- Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus memperkuat komitmen dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Salah satu langkah konkret yang kini diambil yakni penandatanganan Internal Audit Charter oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun, H. Arsyad.

Langkah ini tidak sekadar formalitas administratif. Sebaliknya, kebijakan tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem pengawasan internal agar lebih efektif, terarah, dan berintegritas tinggi.

Penguatan Sistem Pengawasan Internal

Penandatanganan Internal Audit Charter menjadi tonggak penting dalam membangun sistem pengawasan yang profesional. Piagam ini secara tegas mengatur tujuan, kewenangan, serta tanggung jawab aktivitas audit internal di lingkungan pemerintah daerah.

Selain itu, dokumen tersebut juga berfungsi sebagai pedoman utama dalam memastikan seluruh program dan kegiatan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dengan demikian, potensi penyimpangan dapat ditekan sejak dini.

  1. Arsyad menegaskan bahwa keberadaan Internal Audit Charter akan mendorong peningkatan kualitas pengawasan internal secara signifikan.

“Kami berharap dengan adanya piagam ini, pengawasan internal bisa berjalan lebih optimal. Program yang dilaksanakan juga harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penyediaan sumber daya yang memadai untuk mendukung pelaksanaan audit internal. Tanpa dukungan tersebut, efektivitas pengawasan akan sulit tercapai.

Dorong Transparansi dan Akuntabilitas

Tidak hanya memperkuat pengawasan, kebijakan ini juga berperan dalam meningkatkan transparansi serta akuntabilitas di lingkungan pemerintahan. Hal ini menjadi krusial, terutama dalam upaya membangun kepercayaan publik terhadap kinerja aparatur negara.

Baca Juga :  Gemini AI: 11 Ide Prompt Petualangan untuk Gambar Realistis

Dengan adanya sistem audit internal yang jelas dan terstruktur, setiap penggunaan anggaran dapat dipantau secara ketat. Selain itu, hasil audit juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja ke depan.

Di sisi lain, implementasi Internal Audit Charter juga mendorong budaya kerja yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. Setiap pegawai dituntut untuk bekerja sesuai prosedur serta menghindari praktik yang berpotensi melanggar hukum.

Sinergi dengan Aparat Pengawasan Eksternal

Langkah strategis ini juga membuka peluang sinergi yang lebih baik dengan aparat pengawasan eksternal, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dengan adanya koordinasi yang terintegrasi, proses pengawasan dapat berjalan lebih efisien. Selain itu, potensi tumpang tindih dalam pelaksanaan audit juga dapat diminimalkan.

Hal ini tentu memberikan dampak positif, terutama dalam menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Pemerintah daerah pun dapat lebih fokus dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Komitmen Kuat Cegah Korupsi

Bupati Sarolangun, Hurmin, turut menegaskan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam setiap lini pemerintahan. Ia menilai bahwa penandatanganan Internal Audit Charter merupakan langkah strategis dalam mencegah tindak pidana korupsi.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari komitmen bersama seluruh aparatur, mulai dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga perangkat desa.

“Kegiatan ini menjadi langkah penting dan strategis dalam membangun komitmen bersama untuk mencegah tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Baca Juga :  CPNS Polhut 2026 Segera Dibuka, Catat Syarat dan Ketentuan

Lebih lanjut, Hurmin mengingatkan bahwa penandatanganan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat Sarolangun.

“Ini adalah janji moral kepada masyarakat bahwa aparatur pemerintah daerah berkomitmen penuh menjalankan pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” tambahnya.

Dampak Positif bagi Pelayanan Publik

Implementasi Internal Audit Charter diyakini akan memberikan dampak positif yang luas, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan sistem pengawasan yang kuat, setiap program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, masyarakat juga akan merasakan manfaat langsung melalui pelayanan yang lebih transparan, cepat, dan bebas dari praktik korupsi.

Tidak hanya itu, kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah juga berpotensi meningkat. Hal ini menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Optimalisasi Tata Kelola Pemerintahan

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun berkomitmen untuk terus mengoptimalkan tata kelola pemerintahan. Salah satunya melalui penguatan sistem pengawasan internal yang berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam menciptakan birokrasi yang bersih, profesional, dan berintegritas. Dengan demikian, Sarolangun dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menerapkan prinsip good governance.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengawasan. Hal ini penting agar implementasi Internal Audit Charter dapat berjalan secara maksimal.(TIM)

Berita Terkait

Operasi Patuh Siginjai 2026 Dimulai Hari Ini, Polresta Jambi Bidik 7 Pelanggaran Lalu Lintas
Pemkot Sungai Penuh Wajibkan ASN Pakai Baju Melayu Jambi 2–6 November 2026, Ini Aturan Lengkapnya
Muaro Jambi Siapkan 23 Rumah Oksigen Gratis, Cek Layanan Puskesmas dan Jam Operasionalnya
Alfin dan Azhar Pimpin Goro Akbar, Ini Pesan Penting untuk Warga Sungai Penuh
Gaji 3.426 PPPK Kota Jambi Tembus Rp250 Miliar, Pemkot Berharap Pusat Ambil Alih
MTQ ke-55 Jambi Dimulai 30 Oktober, Maulana Larang ASN Dinas ke Luar Daerah
Lantik Pengurus PKPS Sungai Penuh, Alfin Tekankan Keberagaman sebagai Kekuatan Daerah
Nasib PPPK Tanpa Pensiun, Keluarga Terancam Kehilangan Penghasilan! Bagaimana di Jambi?
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Operasi Patuh Siginjai 2026 Dimulai Hari Ini, Polresta Jambi Bidik 7 Pelanggaran Lalu Lintas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Muaro Jambi Siapkan 23 Rumah Oksigen Gratis, Cek Layanan Puskesmas dan Jam Operasionalnya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Alfin dan Azhar Pimpin Goro Akbar, Ini Pesan Penting untuk Warga Sungai Penuh

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Gaji 3.426 PPPK Kota Jambi Tembus Rp250 Miliar, Pemkot Berharap Pusat Ambil Alih

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:31 WIB

MTQ ke-55 Jambi Dimulai 30 Oktober, Maulana Larang ASN Dinas ke Luar Daerah

Berita Terbaru