Jemaah Haji Asal Kerinci Meninggal di Arafah, Sempat Sesak Napas Sebelum Wafat di Tanah Suci

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi jemaah haji asal Kerinci meninggal dunia saat jalani haji di Mekah

Ilustrasi jemaah haji asal Kerinci meninggal dunia saat jalani haji di Mekah

KERINCI,JS- Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, meninggal dunia saat menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Arab Saudi, Selasa malam, 26 Mei 2026.

Jemaah tersebut bernama Khairusni Bilal Usman (67), warga Sumur Jauh, Kecamatan Danau Kerinci Barat. Almarhumah tergabung dalam Kloter BTH-19 Embarkasi Batam bersama rombongan jemaah haji asal Jambi lainnya.

Peristiwa itu terjadi saat ribuan jemaah menjalani rangkaian ibadah wukuf di Arafah. Suasana haru langsung menyelimuti tenda pemondokan jemaah setelah kabar wafatnya Khairusni menyebar di kalangan rombongan.

Sempat Mengeluh Sesak Napas di Dalam Tenda

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Khairusni saat itu berada di dalam tenda maktab bersama suaminya sekitar pukul 21.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Beberapa saat sebelum wafat, almarhumah mengeluh tubuhnya terasa lemas dan mengalami sesak napas. Kondisinya kemudian memburuk dalam waktu singkat hingga akhirnya kehilangan kesadaran.

Jemaah lain yang berada di lokasi langsung memanggil petugas kesehatan kloter untuk memberikan pertolongan pertama.

Tim medis kemudian datang dan segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Khairusni. Namun petugas tidak menemukan denyut nadi saat proses pemeriksaan berlangsung.

Petugas kesehatan langsung melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebanyak tiga siklus untuk menyelamatkan nyawa pasien.

“Pasien tidak teraba nadinya dan tim melakukan RJP sebanyak tiga siklus namun tidak memberikan respons,” tulis petugas kesehatan dalam laporan kronologis kejadian.

Tim Medis Gunakan AED untuk Selamatkan Jemaah

Selain tim kesehatan kloter, petugas dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan Tim Kesehatan Sektor juga turun memberikan penanganan lanjutan.

Petugas medis kemudian menggunakan Automated External Defibrillator (AED) atau alat pacu jantung otomatis guna memulihkan detak jantung pasien.

Namun seluruh upaya penyelamatan belum berhasil mengembalikan kondisi Khairusni. Tim medis akhirnya menyatakan almarhumah meninggal dunia pada pukul 21.30 WAS.

Kabar wafatnya jemaah asal Kerinci itu langsung membuat suasana tenda dipenuhi rasa haru dan duka mendalam.

Baca Juga :  Arab Saudi Sapu Bersih Haji Ilegal 2026, Ratusan Ribu Jemaah Tanpa Izin Dipulangkan dari Makkah

Penyebab Kematian karena Serangan Jantung Akut

Tim Medis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi mencatat penyebab utama kematian Khairusni sebagai Acute Myocardial Infarction atau serangan jantung akut.

Dokumen medis juga menyebut penyakit jantung iskemik memicu serangan tersebut. Selain itu, almarhumah memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Sebelum menjalani puncak ibadah haji di Arafah, petugas kesehatan memasukkan Khairusni ke dalam kategori jemaah risiko tinggi ringan.

Untuk menjaga tekanan darah tetap stabil selama menjalani ibadah di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi, almarhumah rutin mengonsumsi obat hipertensi Amlodipin 5 mg setiap hari.

Sempat Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Arab Saudi

Selama berada di Arab Saudi, Khairusni tercatat beberapa kali menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pada 16 Mei 2026, almarhumah datang ke layanan kesehatan kloter dengan keluhan gangguan pencernaan atau dispepsia.

Kemudian pada 22 Mei 2026, ia kembali memeriksakan diri karena mengalami nyeri punggung bawah atau low back pain.

Meski kondisi kesehatannya sempat menurun, Khairusni tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji bersama rombongan.

Semangat dan keteguhan almarhumah menjalankan ibadah di Tanah Suci membuat banyak jemaah lain merasa kehilangan.

Keluarga Ikhlas dan Doakan Husnul Khatimah

Pihak keluarga di Kerinci membenarkan kabar meninggalnya Khairusni Bilal Usman di Tanah Suci.

