SUNGAIPENUH,JS- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran Rp46,83 miliar untuk merehabilitasi Pasar Beringin Jaya di Kota Sungai Penuh, Jambi. Proyek yang menggunakan dana APBN tahun anggaran 2025–2026 ini menargetkan perbaikan fasilitas pasar agar aktivitas perdagangan masyarakat berjalan lebih nyaman dan tertata.
PT Cimendang Sakti Kontrakindo memenangkan tender proyek tersebut setelah bersaing dengan sejumlah perusahaan konstruksi. Nilai kontraknya mencapai Rp46,83 miliar, lebih rendah daripada pagu dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang mencapai Rp55,17 miliar.
Perusahaan yang beralamat di Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, itu mulai mengerjakan proyek setelah Kementerian PU menerbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada awal Oktober 2025.
Pemerintah menetapkan masa pelaksanaan selama 300 hari kalender. Dengan jadwal tersebut, proyek rehabilitasi Pasar Beringin Jaya menargetkan penyelesaian pada Agustus 2026.
Anggaran Proyek Capai Rp55,17 Miliar
Nilai kontrak Rp46,83 miliar menjadi salah satu informasi utama dalam proyek rehabilitasi pasar ini. Angka tersebut menunjukkan nilai pekerjaan yang harus ditangani kontraktor pemenang sesuai ketentuan kontrak.
Sementara itu, pagu dan HPS sebesar Rp55,17 miliar menjadi acuan anggaran dalam proses pengadaan. Selisih antara HPS dan nilai kontrak mencapai sekitar Rp8,34 miliar.
Meski demikian, besarnya selisih tersebut tidak serta-merta menunjukkan tingkat keuntungan kontraktor ataupun kualitas hasil pekerjaan. Penilaian itu memerlukan informasi mengenai rincian kontrak, komponen biaya, dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya peningkatan fasilitas perdagangan di Kota Sungai Penuh. Pasar rakyat memiliki peran penting karena mempertemukan pedagang, pemasok barang, dan konsumen dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.
Karena itu, rehabilitasi pasar tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan. Perbaikan fasilitas juga perlu mendukung kelancaran transaksi, kenyamanan pengunjung, serta kegiatan usaha para pedagang.
Lima Peserta Tender Gugur
Proses pengadaan proyek ini melibatkan 81 peserta. Namun, berdasarkan informasi tender yang tersedia, enam perusahaan memasukkan penawaran harga. Dari jumlah tersebut, PT Cimendang Sakti Kontrakindo akhirnya memperoleh kontrak setelah lima pesaingnya tidak lolos evaluasi.
PT Citra Prasasti Konsorindo menawarkan harga terendah, yakni sekitar Rp44,1 miliar. Akan tetapi, perusahaan tersebut gagal melewati evaluasi karena persoalan dokumen sewa peralatan.
Dokumen yang berkaitan dengan penyewaan alat dari PT Indopile dinilai tidak memenuhi persyaratan. Selain itu, pihak penyedia sewa lainnya tidak memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi dari kelompok kerja pemilihan atau Pokja.
Peserta berikutnya, PT Nindya Beton, mengajukan penawaran sekitar Rp48,5 miliar. Perusahaan ini tidak lolos karena pengalaman proyek Rehabilitasi Pasar Johar Semarang tahun 2019 tidak tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Pengalaman Penyedia (SIMPAN).
Masalah pencatatan pengalaman proyek juga menggugurkan PT Lince Romauli Raya. Perusahaan tersebut menawarkan harga sekitar Rp50,1 miliar, tetapi pengalaman pekerjaan tahun 2024 yang diajukan tidak muncul dalam SIMPAN.
PT Total Cakra Alam turut gagal dalam evaluasi. Perusahaan dengan penawaran sekitar Rp51,6 miliar itu tidak dapat memenuhi persyaratan pengalaman karena pekerjaan pembangunan gedung kantor tahun 2024 yang diajukan tidak tercatat dalam sistem tersebut.
