INTERNASIONAL,JS- Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan berbicara lewat telepon dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu (6/12/2025). Erdogan meminta Maduro tetap berkomunikasi dengan Washington di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang potensi aksi militer Amerika Serikat di Karibia.
Dalam pernyataan di platform X, Erdogan menekankan pentingnya dialog.
“AS dan Venezuela harus terus membuka saluran komunikasi,” ujarnya. Ia berharap ketegangan segera turun dan menyebut pemerintah Turkiye terus memantau situasi di Karibia. Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian damai selalu menjadi pilihan terbaik.
“Dialog bisa menyelesaikan masalah,” katanya.
Kementerian Luar Negeri Venezuela kemudian menyampaikan bahwa Erdogan mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas berbagai ancaman terhadap Venezuela, termasuk pengerahan militer AS dan langkah-langkah yang menurutnya mengganggu stabilitas kawasan.
Maduro menjelaskan pandangan pemerintahnya mengenai manuver Washington. Ia menyebut ancaman AS “ilegal, tidak proporsional, tidak perlu, dan berlebihan.” Ia dan Erdogan juga membahas penangguhan besar-besaran penerbangan internasional setelah Presiden AS Donald Trump bulan lalu menyatakan wilayah udara Venezuela sebagai “tertutup.” AS sebelumnya mengirim kapal induk terbesar di dunia ke Karibia bersama armada kapal perang.
Langkah itu muncul setelah Trump menuduh Maduro memimpin kartel narkoba. Caracas menolak tuduhan tersebut.
Turkiye dan Venezuela terus memperkuat hubungan dalam beberapa tahun terakhir. Erdogan bahkan mengunjungi Caracas pada Desember 2018 untuk menunjukkan dukungannya setelah AS dan sejumlah negara Eropa menolak hasil pemilu Venezuela.
Situasi ini mendorong spekulasi baru. Beberapa pejabat dan media AS menyebut kemungkinan Maduro mencari perlindungan di Turkiye jika ia kehilangan kekuasaan. Senator Republik Lindsey Graham ikut menyindir lewat X pekan lalu:
“Saya dengar Turkiye dan Iran sedang indah sekali musim ini,” tulisnya.(AN)









