Konflik AI dan Hak Cipta Kian Memanas, Warner Bros. Discovery Gugat ByteDance

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warner Bros

Warner Bros

INTERNASIONAL,JS- Konflik AI dan Hak Cipta Kian Memanas, Warner Bros. Discovery Gugat ByteDance

Gelombang penolakan industri hiburan terhadap kecerdasan buatan kembali mencapai puncaknya. Setelah serikat aktor dan studio besar menyuarakan keberatan, kini Warner Bros. Discovery mengambil langkah paling tegas. Perusahaan hiburan raksasa itu resmi menggugat ByteDance, induk perusahaan TikTok, atas dugaan pencurian konten film dan serial untuk melatih model AI video.

Laporan ini pertama kali mencuat lewat Variety pada 18 Februari 2026. Dalam gugatannya, Warner Bros. menuding ByteDance menyerap ribuan jam materi berhak cipta tanpa izin, tanpa kontrak, dan tanpa royalti.

Baca Juga :  Generasi Z Sudah Bosan Media Sosial? Ini Profesi Masa Depan yang Bisa Bikin Kamu Tajir

Warner Bros. Nilai AI ByteDance Langsung Menyasar IP Inti

Menurut Warner Bros., pelanggaran ini bukan bersifat teknis, melainkan menyentuh jantung bisnis mereka.

Akibatnya, pengguna kini dapat menghasilkan video yang menampilkan Batman, Superman, serta elemen ikonik dari serial Game of Thrones dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi.

Warner Bros. menegaskan, kemiripan tersebut tidak mungkin muncul tanpa pelatihan langsung dari konten asli mereka.

Video Viral Jadi Bukti Awal Pelanggaran

Lebih lanjut, pihak studio menunjuk maraknya video AI di media sosial sebagai bukti konkret.

Meski tampak sebagai hiburan ringan, Warner Bros. melihatnya sebagai indikator serius. Video-video tersebut menunjukkan bahwa sistem AI ByteDance telah “mengenali” karakter hingga detail kepribadian dan kekuatan khasnya.

“Karakter-karakter ini menjadi sumber kehidupan perusahaan kami. ByteDance telah memanfaatkan aset tersebut tanpa hak,” tulis Wakil Presiden Hukum Warner Bros., Wayne Smith.

Baca Juga :  Indonesia Gelontor Rp21 Triliun, Siap Tantang Malaysia Jadi Raksasa Chip Asia Tenggara!

Seedance 2.0 Jadi Titik Api Sengketa

Konflik ini tidak muncul tiba-tiba. Sebelumnya, ByteDance merilis model video AI Seedance 2.0.

Konten tersebut menampilkan berbagai skenario alternatif, mulai dari crossover superhero hingga akhir cerita baru serial populer. Bahkan, beberapa video meniru gaya visual dan alur khas film Warner Bros. secara mencolok.

Warner Bros.: Masalah Bukan di Pengguna

Di sisi lain, Warner Bros. menolak menyalahkan kreator individu. Menurut mereka, pengguna hanya memanfaatkan kemampuan yang sudah tersedia di dalam sistem.

Masalah utamanya, kata Smith, terletak pada desain AI itu sendiri. “Pengguna membangun sesuatu dari fondasi yang salah. ByteDance lebih dulu meletakkan pelanggaran di level sistem,” tegasnya.

Atas dasar itu, Warner Bros. menuntut ByteDance menghentikan penggunaan seluruh IP mereka, menghapus data pelatihan ilegal, serta membayar ganti rugi yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS.

Baca Juga :  AI Alliance Resmi Masuk Indonesia, Siap Buka Potensi AI Tanah Air

Konflik AI dan Industri Kreatif Makin Meluas

Kasus ini mempertegas ketegangan global antara pengembang AI dan pemilik karya kreatif. Sebelumnya, Disney telah melayangkan peringatan terkait penggunaan karakter Marvel dan Star Wars. Sementara itu, SAG-AFTRA secara terbuka mengecam eksploitasi wajah dan suara aktor tanpa persetujuan.

Kini, dengan Warner Bros. Discovery terjun ke medan hukum, banyak pihak memprediksi konflik ini akan menjadi preseden penting.(*)

Berita Terkait

How to Improve Your Credit Score in China: 7 Smart Steps to Rebuild Your Financial Reputation
Best Debt Consolidation Loans in the USA for October 2026: Compare Rates, Fees, and Lenders
Dolar Singapura Tembus Rp14.000! Cek Kurs SGD ke Rupiah Hari Ini, 21 Oktober 2026
China Online Personal Loans: Legal Lenders, Loan Limits and Eligibility Rules
TKI Wajib Tahu, Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 19 Oktober 2026
Online Personal Loans in Brazil: Best Banks, Interest Rates, Pix Payments and How to Avoid Scams
How to Improve Your Credit Score in Canada: 5 Smart Strategies to Build Better Credit in 2026
Hong Kong Business Loans: 5 Banks Offering SME Financing up to HK$7.8 Million
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:01 WIB

How to Improve Your Credit Score in China: 7 Smart Steps to Rebuild Your Financial Reputation

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Best Debt Consolidation Loans in the USA for October 2026: Compare Rates, Fees, and Lenders

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Dolar Singapura Tembus Rp14.000! Cek Kurs SGD ke Rupiah Hari Ini, 21 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:01 WIB

China Online Personal Loans: Legal Lenders, Loan Limits and Eligibility Rules

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:15 WIB

TKI Wajib Tahu, Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 19 Oktober 2026

Berita Terbaru