Iran dan China Gelar Pembicaraan Telepon di Tengah Ancaman

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran dikabarkan dapat ancaman

Iran dikabarkan dapat ancaman

INTERNASIONAL,JS- Iran dan China mengadakan pembicaraan telepon pada Kamis (15/1) di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS). Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, untuk membahas situasi terkini di kawasan.

China Tegaskan Penolakan Kekerasan

Baca Juga :  Rial Iran Anjlok, Nilai Tukar Tembus 1,45 Juta per Dolar AS

Dalam percakapan itu, Wang Yi menegaskan bahwa China menolak penggunaan kekerasan atau ancaman dalam hubungan internasional. Ia menekankan bahwa Beijing menentang upaya pihak manapun untuk memaksakan kehendaknya.

Selain itu, Wang Yi menegaskan komitmen China terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional. Ia percaya bahwa pemerintah dan rakyat Iran akan tetap bersatu, menghadapi berbagai tantangan, menjaga stabilitas nasional, dan melindungi hak serta kepentingan sah mereka.

Baca Juga :  Trump Hentikan Sementara Visa Imigran dari 75 Negara

Wang Yi juga menyerukan kepada semua pihak agar menahan diri, menghargai perdamaian, dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog. Ia menambahkan bahwa China siap berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional.

Iran Laporkan Situasi Terkini

Araghchi menyampaikan perkembangan terbaru di Iran, termasuk gelombang demonstrasi yang sempat mengguncang negara tersebut. Menurutnya, demo ini muncul akibat campur tangan pihak eksternal.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Iran telah mengambil langkah-langkah pengamanan dan kondisi di dalam negeri kini stabil. Araghchi menambahkan, Iran tetap membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, tetapi juga siap menghadapi intervensi luar. Ia berharap China dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan.

AS Tingkatkan Kehadiran Militer

Di sisi lain, ketegangan dengan AS meningkat. Kementerian Pertahanan AS memindahkan gugus tugas kapal induk USS Abraham Lincoln dari Laut China Selatan ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM) yang mencakup Timur Tengah.

Selain itu, AS menempatkan jet tempur F-35, bomber, dan pesawat tanker di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar. Langkah ini bertujuan memperkuat kemampuan proyeksi kekuatan udara AS di kawasan. Kehadiran militer yang besar di wilayah itu memungkinkan AS menahan potensi ancaman sekaligus memperluas jangkauan operasi pasukan di Timur Tengah.

Trump Tarik Ancaman Serangan

Dalam perkembangan terakhir, Presiden AS Donald Trump menarik sementara ancaman serangan terhadap Iran. Trump menyatakan bahwa ia diyakinkan eksekusi terhadap para demonstran telah dihentikan dan tidak ada rencana hukuman mati yang akan dijalankan.

Ia menekankan bahwa AS tetap siap siaga jika Iran kembali menembaki demonstran. Trump juga menegaskan komitmennya untuk “membantu rakyat Iran” di tengah ketegangan ini.(Tim)

Berita Terkait

TKI Indonesia Wajib Tahu, Segini Nilai Tukar Won Korea ke Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026
Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen
Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru
Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage
Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading
Kurs Yen Jepang Hari Ini Sabtu 26 September 2026: ¥10.000 Setara Rp1,13 Juta, Cek Konversi Lengkap JPY ke IDR
Cloves Health Benefits: 7 Potential Health Benefits of Eugenol-Rich Cloves You Should Know
Bitcoin, Ethereum Rally More Than 14% in a Week as Institutional Money Drives Crypto Market
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:30 WIB

TKI Indonesia Wajib Tahu, Segini Nilai Tukar Won Korea ke Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026

Rabu, 30 September 2026 - 21:23 WIB

Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen

Selasa, 29 September 2026 - 20:31 WIB

Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru

Selasa, 29 September 2026 - 02:01 WIB

Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage

Senin, 28 September 2026 - 04:01 WIB

Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading

Berita Terbaru

Nasional

Gempa Megathrust Ancam Sumatera, Ini Penjelasan Lengkap Ahli

Jumat, 2 Okt 2026 - 21:30 WIB