Sementara itu, PT Tureloto Battu Indah menawarkan harga sekitar Rp53,3 miliar. Perusahaan ini tidak memenuhi persyaratan pengalaman manajer keuangan.
Rangkaian evaluasi tersebut menunjukkan bahwa harga penawaran bukan satu-satunya faktor dalam penentuan pemenang tender. Peserta juga harus memenuhi persyaratan administrasi, legalitas, pengalaman perusahaan, serta kualifikasi tenaga ahli sesuai dokumen pengadaan.
Empat Bagian Pekerjaan Jadi Fokus Rehabilitasi
Rehabilitasi Pasar Beringin Jaya mencakup empat kelompok pekerjaan utama. Pertama, pekerjaan pendahuluan sebagai tahap awal untuk mendukung pelaksanaan proyek.
Kedua, kontraktor menangani perbaikan struktur bangunan. Bagian ini berperan penting dalam mendukung kekuatan dan keamanan konstruksi pasar.
Ketiga, pekerjaan arsitektur mencakup penataan elemen bangunan agar fasilitas pasar lebih tertata dan nyaman. Adapun bagian keempat meliputi pembenahan sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).
Sistem MEP mencakup sejumlah fasilitas pendukung bangunan, seperti instalasi listrik, sistem mekanikal, serta jaringan air dan sanitasi. Penanganan komponen tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung operasional pasar.
Pelaksanaan seluruh pekerjaan membutuhkan koordinasi agar setiap bagian berjalan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal kontrak. Selain itu, pengawasan mutu juga berperan penting untuk memastikan hasil rehabilitasi memenuhi ketentuan yang berlaku.
Pasar Beringin Jaya Punya Nilai Sejarah
Pasar Beringin Jaya memiliki arti penting bagi aktivitas perdagangan masyarakat di Sungai Penuh dan sekitarnya. Kawasan ini juga memiliki nilai sejarah sebagai pusat perdagangan wilayah Kerinci sebelum pembentukan Kota Sungai Penuh.
Keberadaan pasar rakyat membantu menggerakkan perekonomian lokal. Pedagang menjajakan berbagai kebutuhan masyarakat, sementara konsumen memanfaatkan pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, perbaikan fasilitas pasar diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi yang lebih baik. Lingkungan perdagangan yang tertata juga berpotensi meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
Namun, manfaat proyek tidak hanya bergantung pada selesainya pekerjaan konstruksi. Pengelolaan pasar, pemeliharaan fasilitas, kebersihan, serta penataan aktivitas perdagangan juga memegang peranan penting setelah rehabilitasi selesai.
Pemerintah dan pengelola pasar perlu memastikan seluruh fasilitas berfungsi dengan baik agar manfaat investasi dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Target Rampung Agustus 2026
Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jambi menempatkan rehabilitasi Pasar Beringin Jaya sebagai upaya meningkatkan kualitas fasilitas perdagangan masyarakat.
Dengan masa kerja 300 hari kalender sejak penerbitan SPMK pada awal Oktober 2025, proyek tersebut menargetkan penyelesaian pada Agustus 2026.
Target itu menjadi acuan untuk menilai kemajuan pekerjaan hingga tahap akhir. Masyarakat dan pedagang tentu berkepentingan terhadap penyelesaian proyek sesuai jadwal, terutama agar fasilitas pasar dapat segera dimanfaatkan secara optimal.
Selain ketepatan waktu, kualitas konstruksi dan kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi juga menjadi aspek penting. Pengawasan pelaksanaan perlu memastikan anggaran yang dialokasikan menghasilkan fasilitas yang aman, fungsional, dan mendukung kegiatan perdagangan.
Rehabilitasi Pasar Beringin Jaya diharapkan memperkuat peran pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat Kota Sungai Penuh. Dengan perbaikan struktur, arsitektur, serta fasilitas pendukung, pasar ini diharapkan mampu menyediakan lingkungan perdagangan yang lebih layak bagi pedagang dan pengunjung. (AN)










