OTOMOTIF,JS- Lampu ABS di speedometer yang tiba-tiba menyala lalu mati kembali sering membuat pemilik mobil bingung. Banyak yang memilih mengabaikannya karena mobil masih bisa dikendarai normal. Padahal, kondisi ini bisa menjadi peringatan awal kerusakan komponen penting sistem pengereman.
Cara Kerja ABS Bergantung pada Sensor Magnetik
Sebagai informasi, sistem Anti-lock Braking System (ABS) bekerja dengan membaca kecepatan putaran roda melalui sensor magnetik. Sensor ini mengirimkan data ke modul ABS agar roda tidak terkunci saat pengemudi melakukan pengereman mendadak.
Namun, ketika sensor mulai bermasalah, sistem ABS tidak dapat membaca data secara konsisten. Akibatnya, lampu peringatan ABS akan menyala, lalu mati kembali.
Sensor ABS Menyatu dengan Bearing Roda
Sales Manager PT Mitra Abadi Autoparts, Nicodemus Andi Djoe, menjelaskan bahwa mobil modern umumnya menggunakan bearing roda yang sudah terintegrasi dengan sensor ABS.
“Di dalam bearing roda khusus mobil ABS sudah terdapat sensor magnetik,” ujarnya kepada GridOto.
Karena menyatu, kerusakan pada bearing roda otomatis akan memengaruhi kinerja sensor ABS.
Lampu ABS Hidup-Mati Jadi Tanda Sensor Mulai Aus
“Kalau logo ABS kadang muncul kadang hilang, berarti sensor magnetiknya mulai aus. Kadang terbaca, kadang tidak,” jelasnya.
Dalam kondisi ini, modul ABS akan mendeteksi gangguan lalu memunculkan peringatan di panel instrumen.
Faktor Usia Jadi Penyebab Paling Umum
Selain pemakaian berat, usia komponen menjadi penyebab paling sering kerusakan bearing roda ABS.
“Sensor magnetik di dalam bearing roda umumnya rusak karena umur pemakaian,” kata Endro.
Karena itu, ia menyarankan pemilik mobil tidak menunda penggantian jika gejala sudah muncul.
Endro mengingatkan bahwa lampu ABS bukan sekadar indikator biasa, melainkan sinyal bahwa sistem pengereman tidak bekerja maksimal.
“Lampu ABS menyala berarti ada fungsi yang bermasalah,” tegasnya saat ditemui di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Jika pengemudi mengerem mendadak dalam kondisi ABS tidak aktif, roda berisiko terkunci dan mobil bisa kehilangan kendali. Dalam situasi tersebut, rem ABS akan bekerja seperti rem konvensional tanpa perlindungan tambahan.
Untuk memastikan sumber masalah, bengkel dapat melakukan pemindaian menggunakan diagnostic tools. Alat ini mampu menunjukkan roda mana yang mengalami gangguan sensor ABS.
Saat ini, diagnostic tools sudah tersedia di bengkel resmi maupun bengkel umum, sehingga pemilik mobil bisa melakukan pemeriksaan lebih cepat dan akurat.(*)









