Tradisi Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh Kembali Digelar, Alfin: Budaya Adalah Identitas Daerah

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya daerah sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, saat menerima kunjungan silaturahmi tokoh adat, ninik mamak, tokoh agama, dan panitia pelaksana Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa malam (9/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga adat, serta masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan Kenduri Sko yang akan berlangsung pada 4 hingga 5 Juli 2026 mendatang.

Selain membahas kesiapan teknis kegiatan, para peserta juga menyatukan komitmen dalam menjaga eksistensi adat dan budaya lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, keberadaan tradisi adat seperti Kenduri Sko memiliki peran penting dalam mempertahankan jati diri daerah sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

Alfin: Kenduri Sko Bukan Sekadar Seremoni Adat

Menurut Walikota Sungai Penuh, Alfin tradisi adat memiliki nilai strategis karena mampu memperkuat ikatan sosial, menjaga harmonisasi masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

“Kenduri Sko merupakan bagian dari identitas masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci. Tradisi ini memperkuat persaudaraan, menjaga warisan leluhur, serta menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda,” ujarnya.

Baca Juga :  Terbaru Nasib PPPK Sungai Penuh, Walikota Sungai Penuh Zoom Meeting dengan Komis II DPR RI

Lebih lanjut, Alfin menilai pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pembangunan daerah. Karena itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mendorong berbagai program yang mampu memperkuat adat istiadat, kearifan lokal, serta potensi wisata budaya.

Tradisi Kenduri Sko Menjadi Warisan Berharga Masyarakat Kerinci

Kenduri Sko merupakan salah satu tradisi adat terbesar yang masih bertahan dan berkembang di wilayah Kerinci serta Sungai Penuh. Tradisi ini memiliki makna mendalam karena menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus momentum mempererat hubungan antaranggota masyarakat adat.

Selain itu, Kenduri Sko juga menjadi wadah musyawarah adat yang memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta solidaritas sosial dalam kehidupan masyarakat.

Di sisi lain, tradisi tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Kerinci masih memegang teguh nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Oleh sebab itu, banyak kalangan menilai Kenduri Sko sebagai aset budaya yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan ekonomi yang sangat besar bagi daerah.

Tokoh Adat dan Masyarakat Siapkan Kenduri Sko Secara Maksimal

Dalam pertemuan tersebut, panitia pelaksana memaparkan berbagai persiapan yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir.

Para tokoh adat menyampaikan optimisme bahwa pelaksanaan Kenduri Sko tahun ini akan berlangsung lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Mereka juga berharap dukungan pemerintah daerah dapat semakin memperkuat pelaksanaan kegiatan sehingga seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan sukses.

Baca Juga :  LATSAR CPNS Sungai Penuh 2026 Resmi Ditutup, Azhar Hamzah Beri Pesan Penting untuk 195 ASN Baru

Selain melibatkan tokoh adat dan tokoh agama, panitia juga menggandeng berbagai unsur masyarakat, termasuk kalangan pemuda dan pelaku UMKM lokal.

Langkah tersebut bertujuan agar manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan dalam aspek budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dukungan CSR Bank Jambi Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya daerah, Bank Jambi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyalurkan bantuan senilai Rp15 juta kepada panitia Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh.

Wali Kota Alfin menyerahkan bantuan tersebut secara langsung kepada panitia sebagai simbol kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga adat.

Dukungan itu menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat adat, tetapi juga membutuhkan partisipasi sektor swasta.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat semangat bersama dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di masa depan.

Kenduri Sko Berpotensi Dongkrak Wisata Budaya dan Ekonomi Kreatif

Tidak hanya memiliki nilai budaya, Kenduri Sko juga menyimpan potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Setiap pelaksanaan Kenduri Sko selalu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah, termasuk wisatawan yang ingin menyaksikan langsung kekayaan budaya Kerinci dan Sungai Penuh.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan melalui sektor kuliner tradisional, kerajinan tangan, jasa transportasi, hingga sektor perhotelan.

Selain itu, meningkatnya kunjungan wisatawan juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Karena alasan tersebut, banyak daerah di Indonesia mulai menjadikan event budaya sebagai strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Sungai Penuh memiliki peluang besar untuk mengembangkan konsep tersebut karena memiliki kekayaan budaya yang masih terjaga dengan baik hingga saat ini.

Mengusung Tema Masyarakat Adat yang Beradab

Pelaksanaan Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh tahun 2026 mengangkat tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab.”

Tema tersebut menggambarkan tekad masyarakat adat dalam menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat adat istiadat, serta membangun kehidupan sosial yang berlandaskan etika, toleransi, dan kebersamaan.

Melalui tema itu, masyarakat berharap Kenduri Sko mampu memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya daerah.

Selain itu, tema tersebut juga mencerminkan komitmen masyarakat adat dalam menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas mereka.

Momentum Menjaga Warisan Budaya untuk Generasi Masa Depan

Pemerintah Kota Sungai Penuh menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan Kenduri Sko tahun ini.

Lebih jauh lagi, Kenduri Sko dapat menjadi sarana promosi budaya daerah yang efektif sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia mengenal kekayaan tradisi Kerinci dan Sungai Penuh.

Dengan dukungan pemerintah daerah, tokoh adat, dunia usaha, serta masyarakat, Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh 2026 berpotensi menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Provinsi Jambi.(AN)

Berita Terkait

Wali Kota Alfin Ajak Keluarga Cegah Stunting Sejak Kehamilan, 300 Ibu Hamil Ikuti Gebyar Kelas Ibu Hamil di Sungai Penuh
Waspada Uang Palsu Beredar di Jambi, Polisi Minta Korban Segera Lapor, Ini Modus yang Harus Diwaspadai Pelaku Usaha
IAIN Kerinci Gandeng Balai Bahasa Jambi, Program Reading Comprehension Disiapkan Cetak Lulusan Siap Kerja dan Kuasai Dunia Akademik
Pengurus Baru PPNI Kota Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wali Kota Alfin Dorong Perawat Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan
Bansos PKH Terancam Dicoret Jika Terindikasi Judi Online, Ini Aturan Kemensos dan Imbauan Dinsos Sungai Penuh
Jadwal Penggiliran Air Perumda Air Minum Tirta Khayangan Resmi Berlaku, Warga Diminta Menghemat Air
Seleksi CPNS Sungai Penuh 2026! Pemkot Usulkan 31 Formasi, Ada Dokter Spesialis dan Dokter Umum
100 Warga Miskin Terima Bantuan Sembako, Bupati Hurmin dan TNI Perkuat Program Sosial di Sarolangun
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:01 WIB

Wali Kota Alfin Ajak Keluarga Cegah Stunting Sejak Kehamilan, 300 Ibu Hamil Ikuti Gebyar Kelas Ibu Hamil di Sungai Penuh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:02 WIB

Waspada Uang Palsu Beredar di Jambi, Polisi Minta Korban Segera Lapor, Ini Modus yang Harus Diwaspadai Pelaku Usaha

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:01 WIB

IAIN Kerinci Gandeng Balai Bahasa Jambi, Program Reading Comprehension Disiapkan Cetak Lulusan Siap Kerja dan Kuasai Dunia Akademik

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:01 WIB

Pengurus Baru PPNI Kota Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wali Kota Alfin Dorong Perawat Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WIB

Bansos PKH Terancam Dicoret Jika Terindikasi Judi Online, Ini Aturan Kemensos dan Imbauan Dinsos Sungai Penuh

Berita Terbaru