Riza, salah satu anggota keluarga, mengatakan informasi tersebut pertama kali diterima langsung dari suami almarhumah yang saat itu berada di Arafah.

“Kami menerima kabar langsung dari suami beliau yang berada di sana. Keluarga tentu sangat sedih, tetapi kami ikhlas,” ujar Riza.

Ia juga berharap seluruh amal ibadah Khairusni diterima Allah SWT.

“Semoga amal dan ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT. Beliau orang baik, meninggal di hari baik dan di tanah yang baik,” katanya.

Ucapan belasungkawa terus mengalir dari masyarakat Kerinci dan para kerabat setelah kabar wafatnya almarhumah tersebar luas.

Baca Juga :  20 Desa di Kerinci Belum Nikmati Internet Stabil, Diskominfo Kerinci Ajukan Tower BTS

PPIH Pastikan Badal Haji untuk Almarhumah

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya jemaah asal Kerinci tersebut.

Ia berharap Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Khairusni dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga almarhumah husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga memastikan petugas resmi akan menjalankan badal haji untuk almarhumah karena belum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

Badal haji merupakan pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan orang lain untuk menggantikan jemaah yang meninggal dunia sebelum menyelesaikan seluruh prosesi haji.

Cuaca Panas Arab Saudi Jadi Tantangan Berat Jemaah Lansia

Peristiwa wafatnya Khairusni kembali mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama menjalani ibadah haji, terutama bagi jemaah lanjut usia dan penderita penyakit bawaan.

Cuaca di Arab Saudi yang mencapai suhu ekstrem membuat risiko kelelahan, dehidrasi, hingga serangan jantung meningkat tajam.

Karena itu, petugas kesehatan terus mengimbau jemaah agar menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas berlebihan, dan rutin memeriksakan kondisi kesehatan.

Pemerintah Indonesia juga terus memperkuat layanan kesehatan haji untuk mengurangi risiko kematian jemaah selama berada di Tanah Suci.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya membutuhkan kesiapan fisik dan mental, tetapi juga kondisi kesehatan yang stabil agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar.(*)

Berita Terkait

Waspada Uang Palsu Beredar di Jambi, Polisi Minta Korban Segera Lapor, Ini Modus yang Harus Diwaspadai Pelaku Usaha
IAIN Kerinci Gandeng Balai Bahasa Jambi, Program Reading Comprehension Disiapkan Cetak Lulusan Siap Kerja dan Kuasai Dunia Akademik
Pengurus Baru PPNI Kota Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wali Kota Alfin Dorong Perawat Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan
Bansos PKH Terancam Dicoret Jika Terindikasi Judi Online, Ini Aturan Kemensos dan Imbauan Dinsos Sungai Penuh
Jadwal Penggiliran Air Perumda Air Minum Tirta Khayangan Resmi Berlaku, Warga Diminta Menghemat Air
Seleksi CPNS Sungai Penuh 2026! Pemkot Usulkan 31 Formasi, Ada Dokter Spesialis dan Dokter Umum
100 Warga Miskin Terima Bantuan Sembako, Bupati Hurmin dan TNI Perkuat Program Sosial di Sarolangun
Wako Alfin Kukuhkan Pengurus Dharma Wanita Sungai Penuh 2024–2029, Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan SDM Menuju Kota Juara 2030
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:02 WIB

Waspada Uang Palsu Beredar di Jambi, Polisi Minta Korban Segera Lapor, Ini Modus yang Harus Diwaspadai Pelaku Usaha

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:01 WIB

IAIN Kerinci Gandeng Balai Bahasa Jambi, Program Reading Comprehension Disiapkan Cetak Lulusan Siap Kerja dan Kuasai Dunia Akademik

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:01 WIB

Pengurus Baru PPNI Kota Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wali Kota Alfin Dorong Perawat Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WIB

Bansos PKH Terancam Dicoret Jika Terindikasi Judi Online, Ini Aturan Kemensos dan Imbauan Dinsos Sungai Penuh

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:01 WIB

Jadwal Penggiliran Air Perumda Air Minum Tirta Khayangan Resmi Berlaku, Warga Diminta Menghemat Air

Berita Terbaru