Investor Menahan Diri, ORI029 Masih Setengah Terjual!

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ORI029. (Sumber/Google)

ORI029. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Penyerapan pasar terhadap Surat Berharga Negara (SBN) Ritel perdana 2026, ORI029, masih bergerak lambat menjelang penutupan masa penawaran. Pemerintah menargetkan penerbitan ini mencapai Rp25 triliun, namun hingga Senin (16/2/2026) sore, investor baru memesan 53,36% dari total target.

Sisa ORI029 Masih Signifikan

Data dari PT Bibit Tumbuh Bersama pukul 15.10 WIB menunjukkan, ORI029 tenor tiga tahun masih tersisa Rp6,13 triliun atau 40,9% dari target. Sedangkan tenor enam tahun tersisa Rp7,21 triliun atau 72,2% dari target. Dengan kata lain, sisa penawaran masih cukup besar dan peluang serapan pasar masih terbuka.

Baca Juga :  Inilah Rahasia Investor Pemula Bisa Untung di Era Digital

Peluang dari Reinvestasi Terbatas

Ekonom KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, mengatakan investor masih bisa berkontribusi melalui aksi reinvestasi di pasar SBN. Namun, ia menilai kontribusi ini tidak cukup signifikan untuk menutupi seluruh sisa penerbitan.

Selain itu, Fikri menambahkan, beberapa investor menunggu lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Rabu. “Investor kemungkinan menganggap lelang SUN lebih menarik dibandingkan ORI029,” ujarnya. Data BRI Danareksa Sekuritas mencatat sedikitnya empat SUN akan jatuh tempo Februari ini dengan total Rp46,85 triliun, sementara tidak ada SBN Ritel yang jatuh tempo di periode sama.

Faktor Global dan Instrumen Alternatif

Minat investor terhadap ORI029 menurun karena beberapa faktor. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong investor menuntut imbal hasil lebih tinggi. Di sisi lain, emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai. Menurut Fikri, dibandingkan penerbitan sebelumnya, ORI029 saat ini kurang menarik karena imbal hasilnya lebih rendah dibanding aset lain dengan risiko serupa.

Baca Juga :  Pertumbuhan Kredit UMKM Tersendat, Bank Sampoerna Siapkan Strategi Baru untuk 2026

Prediksi Serapan Pasar

Head of Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto, menilai pasar akan sulit menyerap seluruh ORI029 jika aksi reinvestasi tidak terjadi. Ia memperkirakan realisasi pemesanan bisa berada sekitar 10% di bawah target atau sekitar Rp22,5 triliun. Meski begitu, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan beberapa penerbitan SBN Ritel sepanjang 2025, yang tidak pernah menembus Rp19 triliun.

Baca Juga :  Imlek & Ramadan Dekat, Sektor Saham Ini Diprediksi Naik!

Ramdhan menekankan, ketegangan geopolitik global membuat investor ritel berhati-hati dan cenderung menunggu perkembangan pasar sebelum membeli.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

Pajak Marketplace Resmi Berlaku! Seller Shopee dan Tokopedia Mulai Dipotong Otomatis per Agustus 2026
Prabowo Ubah Industri Sawit Indonesia, Koperasi Merah Putih Kini Bisa Kelola CPO hingga Produksi Minyak Goreng Sendiri
IHSG Hari Ini Melonjak, Saham BBCA hingga BBRI Jadi Buruan Investor: Simak Analisis, Prospek Bank Jumbo
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 2 Juli 2026 Melonjak, Cek Daftar Lengkapnya
IHSG Ditutup Anjlok, Investor Dibayangi Tekanan Jual Besar
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Selasa 30 Juni 2026 Stabil, Simak Daftar Lengkap Semua Kadar Karat
Harga BBM Pertamina Terbaru Senin 29 Juni 2026 Resmi Berlaku, Cek Daftar Lengkapnya Disini
Resmi Berubah, Berikut Harga BBM Pertamina Hari Ini 28 Juni 2026
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:01 WIB

Pajak Marketplace Resmi Berlaku! Seller Shopee dan Tokopedia Mulai Dipotong Otomatis per Agustus 2026

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:01 WIB

Prabowo Ubah Industri Sawit Indonesia, Koperasi Merah Putih Kini Bisa Kelola CPO hingga Produksi Minyak Goreng Sendiri

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:01 WIB

IHSG Hari Ini Melonjak, Saham BBCA hingga BBRI Jadi Buruan Investor: Simak Analisis, Prospek Bank Jumbo

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:57 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 2 Juli 2026 Melonjak, Cek Daftar Lengkapnya

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:01 WIB

IHSG Ditutup Anjlok, Investor Dibayangi Tekanan Jual Besar

Berita Terbaru