OTOMOTIF,JS– Penggunaan sistem pendingin udara (AC) pada mobil, baik mobil konvensional maupun mobil listrik, memang memberi kenyamanan. Namun, AC juga memberikan beban tambahan yang memengaruhi performa kendaraan. Beban ini dapat mengurangi tenaga mobil atau menguras daya baterai, terutama pada mobil listrik.
Dewa, pemilik Bengkel AC Mobil Jogja, menjelaskan bahwa mematikan AC saat berkendara sebaiknya hanya dilakukan dalam kondisi darurat. Jika mobil beroperasi dalam kondisi normal, seperti melaju di jalan tol atau menanjak, tidak perlu mematikan AC. “Sistem AC pada mobil sudah dirancang untuk beroperasi dengan baik meskipun kendaraan dipacu di jalan tol atau saat menanjak,” jelas Dewa.
“Selama AC dalam kondisi baik, tidak perlu mematikannya saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi,” kata Dewa.
Manfaat Mematikan AC dalam Kondisi Tertentu
Meskipun dalam kondisi normal AC bisa tetap menyala, ada situasi tertentu di mana mematikannya justru memberikan manfaat. Dalam kondisi mendesak, seperti saat mobil membutuhkan tenaga lebih untuk menanjak atau dalam keperluan balapan, mematikan AC bisa mengurangi beban pada mesin.Dengan demikian, mobil bisa melaju lebih cepat tanpa ada beban tambahan dari sistem pendingin.
Pengaruh AC pada Mobil Listrik: Hemat Daya Baterai
Di sisi lain, bagi pengendara mobil listrik, menghemat daya baterai menjadi hal yang lebih penting. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), mengatakan bahwa mematikan AC pada mobil listrik dapat memperpanjang jarak tempuh, terutama saat dalam kondisi darurat.
“Pada mobil listrik, konsumsi daya AC cukup besar dan menguras baterai. Jika jarak ke stasiun pengisian listrik (SPKLU) masih jauh, lebih baik untuk mengurangi penggunaan AC,” ujar Jayan. Ketika daya baterai hampir habis, pengemudi dapat memaksimalkan jarak tempuh dengan menonaktifkan AC.(AN)









